- Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dikonfirmasi tewas akibat serangan Amerika Serikat dan Israel.
- Keluarga dekat Khamenei, termasuk putri, menantu, dan cucu berusia 14 bulan, juga dilaporkan meninggal dalam serangan itu.
- Serangan dahsyat terhadap kompleks kediaman Khamenei, Beit-e Rahbari, menggunakan amunisi penghancur bunker.
Suara.com - Publik internasional dikejutkan dengan kabar pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, telah tewas buntut seangan Amerika Serikat dan Israel.
Kabar ini semakin memilukan setelah cucu perempuannya yang masih balita dilaporkan turut menjadi korban dalam insiden tersebut.
Berdasarkan laporan dari Gazeta Express, kabar kematian Khamenei ini mencuat di tengah tensi panas yang menyelimuti wilayah tersebut. Tak hanya sang pemimpin tertinggi, anggota keluarga dekatnya juga dilaporkan kehilangan nyawa.
Cucu perempuan Khamenei yang diidentifikasi bernama Zahra Mohammadi Golpayegani dilaporkan tewas dalam sebuah serangan.
Zahra sendiri diketahui baru menginjak usia 14 bulan. Selain sang cucu, ibu dari Zahra yang merupakan putri Ali Khamenei juga dikabarkan meninggal dunia dalam peristiwa yang sama.
Mengutip laporan tersebut, media pemerintah Iran telah mengonfirmasi kehancuran yang menimpa lingkaran dalam sang pemimpin.
"Media pemerintah Iran melaporkan bahwa putri, menantu, dan cucu dari Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei telah tewas dalam serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel," tulis laporan Gazeta Express, dikutip pada Senin (2/3/2026).
Hingga saat ini, identitas keluarga tersebut merujuk pada lingkaran dalam kekuasaan di Teheran. Nama Golpayegani sendiri identik dengan sosok Mohammadi Golpayegani, kepala kantor kepercayaan Ali Khamenei yang telah mendampinginya selama puluhan tahun.
Kediaman Khamenei Rata dengan Tanah
Baca Juga: Trump Targetkan Perang Iran Selesai dalam 4 Minggu, Gunakan Model Venezuela Gulingkan Rezim
Serangan yang menargetkan kompleks kediaman Khamenei, Beit-e Rahbari, dilaporkan sangat dahsyat. Citra satelit dari Airbus Defence and Space yang dianalisis oleh New York Times menunjukkan bangunan utama kompleks tersebut telah rata dengan tanah.
Pola kawah di lokasi kejadian menunjukkan bahwa militer penyerang menggunakan amunisi "bunker-buster". Senjata jenis ini memiliki kemampuan khusus untuk menembus lapisan beton tebal guna menghancurkan fasilitas bawah tanah yang diperkuat.
Meskipun Kantor berita Fars dan media Iran lainnya sempat memberikan informasi yang simpang siur terkait kondisi Khamenei, namun mereka akhirnya mengonfirmasi kematiannya setelah menjalin kontak dengan sumber internal di kediaman sang pemimpin.
Hingga saat ini, situasi di Iran dilaporkan sangat tegang. Di beberapa kota, penduduk dilaporkan turun ke jalan. Ada yang menangis dalam kesedihan yang mendalam, sementara beberapa kelompok lainnya dikabarkan menyambut berita tersebut sebagai akhir dari sebuah era.
Reporter: Dinda Pramesti K
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
Terkini
-
Misteri Kerangka Manusia Nyangkut di Sampah Citarum, Ciri Kawat Jadi Kunci
-
Sapu Jalan Berujung Maut: Petugas PPSU Tewas Ditabrak Mobil Oleng di Pejaten
-
Petani Tembakau Madura Desak Pemerintah Ubah Kebijakan Rokok Ilegal
-
DKI Jakarta Berangkatkan 7.819 Jemaah Haji, Pemprov Siapkan 117 PPIH
-
Tangisan Anak di Serpong Utara Ungkap Penemuan Jasad Wanita Dalam Rumah
-
Aksi Kamisan ke-904 Soroti Militerisasi Sipil: Impunitas Masih Berulang
-
Tim Advokasi Minta MK Batalkan Pasal Kontroversial UU TNI, Soroti Ruang Sipil dan Impunitas
-
Cueki Permintaan Trump, Presiden Lebanon Ogah Bicara dengan Benjamin Netanyahu
-
Gelar KWP Awards 2026, Ariawan: Pers dan Parlemen Wajib Kolaborasi untuk Negara
-
Mengenal Piramida Budaya Perkosaan: Dari Obrolan Digital hingga Kekerasan Nyata