- Bupati Pekalongan Fadia Arafiq menjadi sorotan KPK setelah dikabarkan terjaring operasi tangkap tangan (OTT) di Jawa Tengah.
- Fadia Arafiq memiliki latar belakang sebagai penyanyi terkenal, putri dari A. Rafiq, sebelum menjadi Bupati Pekalongan.
- Berdasarkan LHKPN per Maret 2025, total kekayaan Fadia Arafiq tercatat mencapai Rp 85,6 miliar, didominasi properti.
Suara.com - Nama Bupati Pekalongan Fadia Arafiq tengah menjadi sorotan setelah dikabarkan terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Kasus ini membuat banyak orang mencari informasi tentang profil hingga harta kekayaan Fadia Arafiq yang tercatat dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).
Operasi senyap yang dilakukan lembaga antirasuah di wilayah Jawa Tengah ini mengejutkan banyak pihak, mengingat Fadia merupakan salah satu kepala daerah dengan latar belakang keluarga publik figur yang cukup populer.
Fadia Arafiq merupakan putri dari pedangdut legendaris A. Rafiq. Sebelum terjun ke dunia politik, ia sempat mengikuti jejak sang ayah di dunia musik dan dikenal luas oleh masyarakat lewat lagu "Cik Cik Bum Bum" pada tahun 2000.
Popularitasnya di industri hiburan menjadi modal awal yang kuat saat ia memutuskan untuk beralih ke pengabdian publik. Fadia menikah dengan Ashraff Abu, seorang pria yang juga memiliki latar belakang di dunia hiburan dan kini aktif sebagai anggota DPR RI.
Profil dan Biodata Lengkap Fadia Arafiq
Lahir dengan nama lengkap Laila Fathiah di Jakarta pada 23 Mei 1978, Fadia kini menginjak usia 47 tahun.
Sebagai anak dari penyanyi legendaris, kehidupan pribadinya sering kali bersinggungan dengan sorotan media.
Ia memiliki saudara kandung yang juga terjun ke dunia hiburan, yakni Fairuz A. Rafiq dan Faresh Al Faouz. Dari pernikahannya dengan Ashraff Abu, Fadia dikaruniai seorang anak bernama Nazira.
Baca Juga: Beda Kendaraan Fadia Arafiq sebelum dan sesudah Jadi Bupati Pekalongan, Bak Langit dan Bumi
Perjalanan akademis Fadia Arafiq menunjukkan fokusnya pada bidang manajemen.
Berdasarkan data resmi Pemerintah Kabupaten Pekalongan, ia menyelesaikan pendidikan dasar di SD Negeri Karet Tengsin 14 Jakarta Pusat, lalu melanjutkan ke SMP Negeri 8 Tanah Abang dan SMA Negeri 58 Ciracas, Jakarta Timur.
Untuk jenjang pendidikan tinggi, Fadia menempuh S1 Manajemen di Universitas AKI Semarang, S2 Manajemen di Universitas Stikubank Semarang, hingga meraih gelar S3 di UNTAG Semarang.
Karier Politik yang Berjenjang
Karier politik Fadia Arafiq di Kabupaten Pekalongan terbilang sangat mapan dan berjenjang. Ia memulai langkahnya sebagai Wakil Bupati Pekalongan periode 2011-2016, mendampingi Amat Antono.
Setelah itu, ia aktif memimpin berbagai organisasi, termasuk menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Pekalongan (2016-2021) dan Ketua KNPI Jawa Tengah (2016-2021).
Berita Terkait
-
Beda Kendaraan Fadia Arafiq sebelum dan sesudah Jadi Bupati Pekalongan, Bak Langit dan Bumi
-
Kontroversi Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, Kakak Fairuz A Rafiq yang Terjerat OTT KPK
-
Dicokok KPK, Fadia Arafiq Ternyata Salah Satu Bupati Terkaya di Jawa Tengah
-
Gaji Bupati Pekalongan Cuma Rp2 Jutaan, Fadia Arafiq Punya Harta Rp85 Miliar Kini Kena OTT KPK!
-
Riwayat Pendidikan Fadia Arafiq, Bupati Pekalongan Terjaring OTT KPK
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Teheran Tutup Wilayah Udara Selama Prosesi Pemakaman Ali Khamenei
-
Pakar UGM: Wajar Publik Curiga Pengangkatan Komisaris BUMN karena Balas Jasa Politik
-
Kronologi Pertemuan Menhut dan Bupati Kuansing, Dari Amplop Sampai Alih Fungsi Hutan
-
Penguatan Fiskal hingga Digitalisasi Layanan Masuk 10 Rekomendasi untuk Kota di Indonesia
-
Bukan Provokasi, Boikot Pajak Dinilai jadi Hak Pembangkangan Sipil
-
Minta Bantuan Dana Parpol Naik, ICW Tantang Partai Buka Laporan Keuangan
-
Perludem Usul Sistem e-Banpol, Publik Bisa Pantau Penggunaan Dana Partai Secara Real-Time
-
Vonis Seumur Hidup untuk Priyo, Eksekutor Keji yang Habisi 5 Nyawa di Indramayu
-
Korban Penyekapan 3 Tahun Bakal Jalani Operasi Bertahap, Begini Kondisinya Kini
-
Bayar Rp200 Ribu Sebulan Bisa Naik Transjakarta Setiap Hari? Begini Skemanya