Suara.com - Dunia politik Jawa Tengah digemparkan dengan kabar mengejutkan pada Selasa, 3 Maret 2026.
Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, dilaporkan terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Penangkapan ini menjadi sorotan publik, mengingat Fadia adalah sosok kepala daerah yang cukup dikenal luas.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi bahwa tim penyidik melakukan kegiatan penyelidikan tertutup di wilayah Pekalongan dan mengamankan sejumlah pihak, termasuk sang Bupati.
Saat ini, Fadia telah dibawa ke Gedung Merah Putih di Jakarta untuk menjalani pemeriksaan intensif. Meskipun jenis perkara dan barang bukti spesifik belum diumumkan secara mendetail, publik mulai menaruh perhatian besar pada profil kekayaan pemimpin daerah tersebut.
Total Kekayaan yang Fantastis
Berdasarkan data resmi dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan per 30 Maret 2025, Fadia Arafiq tercatat memiliki kekayaan yang sangat signifikan.
Total harta kekayaan bersih yang dilaporkannya mencapai Rp85.623.500.000.
Angka ini merupakan nilai bersih setelah total aset kotor sebesar Rp88,8 miliar dikurangi dengan tanggungan utang senilai Rp3,2 miliar.
Kekayaan yang mencapai puluhan miliar ini menempatkannya sebagai salah satu kepala daerah dengan aset yang cukup mencolok.
Baca Juga: KPK Geledah Rumah Eks Pj Sekda Pati, Dalami Kasus Suap Jabatan Desa yang Jerat Sudewo
Fadia jadi kepala daerah terkaya nomor dua se-Jawa Tengah.
Berikut adalah beberapa bupati/walikota di Jawa Tengah yang masuk dalam jajaran terkaya berdasarkan data LHKPN, terutama dari hasil Pilkada 2024 yang dilantik pada 2025:
- Lilis Nuryani Fuad (Bupati Kebumen): Rp138.212.342.617 (terkaya, memimpin daerah termiskin).
- Fadia Arafiq (Bupati Pekalongan): Rp86.703.030.547 (terdiri dari tanah dan bangunan senilai Rp74,2 miliar).
- Sudewo (Bupati Pati): >Rp31 miliar (memiliki aset tanah, kendaraan mewah, dan tanpa hutang) [22].
- Haji Harno (Bupati Rembang): Rp128 miliar (latar belakang pengusaha).
Rincian Aset: Didominasi Tanah dan Bangunan
Jika membedah isi LHKPN miliknya, sebagian besar kekayaan Fadia bersumber dari aset properti. Nilai tanah dan bangunan yang dimilikinya mencapai Rp74,29 miliar, atau sekitar 86% dari total kekayaannya.
Aset ini tidak hanya terkonsentrasi di Pekalongan, tetapi tersebar luas di kota-kota besar lainnya, seperti Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Bogor, Depok, Semarang, hingga ke wilayah Badung, Bali.
Selain properti, Fadia juga memiliki aset di sektor transportasi senilai Rp1,18 miliar. Koleksinya mencakup mobil keluarga fungsional seperti Hyundai Minibus tahun 2013 dan kendaraan mewah Toyota Alphard X tahun 2018 yang ditaksir bernilai hampir satu miliar rupiah.
Berita Terkait
-
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Terjaring OTT KPK, Begini Respons Resmi Golkar
-
Gaji Bupati Pekalongan Cuma Rp2 Jutaan, Fadia Arafiq Punya Harta Rp85 Miliar Kini Kena OTT KPK!
-
Riwayat Pendidikan Fadia Arafiq, Bupati Pekalongan Terjaring OTT KPK
-
Bupati Pekalongan Kena OTT KPK, Pernah Viral 'Takut Diperiksa Penegak Hukum'
-
Harta Kekayaan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq yang Kena OTT KPK
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Bagaimana Cara Menonton Film Pesta Babi? Ini Syarat dan Prosedurnya
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Menteri Purbaya hingga Bahlil Rapat Keluhan Kadin China, Bahas Apa Saja?
-
Rumor Badan Ekspor Bikin IHSG Anjlok, Ini Saham Paling Boncos
-
Pertamina Gelar Sokoguru Policy Forum Bahas Ketahanan dan Transisi Energi Nasional
-
Bos Danantara Saham BUMN Perbankan Lagi Murah, Saatnya Beli?
-
Rosan Hingga Bahlil Ikut Tertutup Soal Badan Ekspor
-
Harga Minyak Mentah Indonesia Melonjak ke 117,31 Dolar AS per Barel
-
Rupiah Loyo, Duit Subsidi Bengkak! Stok Pertalite Tinggal 16 Hari
-
Purbaya Umumkan Defisit APBN Rp 164,4 Triliun per April 2026, Sentil Prediksi Ekonom
-
Ada Apa? Prabowo Paparkan APBN 2027 Besok Pagi, Bukan 16 Agustus
-
BUMN RI Mulai Ekspor Keahlian Energi Terbarukan ke Luar Negeri