- Sejumlah ulama dari berbagai ormas bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Jakarta untuk buka puasa bersama pada Kamis (5/2/2026).
- Gus Yahya membahas langkah strategis presiden dan dinamika internasional mengkhawatirkan dengan para ulama.
- Terdapat perbedaan pandangan ulama mengenai keefektifan keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) pasca-konflik Iran-AS.
Suara.com - Sejumlah ulama dari berbagai ormas Islam merapat ke Istana Kepresidenan Jakarta. Kehadiran mereka dalam rangka memenuhi undangan berbuka puasa bersama Presiden Prabowo Subianto.
Tampak di antaranya yang hadir ialaha Mamah Dedeh atau Dedeh Rosidah, Ketua Dewan Pembina Majelis Rosulullah Pusat, Nabil bin Fuad Al Musawa, Buya Yahya, dan Subky Al Bughuri.
Hadir juga Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf, Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis, hingga Ketua Dewan Penasihat Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqi
"Kalau di sini, alhamdulillah untuk buka puasa bersama. Undangannya silaturahmi dan buka puasa bersama,” kata Subky di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Sementara itu, Gus Yahya menyampaikan sejumlah agenda yang akan dibahas dalam pertemuan antara Prabowo dan para ulama dan tokoh Islam, semisal langkah-langkah strategis yang diambil oleh presiden, baik dalam konteks domestik maupun internasional
"Dan mungkin juga beliau akan memberikan, berbagi pandangan dengan para tokoh, para ulama mengenai perkembangan mutakhir dalam dinamika internasional yang memang agak, ya, sangat mengkhawatirkan ya. Saya kira itu yang kami antisipasi ya. Tapi yang penting kan putusannya ini," kata Yahya.
Posisi Indonesia di BoP
Mengenai posisi Indonesia di BoP menyusul eskalasi konflik Iran pasca-serangan Amerika Serikat (AS), Yahya bicara mengenai upaya perdamaian melalui Dewan yang diinisiasi Presiden AS Donald Trump tersebut.
"Ya kita cari caranya memanfaatkan BoP untuk upaya perdamaian itu gitu. Apa pun yang sudah ada di tangan ini mari kita gunakan. Kalau kita butuh menggali lubang ndak ada skop, punyanya sendok, kita gali pakai sendok gitu. Kira-kira gitulah," kata Yahya.
Baca Juga: Satu Meja di Istana Merdeka: Prabowo Buka Puasa Bareng Pimpinan NU, Muhammadiyah, dan MUI
"Jangan ada yang walaupun kelihatannya lemah lalu sesuatu yang sebetulnya bisa digunakan kita buang, ndak begitu caranya. Kita gunakan apa pun karena kepentingan untuk perdamaian itu absolut," sambungnya.
Berbeda pandang, Cholil Nafis menyerukan pengunduran diri Indonesia dari BoP karena dirasa tidak efektif, setelah serangan AS yang notabene negara inisiator BoP, ke Iran.
"Saya kira soal BoP juga sama. Kita minta ini tidak efektif ya keluar saja," kata Cholil.
Upaya-upaya perdamaian, menurut Cholil Nafis bisa dilakukan Indonesia melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan negara-negara yang tergabung di Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).
"Kita berharap juga ini bisa menciptakan perdamaian dengan memaksimalkan peran PBB dan OKI karena semua akan rugi kalau ini perang terus berlangsung," kata Cholil Nafis.
Tangguhkan Keanggotan
Berita Terkait
-
Satu Meja di Istana Merdeka: Prabowo Buka Puasa Bareng Pimpinan NU, Muhammadiyah, dan MUI
-
Jimly Asshiddiqie: RI Perlu Tangguhkan Keanggotaan BoP Sampai Perang Iran-AS Reda
-
Diundang Bukber di Istana, Akankah Ulama dan Prabowo Bahas Eskalasi Konflik Timur Tengah?
-
Sikap RI 2024 vs 2026: Mengapa Tak Ada Lagi Kata 'Mengutuk' untuk Serangan AS-Israel ke Iran?
-
Tensi Timur Tengah Memanas, Menlu Sugiono Telepon Menlu UEA hingga Prabowo Siap Mediasi ke Teheran
Terpopuler
- KBRI Kuala Lumpur Digeruduk, Warga Malaysia Desak Prabowo Buka Nama Perusahaan Terlibat Karhutla
- Gunung Anak Krakatau Meletus Abu Membubung 15 Km, BMKG Jepang Pantau Ancaman Tsunami
- Daftar Shio yang Paling Berpotensi Jadi Pengusaha Sukses
- Harga Sepatu Skechers Original, Cek 5 Pilihan Terbaik untuk Jalan dan Lari
- 5 Manfaat Air Mawar untuk Wajah dan Kulit yang Menarik Diketahui
Pilihan
-
Warga Serbu Pasar Asemka Cari Masker, Pedagang: Stok KF95 Kosong Sejak Kemarin!
-
Siswa TK sampai SMA di Jakarta dan Tangerang Raya PJJ Sampai Rabu 9 September
-
Episode Erupsi Gunung Anak Krakatau Berakhir, Kata Badan Geologi
-
Abu Vulkanik Krakatau Meningkat, Operasional Bandara Soetta Berhenti hingga Pukul 6 Sore
-
Kedutaan Besar Negara Asing Keluarkan Peringatan untuk Warganya Pasca Erupsi Anak Krakatau
Terkini
-
Api Meluas di TPA Galuga, Kepulan Asap Tebal Paksa Warga Evakuasi Diri akibat Mata Perih
-
Erupsi 25 Jam Anak Krakatau Berakhir, Tapi Mengapa Sumsel Masih Terdampak?
-
Sukuk Ritel SR025 Dibuka, Bank Sumsel Babel Tawarkan Investasi Syariah Imbal Hasil 6,90 Persen
-
Safrizal ZA: 649 Unit Huntap di Aceh Telah Rampung, Terbanyak di Aceh Utara
-
PTBA Perkuat Kinerja dan Portofolio Bisnis untuk Pertumbuhan Jangka Panjang
-
Aksi Teddy Main Pulpen saat Putin Pidato Viral, Gaya Jarinya Disamakan Britney Spears
-
Kredit Serba Guna Bank Sumsel Babel Bunga Mulai 0,79 Persen, Ada Cashback 0,2 Persen
-
Wet Food Lokal Buat Anabul Makin Dilirik, Cek 3 Hal Ini Sebelum Membeli
-
Kenapa Abu Vulkanik Bisa Bikin Pesawat Dilarang Terbang?
-
Ikan Keramba Mati Mendadak dan Mengapung di Danau Ranau, Apa yang Terjadi?