- Presiden Prabowo Subianto mengundang ulama dan tokoh ormas Islam ke Istana Negara, Jakarta untuk acara buka puasa bersama.
- Ketua MUI Anwar Iskandar, didampingi Nusron Wahid, mengonfirmasi kehadiran tokoh dari MUI, ormas, mubalig, dan pesantren.
- Jusuf Kalla, Rais Aam KH Miftachul Akhyar, dan Haedar Nashir juga turut hadir dalam pertemuan di Istana tersebut.
Suara.com - Presiden Prabowo Subianto mengundang sejumlah ulama serta tokoh dari organisasi masyarakat (ormas) Islam ke Istana Kepresidenan, Jakarta.
Pantauan di lokasi, sejumlah tokoh Islam sudah merapat ke kompleks Istana.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Iskandar menyampaikan kehadirannya di Istana dalam rangka agenda buka puasa bersama.
Hadir mendampingi Anwar, Ketua Bidang Penanggulangan Bencana Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 2025-2030, Nusron Wahid.
Anwar menyampaikan selain dari MUI, akan hadir sejumlah pimpinan dari ormas Iskam, mubalig, serta sejumlah pengasuh pondok pesantren.
Undangan buka puasa bersama di Istana, dikatakan Anwar sudah diterima sejak Rabu kemarin.
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) juga dikabarkan hadir dalam kapasitas sebagai Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI).
Terpisah, Rais Aam KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir tiba di Istana.
Anwar mengaku belum mengetahui apakah dalam agenda buka puasa bersama turut dibahas mengenai konflik di Timur Tengah.
Baca Juga: 10 Biang Kerok Fitch Pangkas Outlook Utang RI Jadi Negatif
Menurutnya hanya agenda buka puasa berdama mengingat waktu singkat. Tetapi ia berharap akan ada diskusi.
"Rasanya begitu. Kalau ada diskusi malah lebih bagus karena kan ya mungkin perlu ada komunikasi yang kebih bagus antara ulama dan umara," kata Anwar.
Sementara itu ditanya mengenai pandangan mengenai konflik di Timur Tengah menyusul serangan AS-Israel terhadap Iran, Anwar menyerukan pentingnya semua pihak untuk menahan diri.
"Yang jelas, kita inginnya itu semuanya menahan diri, perdamaian tercipta, dan tidak berpengaruh kepada ekonomi, terutama Indonesia. Kalau berpengaruh kan kalian juga susah," kata Anwar.
Berita Terkait
-
Tensi Timur Tengah Memanas, Menlu Sugiono Telepon Menlu UEA hingga Prabowo Siap Mediasi ke Teheran
-
Dino Patti Djalal Pertanyakan Sikap Pemerintah RI Atas Gugurnya Ali Khamenei
-
Seskab: Surat Duka Cita Gugurnya Ali Khamenei Ditulis Prabowo untuk Presiden Iran
-
Tak Sekadar Silaturahmi: AHY Sebut Pertemuan Prabowo Bareng Mantan Presiden Punya Misi Khusus
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Bedak Sekaligus Foundation Namanya Apa? Ini 4 Rekomendasi yang Ringan di Wajah
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Kades Salah Administrasi Tak Bisa Jadi Tersangka? Simak Aturan Baru dari Jaksa Agung Burhanuddin
-
Hashim Sebut Program MBG Banyak Diserang Fitnah dan Hoaks dari Kelompok Tertentu
-
Ternyata Ide Makan Bergizi Gratis Sudah Dirancang Prabowo Sejak 2006, Jauh Sebelum Ada Gerindra
-
Penikaman Kader Golkar Nus Kei di Maluku Tenggara Picu Kekhawatiran Stabilitas Daerah
-
Terima Kunjungan Mentan di Gudang Bulog Jatim, Dirut Pastikan Stok Beras Tertinggi Sepanjang Sejarah
-
Kebakaran Hebat Hanguskan 1.000 Rumah di Kampung Bahagia Malaysia dalam Sekejap
-
Pramono Anung Ungkap Cara Putus Rantai Kemiskinan di Jakarta: Kunci di Pendidikan
-
Pasukan Perdamaian Prancis Gugur, RI Tegas: Serangan ke UNIFIL Tak Bisa Diterima
-
Skorsing 19 Hari, Siswa yang Acungkan Jari Tengah ke Guru Terancam Tidak Naik Kelas
-
Gudang Bulog Penuh, Presiden Sebut Negara Hadir Penuhi Kebutuhan Dasar Rakyat