- Menlu RI Sugiono telepon Menlu UEA pada Rabu (4/3) membahas dampak serangan yang terjadi di Timur Tengah.
- Indonesia menyampaikan simpati atas korban jiwa sekaligus menegaskan komitmen pada hukum internasional dan kedaulatan wilayah.
- Presiden Prabowo siap memimpin misi diplomasi tingkat tinggi ke Teheran jika semua pihak yang bertikai menyetujuinya.
Suara.com - Indonesia terus bergerak aktif di tengah eskalasi konflik yang kian membara di Timur Tengah. Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, melakukan pembicaraan mendalam via telepon dengan Menlu Uni Emirat Arab (UEA), Sheikh Abdullah bin Zayed Al Nahyan, pada Rabu (4/3), untuk merespons situasi kawasan yang semakin kritis.
Dalam keterangannya, Menlu Sugiono mengungkapkan bahwa komunikasi ini dilakukan untuk memetakan dampak serangan yang terjadi di wilayah tersebut.
"Saya telah menelpon Menteri Luar Negeri UEA Abdullah bin Zayed untuk bertukar pandangan tentang perkembangan terkini di kawasan Timur Tengah, termasuk penilaian mereka terhadap serangan yang berdampak pada wilayahnya," kata Sugiono dalam keterangannya yang diunggah di platform X, dikutip di Jakarta, Kamis (5/3).
Komitmen Kedaulatan dan Simpati Indonesia
Di tengah bayang-bayang peperangan, Sugiono menyampaikan rasa simpati mendalam dari rakyat Indonesia atas jatuhnya korban jiwa. Ia menegaskan posisi Indonesia yang tidak tergoyahkan dalam menjunjung tinggi hukum internasional.
"Saya menyampaikan simpati Indonesia atas korban jiwa dan menegaskan kembali posisi prinsip kami dalam menghormati kedaulatan dan integritas wilayah, serta menjunjung tinggi hukum internasional dan prinsip-prinsip Piagam PBB," imbuhnya.
Ia juga menekankan bahwa diplomasi Indonesia saat ini difokuskan sepenuhnya untuk menekan eskalasi agar konflik tidak semakin meluas.
Situasi di Timur Tengah mencapai titik didih menyusul serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada Sabtu (28/2). Serangan yang menyasar ibu kota Teheran tersebut tidak hanya merusak infrastruktur vital, tetapi juga memicu guncangan besar karena menelan korban jiwa, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.
Iran merespons serangan tersebut dengan meluncurkan gelombang drone dan rudal yang menargetkan posisi Israel serta aset-aset militer AS di sejumlah negara Teluk.
Baca Juga: Seskab: Surat Duka Cita Gugurnya Ali Khamenei Ditulis Prabowo untuk Presiden Iran
Misi Damai: Prabowo Siap Turun Tangan ke Teheran
Menyikapi kegentingan ini, Pemerintah Indonesia menyerukan agar permusuhan segera dihentikan. Indonesia menyatakan kesiapannya untuk berada di garda depan sebagai fasilitator dialog demi mengembalikan kondusivitas kawasan.
Langkah konkret bahkan telah disiapkan. Melalui pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri RI, Presiden Prabowo Subianto menyatakan kesediaannya untuk melakukan misi diplomasi tingkat tinggi.
Prabowo dikabarkan bersedia bertolak langsung ke Teheran untuk memediasi pihak-pihak yang bertikai, dengan catatan langkah ini mendapatkan persetujuan dari kedua belah pihak yang berkonflik.
Berita Terkait
-
Dino Patti Djalal Pertanyakan Sikap Pemerintah RI Atas Gugurnya Ali Khamenei
-
Seskab: Surat Duka Cita Gugurnya Ali Khamenei Ditulis Prabowo untuk Presiden Iran
-
Tak Sekadar Silaturahmi: AHY Sebut Pertemuan Prabowo Bareng Mantan Presiden Punya Misi Khusus
-
10 Biang Kerok Fitch Pangkas Outlook Utang RI Jadi Negatif
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- Bedak Sekaligus Foundation Namanya Apa? Ini 4 Rekomendasi yang Ringan di Wajah
- Sudah 4 Bulan Ditahan, Bupati Pati Sudewo Sampaikan Pesan Rindu dari Rutan KPK
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Terima Kunjungan Mentan di Gudang Bulog Jatim, Dirut Pastikan Stok Beras Tertinggi Sepanjang Sejarah
-
Kebakaran Hebat Hanguskan 1.000 Rumah di Kampung Bahagia Malaysia dalam Sekejap
-
Pramono Anung Ungkap Cara Putus Rantai Kemiskinan di Jakarta: Kunci di Pendidikan
-
Pasukan Perdamaian Prancis Gugur, RI Tegas: Serangan ke UNIFIL Tak Bisa Diterima
-
Skorsing 19 Hari, Siswa yang Acungkan Jari Tengah ke Guru Terancam Tidak Naik Kelas
-
Gudang Bulog Penuh, Presiden Sebut Negara Hadir Penuhi Kebutuhan Dasar Rakyat
-
Ketua Golkar Malra Nus Kei Tewas Ditikam, Polisi Tangkap 2 Terduga Pelaku
-
Uya Kuya Polisikan Akun Threads Soal Hoaks 750 Dapur MBG, Ini Detail Laporannya
-
10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
-
KPK Bongkar Motif Korupsi Kepala Daerah: Bukan Cuma Biaya Politik, Ada yang Demi THR Pribadi