- Hujan dan angin kencang di Magetan pada Minggu sore menyebabkan pohon trembesi tumbang menimpa tiga pengendara motor.
- Peristiwa di Jalan Raya Magetan-Ngawi mengakibatkan satu korban meninggal dunia (anak 10 tahun) dan dua luka.
- BPBD Magetan membersihkan dampak pohon tumbang, mengimbau warga waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi.
Suara.com - Hujan disertai angin kencang yang melanda Kabupaten Magetan, Jawa Timur pada Minggu sore mengakibatkan pohon tumbang dan menimpa pengendara sepeda motor di Jalan Raya Magetan–Ngawi, Desa Bayemtaman, Kecamatan Kartoharjo.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Magetan mencatat tiga orang menjadi korban dalam peristiwa tersebut, dengan satu orang meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka.
"Hujan intensitas ringan hingga sedang disertai angin kencang yang terjadi pada Minggu sore mengakibatkan pohon jenis trembesi tumbang dan menimpa tiga korban pengendara sepeda motor yang berboncengan di Jalan Raya Magetan-Ngawi, Desa Bayemtaman, Kecamatan Kartoharjo, Kabupaten Magetan. Dari tiga korban tersebut, satu meninggal dunia dan dua lainnya luka," ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magetan Eka Radityo di Magetan, seperti dikutip dari Antara, Minggu (8/3/2026).
Korban meninggal dunia diketahui bernama Artha Rizky (10), warga Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi. Sementara kedua orang tuanya, Agus Tri Antoko (36) dan Supriyani (36), mengalami luka-luka dan telah mendapatkan perawatan medis di puskesmas terdekat.
Eka menjelaskan, berdasarkan keterangan warga dan petugas di lapangan, peristiwa terjadi saat sepeda motor yang ditumpangi korban melintas di lokasi. Tiba-tiba angin kencang merobohkan pohon trembesi di tepi jalan.
Pohon tersebut langsung tumbang dan menimpa pengendara yang berada tepat di bawahnya sehingga tidak sempat menghindar. Batang pohon yang roboh juga sempat menutup seluruh badan jalan dan menghambat arus kendaraan di jalur Magetan–Ngawi.
Warga sekitar yang menyaksikan kejadian itu segera memberikan pertolongan dengan mengevakuasi korban ke tepi jalan serta menghubungi petugas BPBD, kepolisian, dan tenaga kesehatan.
"Setelah mendapat laporan, kami bersama petugas gabungan langsung melakukan penanganan. Korban dievakuasi ke Puskesmas Karangrejo, serta pohon yang menutup badan jalan dipotong dan dibersihkan bersama warga agar lalu lintas kembali normal," katanya.
Setelah proses pendataan selesai, korban luka diperbolehkan kembali ke rumah masing-masing, sementara korban meninggal diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Baca Juga: Hujan dan Angin Kencang, Satu Pengendara Motor Tewas Tertimpa Pohon Tumbang di Lenteng Agung
Selain di lokasi tersebut, pohon tumbang akibat angin kencang juga dilaporkan terjadi di Jalan Raya Maospati–Magetan–Ngawi di Desa Purwosari, Kecamatan Magetan, serta menimpa pagar milik Puskesmas Kawedanan di Desa Karangrejo, Kecamatan Kawedanan.
BPBD Magetan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama saat hujan disertai angin kencang.
Peringatan ini juga merujuk pada peringatan dini cuaca ekstrem yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika untuk periode 1–10 Maret 2026.
Warga diminta menghindari aktivitas di luar rumah saat hujan lebat disertai angin kencang serta tidak berteduh di bawah pohon besar atau pohon miring yang berpotensi tumbang.
Berita Terkait
-
Hujan dan Angin Kencang, Satu Pengendara Motor Tewas Tertimpa Pohon Tumbang di Lenteng Agung
-
Kecelakaan Tragis di Koja: Nenek Penumpang Ojek Tewas Terlindas Trailer Usai Pulang Berobat
-
Tragedi Jumat Pagi di Jalur Transjakarta: Pemotor Tewas Usai Menghantam Pembatas Jalan
-
Rem Kontainer Blong Picu Kecelakaan Beruntun di Tol Cipularang: 2 Tewas, 4 Luka Berat!
-
Dampak Angin Kencang, 86 Pohon Tumbang dan Papan Reklame Roboh di Semarang
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim