- Kecelakaan fatal terjadi pada Jumat (6/3/2026) pagi, melibatkan bus Transjakarta dan pengendara motor.
- Insiden pukul 05.30 WIB terjadi dekat Halte Bendengan Selatan saat motor memasuki jalur khusus bus.
- Korban dinyatakan meninggal dunia usai dievakuasi ke RSCM; penanganan kasus kini di Ditlantas Polda Metro Jaya.
Suara.com - Petaka maut merenggut nyawa seorang pengendara sepeda motor di jalur khusus bus Transjakarta pada Jumat (6/3/2026) pagi.
Insiden nahas tersebut melibatkan armada bus besar yang sedang melayani rute vital menuju pusat pemerintahan ibu kota.
Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, memberikan pernyataan resmi terkait kejadian tersebut.
"PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menyampaikan duka cita mendalam atas kecelakaan lalu lintas yang melibatkan bus bernomor bodi DMR 250276 dengan seorang pengendara sepeda motor di rute 1A (Pantai Maju – Balaikota) sekitar pukul 05.30 WIB," ujar Ayu dalam keterangannya kepada Suara.com hari ini.
Benturan keras itu bermula dari hilangnya kendali atas sepeda motor saat melintas di dekat perhentian penumpang.
"Insiden terjadi selepas Halte Bendengan Selatan saat korban diduga menabrak pembatas jalan (MCB) dan masuk ke jalur bus, sehingga terjadi kontak yang tidak terhindarkan," lanjut Ayu.
Seusai kecelakaan, petugas di lapangan segera melakukan evakuasi medis darurat demi menyelamatkan korban.
"Korban langsung dievakuasi ke RSCM dan dinyatakan meninggal dunia," kata Ayu.
Guna mengusut tuntas perkara ini, manajemen menyerahkan sepenuhnya upaya investigasi kepada aparat penegak hukum.
Baca Juga: 7 Fakta Mencekam Kecelakaan Karambol Exit Tol Bawen, Truk Rem Blong Sapu 10 Kendaraan
"Penanganan kasus ini sedang dilakukan oleh Ditlantas Polda Metro Jaya," jelas Ayu.
Mengakhiri pemaparannya, perwakilan badan usaha milik daerah tersebut menitipkan sebuah pesan agar keselamatan selalu menjadi prioritas utama.
"Kami terus menghimbau pengguna jalan, agar bersama-sama tertib berlalu-lintas," pungkas Ayu.
Berita Terkait
-
Rem Kontainer Blong Picu Kecelakaan Beruntun di Tol Cipularang: 2 Tewas, 4 Luka Berat!
-
Gagal Salip Bus dari Kiri, Pemotor Tewas Hantam Separator Jalur TransJakarta Kampung Melayu
-
Kecelakaan TransJakarta di Gunung Sahari: Pemotor Tewas Usai Nekat Terobos Jalur Busway
-
7 Fakta Mencekam Kecelakaan Karambol Exit Tol Bawen, Truk Rem Blong Sapu 10 Kendaraan
-
Teknologi ADAS Bisa Jadi Solusi Tekan Angka Kecelakaan Akibat Human Error di Jalan Raya
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- PP THR dan Gaji 13 Tahun 2026 Diumumkan, Ini Jadwal Cair dan Rincian Lengkapnya
- Selat Hormuz Milik Siapa? Jalur Sempit Banyak Negara Tapi Iran Bisa Buka Tutup Aksesnya
Pilihan
-
Iran Tutup Pintu Negosiasi, Dubes: Kami Bereskan Musuh di Medan Perang
-
Fatwa Ayatollah Ali Khamenei soal Senjata Nuklir: Haram!
-
KPK Ungkap ART Fadia Arafiq Jadi Direktur PT RNB, Diduga Alat Korupsi Rp13,7 Miliar
-
Dua Hari Lalu Dinyatakan Gugur, Eks Presiden Iran Ahmadinejad Masih Hidup
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
Terkini
-
Aliansi Mahasiswa Demo di DPR Tolak BoP dan Serukan Lawan Imperialisme, Ribuan Polisi Disiagakan
-
Alarm Bahaya BPBD Menyala, Cuaca Ekstrem Kepung Jakarta hingga 12 Maret
-
Tinggal Lapor ke Prabowo, Komisi Reformasi Polri: Ada 8 Perpol dan 24 Perkap Harus Direvisi
-
Berlumur Lumpur ke Pengadilan: Mengapa Masyarakat Adat Malind Menggugat Proyek Jalan PSN di Merauke?
-
Kemenag Cairkan Tunjangan Profesi Guru Madrasah Secara Bertahap Mulai Pekan Ini
-
Bareskrim Polri Kembali Periksa Pandji Pragiwaksono Terkait Kasus Toraja Senin Depan!
-
Sisi Gelap Fast Fashion: Industri Fesyen Penyumbang 10 Persen Emisi Global, Apa yang Bisa Dilakukan?
-
Waspadai Sikap Ngawur Donald Trump, Pakar UGM Sarankan Diplomasi Halus Terkait Ide Keluar dari BoP
-
Ikut Terima Uang, Suami dan Anak Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Akan Dipanggil KPK
-
AHY Bicara ke Gen Z: Kota Boleh Global, Tapi Harus Tetap Berakar pada Identitas Lokal