-
Inggris mengirim HMS Dragon ke Mediterania guna menangkal serangan drone di pangkalan Siprus.
-
Netanyahu menyerukan rakyat Iran untuk menggulingkan rezim Ayatollah di tengah meningkatnya serangan Israel.
-
Perang mengakibatkan ribuan korban jiwa dan kerusakan masif pada ribuan rumah tinggal di Iran.
Suara.com - Ketegangan di wilayah Timur Tengah semakin memuncak setelah kapal perang kebanggaan Inggris, HMS Dragon, resmi bertolak menuju Mediterania.
Langkah taktis ini diambil guna memperkuat pengamanan di wilayah Siprus yang menjadi titik vital pertahanan Inggris di luar negeri.
Kehadiran armada Inggris ini mengikuti jejak Prancis hingga Australia yang sebelumnya telah lebih dulu menyiagakan kekuatan tempur mereka.
Manuver militer besar-besaran tersebut terjadi di tengah eskalasi konflik antara Iran melawan blok Amerika Serikat dan Israel.
Tekanan dari Presiden Donald Trump juga terus mengalir agar para sekutu di Eropa ikut andil membendung ancaman Teheran.
Melansir laporan AFP, kapal perusak tersebut meninggalkan dermaga Portsmouth pada Selasa kemarin dengan jadwal keberangkatan yang dipercepat.
Fokus utama misi ini adalah memproteksi pangkalan militer Inggris di Siprus dari potensi serangan udara jarak jauh.
Pekan lalu, sebuah insiden serius terjadi saat drone yang diduga milik milisi Hizbullah menghantam area sensitif di wilayah tersebut.
"HMS Dragon adalah salah satu kapal perang pertahanan udara paling mumpuni di dunia, dan kapal ini akan menambah kemampuan pertahanan kami," kata Kementerian Pertahanan Inggris kepada AFP.
Baca Juga: Kelicikan Zionis, Malu Banget Mengakui Israel Hancur Dibom Iran
Pengerahan aset tempur laut ini menjadi respons langsung atas serangan drone di pangkalan Angkatan Udara Kerajaan (RAF) Akrotiri.
Insiden pada 1 Maret lalu di Akrotiri sempat memicu kritik tajam dari pihak oposisi terhadap lambannya reaksi pemerintah.
Menanggapi hal itu, Angkatan Laut Kerajaan melakukan langkah luar biasa dengan memangkas waktu persiapan armada mereka.
Proses yang biasanya memakan durasi enam pekan berhasil diselesaikan hanya dalam waktu enam hari demi keamanan regional.
Pihak militer mengklaim bahwa HMS Dragon memiliki spesifikasi khusus untuk melumpuhkan pesawat nirawak hingga rudal balistik canggih.
Kemampuan ini dinilai krusial untuk menangkal proyektil yang diluncurkan oleh Iran maupun kelompok-kelompok proksinya di kawasan tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih
-
Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional
-
Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026
-
Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah
-
Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi
-
MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan
-
Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap
-
Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta
-
Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal
-
Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda