-
Inggris mengirim HMS Dragon ke Mediterania guna menangkal serangan drone di pangkalan Siprus.
-
Netanyahu menyerukan rakyat Iran untuk menggulingkan rezim Ayatollah di tengah meningkatnya serangan Israel.
-
Perang mengakibatkan ribuan korban jiwa dan kerusakan masif pada ribuan rumah tinggal di Iran.
Selain kapal perusak, London juga tengah menyiapkan satu armada tambahan untuk dikerahkan menuju zona panas Timur Tengah.
RFA Lyme Bay dipersiapkan sebagai kapal pendukung yang memiliki kapabilitas pendaratan serta fasilitas medis yang lengkap.
Kehadiran RFA Lyme Bay diharapkan mampu memberikan dukungan logistik jika situasi kemanusiaan di Mediterania Timur semakin memburuk.
Langkah ini sejalan dengan tindakan Yunani, Spanyol, dan Italia yang juga mengamankan aset militer mereka di sekitar pulau tersebut.
Di sisi lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu secara terbuka mengobarkan semangat perlawanan terhadap otoritas tertinggi di Iran.
Melalui platform digital X, pemimpin Israel tersebut mendesak masyarakat lokal Iran untuk segera mengakhiri kekuasaan pemerintahan Islam.
Netanyahu menegaskan bahwa militer Israel tidak akan ragu untuk terus menghantam lokasi-lokasi strategis milik pemerintah Iran.
Kekuatan serangan udara diprediksi akan semakin masif seiring berjalannya waktu dan intensitas perang yang meningkat.
Ia mengklaim bahwa kerja sama intelijen dan militer antara Amerika Serikat dan Israel telah melumpuhkan banyak target penting.
Baca Juga: Kelicikan Zionis, Malu Banget Mengakui Israel Hancur Dibom Iran
Netanyahu menyampaikan pesan yang sangat provokatif yang ditujukan langsung kepada penduduk yang berada di bawah kekuasaan Teheran.
Ia percaya bahwa mayoritas rakyat Iran mendambakan perubahan kepemimpinan yang lebih moderat dan bebas dari tekanan ideologi.
"Ayatollah sudah tidak ada lagi," kata Netanyahu, dikutip Al Jazeera.
Pernyataan ini dianggap sebagai upaya untuk memicu pemberontakan domestik di tengah tekanan militer dari pihak luar.
"Karena itu, Anda harus bertindak. Kami sedang menciptakan kondisi agar Anda dapat melakukannya. Ketika waktunya tepat, dan waktu itu semakin dekat, kami akan menyerahkan kesempatan itu kepada Anda. Bersiaplah untuk memanfaatkan momen ini!" tambah dia.
Konflik yang pecah sejak akhir Februari ini telah membawa dampak yang sangat memprihatinkan bagi penduduk sipil di Iran.
Data medis menunjukkan bahwa serangan gabungan telah mengakibatkan ribuan orang kehilangan nyawa dan menderita luka-luka.
Wakil Menteri Kesehatan Iran, Ali Jafarian, mengungkapkan fakta pahit mengenai jumlah korban yang terus bertambah setiap harinya.
Sedikitnya 1.255 jiwa dilaporkan tewas sementara sekitar 12.000 orang lainnya harus menjalani perawatan medis akibat luka perang.
Kondisi infrastruktur di Iran juga berada dalam titik nadir akibat gempuran yang menargetkan berbagai sektor fasilitas umum.
Duta Besar Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, memberikan gambaran detail mengenai kehancuran fisik yang dialami negaranya saat ini.
Ia menyebutkan bahwa operasi militer tersebut telah meluluhlantakkan hampir 10.000 titik yang merupakan lokasi pemukiman warga sipil.
Sektor pendidikan tidak luput dari kehancuran dengan puluhan sekolah dan lembaga formal yang kini rata dengan tanah.
Tercatat sekitar 65 bangunan sekolah hancur dan hampir 8.000 unit rumah tinggal warga sudah tidak bisa ditempati lagi.
Situasi di Timur Tengah kini berada pada titik didih yang melibatkan banyak kekuatan besar dunia dalam satu palagan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
- 5 HP Android dengan Kualitas Setara iPhone 13 Pro dan iPhone 13 Pro Max
Pilihan
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Susul Chatib Basri dan Luhut ke Istana
Terkini
-
Nama Fitroh Disebut Masuk BAP Kasus MBG, KPK Tegaskan Pimpinannya Tak Kenal Sony Sonjaya
-
Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya di Kasus Korupsi MBG
-
Pemerintah Diminta Tidak Perkeruh Ekonomi dengan Regulasi yang Membingungkan
-
Prabowo Jawab Kritik Sering ke Luar Negeri: Dulu Pak Jokowi Jarang Lawatan Juga Disalahkan
-
BTN JAKIM 2026 Hadirkan Race Expo di Balai Kartini dengan Promo Menarik dan Brand Ternama
-
Pemerintah Persilakan Kejagung Usut Siapapun Terlibat Korupsi BGN, Tak Peduli Jabatannya
-
Uang Pengganti Membengkak Jadi Rp13,4 Triliun, Kerry Riza Tak Terima dan Ajukan Kasasi
-
Wamendagri Wiyagus: Desa Berperan Penting Perkuat Ketahanan Nasional di Tengah Ketidakpastian Global
-
Heboh Isu SDN di Ende Digusur Jadi Kopdes, Jenderal Maruli: Gak Normal kalau Membubarkan Sekolah
-
Dilema Driver Ojol Pilih Mesin Motor Awet atau Kantong Jebol karena Harga Pertamax Naik