- Intelijen AS melaporkan Iran mulai menyebar puluhan ranjau di Selat Hormuz, mengancam jalur energi vital dunia.
- Presiden Trump mengancam konsekuensi besar jika Iran tidak segera menyingkirkan ranjau yang telah dipasang.
- Komando Pusat AS menghancurkan 16 kapal penebar ranjau Iran di Selat Hormuz sebagai respons tegas.
Suara.com - Iran disebut telah mulai menebar ranjau di Selat Hormuz. Hal itu disampaikan laporan yang bersumber dari intelijen Amerika Serikat (AS).
Langkah ini mengancam salah satu urat nadi energi global terpenting, mengingat perairan tersebut dilintasi sekitar 20 persen dari total pasokan minyak mentah dunia.
Dilansir dari media international, berdasarkan laporan intelijen Amerika Serikat, skala pemasangan ranjau saat ini memang belum masif baru berkisar puluhan ranjau yang disebar dalam beberapa hari terakhir.
Meski demikian, ancaman eskalasi sangat tinggi. Iran masih menyiagakan 80 hingga 90 persen armada kapal kecil dan kapal penebar ranjaunya.
Kondisi ini memungkinkan pasukan Teheran untuk menanam ratusan ranjau tambahan di jalur strategis tersebut sewaktu-waktu.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), yang saat ini mengontrol penuh kawasan selat bersama angkatan laut reguler Iran, didukung oleh persenjataan yang mumpuni.
Mereka siap mengerahkan kapal penyebar ranjau, perahu bermuatan bahan peledak, hingga jaringan baterai rudal pantai yang tersembunyi di berbagai titik.
Merespons memanasnya situasi tersebut, Presiden AS Donald Trump memberikan peringatan tegas melalui akun sosial media, Truth Social miliknya pada Selasa.
“Jika Iran telah memasang ranjau di Selat Hormuz, dan kami tidak memiliki laporan tentang hal itu, kami ingin ranjau tersebut disingkirkan, SEGERA!” tulis Trump, yang dikutip dari CNN Internasional, Rabu (11/3/2026).
Baca Juga: Iran Hampir Menang, Israel Hancur Lebur Hingga Dunia Diambang Krisis Minyak
Trump juga menegaskan bahwa “jika ranjau tersebut tidak segera dibersihkan, Iran akan menghadapi konsekuensi pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya. Jika Teheran bersedia menyingkirkan apa pun yang mungkin telah dipasang, itu akan menjadi langkah besar ke arah yang benar!" tambahnya.
Tindakan tegas pun langsung diambil oleh militer AS. Menyusul unggahan Trump, Menteri Pertahanan, Pete Hegseth, mengkonfirmasi melalui platform X.
"Komando pusat AS telah melenyapkan kapal-kapal penebar ranjau yang tidak aktif di Selat Hormuz, menghancurkannya dengan presisi tanpa ampun. Kami tidak akan membiarkan teroris menyandera Selat Hormuz,” jelasnya.
Secara terpisah, Komando pusat AS melalui unggahan media sosial pada Selasa (10/3/2026) malam mengumumkan rincian operasi tersebut. Mereka menyatakan militer AS sukses menghancurkan sejumlah armada laut Iran di sekitar Selat Hormuz, termasuk 16 unit kapal yang difungsikan sebagai penebar ranjau.
Kondisi di Selat Hormuz saat ini dinilai sangat kritis. Sebelumnya, IRGC telah mengeluarkan ancaman untuk menyerang kapal jenis apa pun yang nekat melintas, membuat jalur tersebut lumpuh dan tertutup sejak awal pecahnya konflik. Mengingat tingginya risiko keamanan selat saat ini yang digambarkan layaknya "lembah kematian".
Terkait dengan perlindungan armada komersial, sejumlah pejabat AS pada hari Selasa menyatakan bahwa Angkatan Laut AS hingga kini belum memberikan pengawalan bagi kapal-kapal yang melewati selat tersebut.
Namun, pada hari Senin, Trump mengindikasikan bahwa pemerintahannya tengah mengkaji opsi pengawalan tersebut.
Reporter: Tsabita Aulia
Berita Terkait
-
Diancam Kehancuran Total oleh AS, Teheran Peringatkan Donald Trump: Anda yang Bakal Binasa!
-
Konflik Kian Panas, Iran Tutup Pintu Gencatan Senjata Lawan Rezim Zionis
-
Kelicikan Zionis, Malu Banget Mengakui Israel Hancur Dibom Iran
-
Perang Iran Memanas! Pentagon Akui 147 Tentara AS Jadi Korban dalam Operation Epic Freedom
-
Iran Hampir Menang, Israel Hancur Lebur Hingga Dunia Diambang Krisis Minyak
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih
-
Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional
-
Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026
-
Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah
-
Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi
-
MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan
-
Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap
-
Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta
-
Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal
-
Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda