-
Sebanyak 140 tentara Amerika Serikat terluka dalam Operation Epic Freedom yang dimulai Februari lalu.
-
Tujuh prajurit AS dikonfirmasi tewas akibat serangan rudal Iran di Kuwait dan Arab Saudi.
-
Presiden Donald Trump mengklaim risiko perang menurun setelah militer Iran melemah di awal operasi.
Suara.com - Pentagon mengungkapkan sekitar 140 tentara Amerika Serikat mengalami luka sejak dimulainya operasi militer terhadap Iran yang diberi nama Operation Epic Freedom pada 28 Februari 2026.
Pihak Pentagon mengklaim para korban mengalami luka ringan. Juru bicara Pentagon, Sean Parnell, mengatakan mayoritas personel militer yang terluka sudah kembali menjalankan tugas.
“Sebagian besar dari cedera ini bersifat ringan,” kata Parnell dalam pernyataan resmi dilansir dari NY Post.
Ia menambahkan, 108 prajurit telah kembali bertugas, sementara sejumlah lainnya masih menjalani perawatan.
“Delapan anggota militer masih tercatat mengalami luka serius dan menerima perawatan medis tingkat tertinggi,” ujarnya.
Pentagon tidak merinci waktu dan lokasi pasti terjadinya luka-luka tersebut.
Namun laporan menyebut korban muncul di berbagai titik operasi sejak eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
Selain korban luka, militer AS juga mengonfirmasi adanya korban jiwa.
Sedikitnya tujuh tentara Amerika tewas akibat serangan Iran, termasuk enam korban dalam serangan rudal pada pangkalan militer AS di Kuwait pada 1 Maret.
Baca Juga: Iran Hampir Menang, Israel Hancur Lebur Hingga Dunia Diambang Krisis Minyak
Seorang tentara lainnya juga dilaporkan tewas pada hari yang sama setelah pangkalan militer AS di Arab Saudi menjadi target serangan.
Sementara satu anggota militer tambahan meninggal dunia pada 6 Maret akibat kondisi medis darurat yang belum dijelaskan.
Gedung Putih sebelumnya memperkirakan jumlah korban luka berada di kisaran 150 personel militer.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt menanggapi laporan media internasional.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan risiko terhadap pasukan AS telah menurun setelah serangan besar pada awal operasi militer.
Ia mengklaim serangan awal berhasil melemahkan kemampuan militer Iran.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Amerika Serikat Perluas Blokade Iran ke Selat Hormuz Hingga Samudra Pasifik dan Hindia
-
Perang AS - Iran Bikin Eropa Boncos, Biaya Impor Bahan Bakar Bengkak Rp 505 Triliun
-
Halalbihalal Tokoh Sumbagsel: Mendagri Tito Ajak Rumuskan Program Nyata 2027-2029
-
Gaji Jurnalis Pemula Disorot: Idealnya Rp 9,1 Juta, Faktanya Masih Banyak di Bawah UMR
-
PERKUPI Lantik Pengurus Jakarta, Tegaskan Peran Jaga Kerukunan Umat Beragama di Ibu Kota
-
Alasan KPK Dorong Capres hingga Cakada dari Kader Parpol: Demi Cegah Mahar Politik
-
Hadirkan Raisa hingga Yura Yunita, Pagelaran Sabang Merauke 2026 Siap Guncang Indonesia Arena!
-
Terseret Pusaran Narkoba, Pemprov DKI Jakarta Segel Permanen Whiterabit PIK
-
Swadaya Warga Matraman Lindungi Ibu Hamil dan Anak dari Asap Rokok
-
Dokumen Pentagon Bocor Ungkap Rencana AS Hukum Spanyol dan Inggris Terkait Perang di Iran