- HRW menuding militer Israel menembakkan fosfor putih di atas permukiman Yohmor, Lebanon selatan, pada 3 Maret 2026.
- Penggunaan fosfor putih meledak di udara dinilai melanggar hukum humaniter internasional karena tidak membedakan target sipil.
- Senjata ini menyebabkan luka bakar parah, keracunan sistemik, serta memicu kebakaran besar pada area padat penduduk.
“Penduduk harus segera mengevakuasi rumah mereka dan menjauh dari desa setidaknya 1.000 meter,” kata Adraee dalam pengumuman tersebut.
HRW menyatakan belum dapat memastikan apakah ada korban akibat penggunaan fosfor putih pada hari itu.
Foto lain yang diverifikasi HRW menunjukkan tim pertahanan sipil memadamkan api di atap rumah dan sebuah mobil.
Asap juga terlihat keluar dari balkon rumah yang disebut terdampak fosfor putih.
Menurut analisis HRW, kebakaran kemungkinan disebabkan serpihan pembakar yang tersebar dari proyektil fosfor putih yang meledak di udara.
Serpihan tersebut dapat menyebar hingga radius 125 hingga 250 meter dari titik ledakan.
Sejak eskalasi konflik antara Israel dan kelompok Hizbullah pada 2 Maret, Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan sedikitnya 217 orang tewas hingga 6 Maret.
Ratusan ribu warga juga dilaporkan mengungsi dari wilayah selatan Lebanon.
Bahaya Peluru Fospor Putih
Baca Juga: Kelakuan Zionis! Diam-diam Israel Tebang Ratusan Pohon Zaitun, Kenapa Gak Pohon Gharqad?
Fosfor putih adalah bahan kimia yang sering dipakai dalam amunisi militer.
Zat ini mudah menyala sendiri saat terkena udara dan menghasilkan panas sangat tinggi serta asap tebal.
Karena sifatnya itu, penggunaannya di daerah yang ada warga sipil sering dianggap sangat berbahaya.
Berikut bahaya utamanya bagi warga sipil, terutama anak-anak dan perempuan:
1. Luka bakar sangat parah
Ketika fosfor putih mengenai tubuh manusia, ia terus terbakar sampai oksigen habis.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Bantah Isu Bansos Dipotong, Gus Ipul: Itu Narasi Menyesatkan dan Potensi Penipuan!
-
Donald Trump Klaim Terima Usulan Baru dari Iran usai Batalkan Misi Perundingan ke Pakistan
-
Donald Trump Batalkan Keberangkatan Utusan ke Pakistan, Negosiasi Iran AS Kembali Buntu
-
Motif Konyol 'Prank' Damkar Semarang Terungkap: Kesal Debitur Susah Ditagih Utang Rp2 Juta!
-
WHO Sebut Butuh Rp172 Triliun untuk Pulihkan Sistem Kesehatan Gaza dalam 5 Tahun
-
Kekerasan Anak di Little Aresha, Pengurus Hingga Pemilik Terancam Hukuman Berat
-
Bidik Top 50 Kota Global, Jakarta Resmi Jalin Kerja Sama Sister City dengan Jeju Korsel
-
SPAI Desak Pemerintah: Hapus Perbudakan Modern, Akui Pengemudi Ojol Sebagai Pekerja Formal!
-
Bukan Intervensi! Eks Penyidik: Usul KPK Capres Wajib Kader Partai Bentuk Kontribusi Pemikiran
-
Setelah 21 Tahun, Akankah Transjakarta Akhiri Era Tiket Murah Rp 3.500?