- Badan Gizi Nasional menghentikan operasional dapur program Makan Bergizi Gratis di Pamekasan akibat laporan menu lele yang dinilai mentah.
- Penghentian sementara ini bertujuan untuk melakukan evaluasi mendalam terhadap proses pengolahan dan penyajian makanan program MBG.
- Dapur tersebut memasok makanan kepada 3.329 penerima manfaat, termasuk siswa, guru, ibu hamil, menyusui, dan balita.
Suara.com - Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Pademawu, Buddagan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur. Keputusan ini diambil setelah muncul laporan soal menu MBG yang disebut masih mentah.
Penghentian sementara dilakukan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memasok makanan ke sejumlah sekolah di wilayah tersebut.
Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II BGN Albertus Dony Dewantoro mengatakan keputusan itu diambil setelah polemik menu MBG berupa lele yang memicu penolakan dari pihak sekolah.
“Berdasarkan pertimbangan pimpinan BGN, permasalahan tersebut dinilai telah menghambat proses distribusi dalam Program Makan Bergizi Gratis. Oleh karena itu, operasional SPPG Pamekasan Pademawu Buddagan untuk sementara waktu dihentikan,” kata Dony dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (11/3).
Menurut dia, penghentian operasional dilakukan untuk membuka ruang evaluasi terhadap proses pengolahan hingga penyajian makanan dalam program MBG di lokasi tersebut.
Selama masa penghentian, BGN akan melakukan pembinaan sekaligus memperbaiki sistem operasional dapur penyedia makanan sebelum kembali beroperasi.
“Operasional SPPG akan kembali dibuka setelah proses evaluasi, pembinaan, dan perbaikan dinyatakan selesai oleh pihak berwenang. Pemerintah berharap perbaikan tersebut dapat memastikan kualitas dan keamanan makanan yang diberikan kepada para siswa,” ujarnya.
Kasus ini mencuat setelah video menu MBG yang memperlihatkan lele diduga mentah beredar luas di media sosial pada Senin (9/3). Video tersebut diambil dari salah satu sekolah di Kabupaten Pamekasan.
Sebelumnya, pihak sekolah diketahui menolak distribusi makanan tersebut karena menilai menu yang diberikan tidak layak dikonsumsi siswa.
Baca Juga: YGMD Tempuh Jalur Hukum Terkait Prosedur Tata Kelola Program Makan Bergizi Gratis
Namun pihak dapur penyedia makanan menyebut menu tersebut sebenarnya merupakan lele marinasi, bukan ikan mentah.
Ahli Gizi SPPG Pamekasan Pademawu Buddagan Fikri Kuttawakil menjelaskan metode marinasi digunakan untuk menjaga kualitas gizi sekaligus ketahanan bahan pangan sebelum diolah lebih lanjut.
“Kenapa kami menggunakan lele marinasi, pertama untuk mencegah berkurangnya gizi di lele itu dan menambah protein di hari itu. Dimarinasi, lele juga bisa bertahan sampai satu hari,” jelas Fikri.
Dapur SPPG tersebut diketahui melayani 3.329 penerima manfaat di wilayah Pamekasan. Penerima program tidak hanya siswa sekolah, tetapi juga tenaga pendidik serta kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
BGN memastikan operasional dapur akan kembali berjalan setelah evaluasi selesai dilakukan. Sementara itu, polemik kualitas makanan dalam program MBG masih menjadi sorotan publik setelah video menu lele tersebut viral di media sosial.
Berita Terkait
-
208 SPPG di DIY Dihentikan Sementara, Bisa Operasi Lagi Setelah Penuhi Standar Sanitasi dan Mess Tim
-
Badan Gizi Nasional Geber Sertifikasi SLHS di 8 Wilayah untuk MBG
-
BGN Klarifikasi Video Viral Menu MBG di Pamekasan, Sebut Paket Makanan Sebenarnya Lengkap
-
YGMD Tempuh Jalur Hukum Terkait Prosedur Tata Kelola Program Makan Bergizi Gratis
-
BGN Ancam Putus Kontrak Pengelola Dapur MBG yang Hanya Berorientasi Bisnis
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap! Diduga Edarkan Narkoba Bersama Enam Anak Buah
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Geger Spanduk 'Tangkap Jokowi' Bertebaran di Lebak Jelang Kunjungan ke Banten
-
Karhutla Sumsel Terus Meluas, Mengapa Muba dan Ogan Ilir Jadi Titik Terparah?
-
Generasi Muda Disebut Jadi Kunci Hadapi Tantangan Perubahan Iklim hingga Ketahanan Pangan
-
Dakwaan Dibatalkan Hakim, Jaksa Kembali Limpahkan Perkara dr Tifa ke PN Jakarta Timur
-
HKBP Perkuat Komitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan
-
Resmi Dihibahkan ke Pemprov Jabar, Teras Cihampelas Bandung Bakal Dibongkar Total
-
Hilirisasi Sawit RI Diklaim Sukses, 80% Ekspor Tak Lagi Produk Mentah
-
5 Fakta Kapal Jukung Terbakar di Sungai Musi, Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki
-
Bakery Singapura BIdik Pasar Kuliner RI, Ekspansi Perdana ke Jakarta
-
BGN Enggan MBG Dibenturkan dengan Sekolah Roboh: Enggak Nyambung