News / Internasional
Kamis, 12 Maret 2026 | 21:01 WIB
Serangan drone milik Iran yang menghantam Dubai, UEDA memicu kepanikan di kota yang selama ini dikenal sebagai surga bebas pajak. [Tangkap layar X]
Baca 10 detik
  • Serangan drone Iran dilaporkan melukai empat orang di Bandara Dubai, meski otoritas setempat menyatakan insiden tidak serius.
  • Kementerian Pertahanan UEA mengklaim berhasil mencegat sebagian besar rudal dan drone, tetapi ada laporan kontradiktif dari pihak lain.
  • Pemerintah UEA dilaporkan melarang warga memposting video serangan dan mengancam hukuman berat bagi kritik reputasi negara.

Perusahaan teknologi seperti Google, Microsoft, hingga Nvidia disebut masuk daftar target potensial.

“Itu membuat hampir seluruh kawasan ekspatriat dan turis di Dubai menjadi sasaran,” kata sumber yang dikutip Haigh.

Ia juga mengungkap pemerintah UEA mengirim pesan massal yang melarang warga memposting video serangan.

“Tidak boleh ada konten yang memicu kepanikan. Bahkan menyebutkan ledakan bisa berujung penjara,” tulisnya.

Menurut Haigh, para influencer dipaksa tetap menampilkan kehidupan mewah.

“Media sosial penuh video pesta dan pantai, tapi kenyataannya orang hidup dalam ketakutan. Mereka bilang, ‘Jangan khawatir, kami aman,’ karena mereka tahu siapa yang berkuasa.”

Ia memperingatkan kritik terhadap pemerintah bisa berujung denda hingga £200.000 dan hukuman penjara panjang.

“Siapa pun yang merusak reputasi negara bisa dipenjara bertahun-tahun,” katanya.

Kontributor: Azka Putra

Baca Juga: Gegara Perang, Zulhas Klaim RI Kebanjiran Order Pupuk Urea dari Negara Lain

Load More