- Pemerintah Ukraina menawarkan teknologi pertahanan drone teruji mereka kepada Amerika Serikat tujuh bulan sebelum konflik Timur Tengah memanas.
- Pemerintahan Donald Trump mengabaikan presentasi detail solusi pertahanan drone Ukraina, yang kini dianggap kesalahan taktis besar.
- AS kini terpaksa meminta bantuan Kyiv untuk mengatasi lonjakan serangan drone Iran yang menyebabkan kerugian signifikan pada aset mereka.
Suara.com - Sekitar tujuh bulan lalu, jauh sebelum ketegangan di Timur Tengah mencapai titik didih sebagai perang, pemerintah Ukraina sebenarnya telah mencoba menawarkan solusi mutakhir kepada Amerika Serikat.
Teknologi yang mereka tawarkan bukan sekadar konsep di atas kertas, melainkan sistem pertahanan yang telah teruji di medan perang untuk menjatuhkan drone tempur buatan Iran.
Laporan eksklusif dari Axios, dikutip hari Kamis (12/3/2026), mengungkapkan pejabat Ukraina bahkan menyiapkan presentasi PowerPoint yang menunjukkan secara detail bagaimana teknologi mereka dapat melindungi pasukan AS dan sekutunya dalam perang melawan Iran.
Namun, alih-alih menerima kerja sama tersebut, pemerintahan Donald Trump justru mengabaikan tawaran tersebut.
Kini, setelah agresi militer terhadap Iran dimulai pada 28 Februari lalu, Gedung Putih terpaksa menjilat ludah sendiri.
Lonjakan serangan drone Iran yang lebih besar dari perkiraan telah memaksa AS untuk berbalik arah dan memohon bantuan teknologi kepada Kyiv.
'Kesalahan Taktis Terbesar' Pemerintahan Trump
Penolakan terhadap tawaran Ukraina kini dianggap sebagai salah satu kesalahan perhitungan taktis terbesar oleh pemerintahan Trump sejak pemboman terhadap Iran dimulai.
Drone Shahed buatan Iran yang relatif murah, telah dikaitkan dengan kematian tujuh tentara AS dan menghabiskan jutaan dolar biaya intersepsi bagi Pakde Sam dan sekutu regionalnya.
Baca Juga: Gara-gara Donald Trump Salah Perhitungan, 2 Hari Perang AS Habiskan Rp 94 Triliun
Seorang pejabat AS mengakui besarnya lubang dalam strategi pertahanan mereka.
“Bila ada kesalahan taktis atau kekeliruan yang kami buat menjelang (perang di Iran) ini, inilah dia,” aku seorang pejabat AS.
Ukraina saat ini merupakan negara paling berpengalaman di dunia dalam memerangi drone Shahed, yang dibeli dan direproduksi oleh Rusia dalam jumlah ribuan untuk invasinya.
Kyiv telah mengembangkan drone pencegat berbiaya rendah, sensor khusus, dan pertahanan udara yang efektif untuk merontokkan drone gaya Shahed dengan biaya yang jauh lebih efisien dibandingkan rudal konvensional AS yang mahal.
Presentasi yang Terabaikan di Ruang Oval
Dalam pertemuan tertutup di Gedung Putih pada 18 Agustus, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky secara pribadi menawarkan drone pencegat tersebut kepada Presiden Trump.
Tag
Berita Terkait
-
Gara-gara Donald Trump Salah Perhitungan, 2 Hari Perang AS Habiskan Rp 94 Triliun
-
Dubai Diguncang Drone Iran! Eks Bos Leeds United Sebut Pemerintah UEA Sensor Ketat
-
Iran Bebas Ekspor Minyak ke China saat 6 kapal Tanker Dibom di Selat Hormuz, Kok Trump Diam Saja?
-
Menghitung Amunisi Perang AS, Israel dan Iran, Siapa Duluan Habis?
-
Kata-kata Tajam di Patung Mesra Trump-Epstein: Persahabatan yang Dibangun dari Pesta Liar
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Honda Vario 160 Teranyar Dikabarkan Meluncur Akhir Bulan Ini, Tampang Lebih Agresif
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Bansos Sarung dan Mukena Dikorupsi, Eks Legislator NTB Cuma Dituntut 2 Tahun Bui
-
Moratorium MBG Bikin Investor Menjerit, Jupnas Gizi: Ini Rapor Merah
-
Dijuluki 'Banjir Abadi', Genangan di Joglo Kembangan Akhirnya Ditangani Pemkot Jakbar
-
Babak Baru Korupsi MBG, Asep Yusuf Somantri Punya Tugas 'Spesial' Atur SPPG
-
BPK Akan Proses Etik Pegawai yang Terseret Kasus Suap
-
Kapolda Riau Beri Nama Nona Seroja untuk Anak Gajah di Tesso Nilo, Apa Maknanya?
-
Bak Film Laga! Penipu di Duren Sawit Dikejar-kejar Massa usai COD Motor Pakai Uang Palsu Rp12 Juta
-
Kata Istana Soal Rencana Kantin Sekolah di Wilayah 3T Bakal Diubah Jadi Dapur MBG
-
Prabowo Perintahkan Kaji Ulang Buku Pelajaran, Tak Mau Siswa Indonesia Kalah dari Luar Negeri
-
Gubernur Ahmad Luthfi Dinobatkan Sebagai Tokoh Penggerak UMKM dan Ekonomi Kreatif