-
Korea Utara mendukung Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin baru Iran menggantikan mendiang ayahnya.
-
Pyongyang mengecam Amerika Serikat dan Israel sebagai pihak yang merusak perdamaian dunia.
-
Kim Jong Un terus memperkuat armada lautnya dengan persenjataan nuklir strategis terbaru.
Suara.com - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un secara resmi memberikan tanggapan terhadap perubahan kepemimpinan tertinggi yang terjadi di Iran baru-baru ini.
Langkah politik ini diambil setelah Mojtaba Khamenei ditetapkan sebagai pengganti ayahnya untuk memimpin negara Timur Tengah tersebut.
Transisi ini bermula dari peristiwa tewasnya Ayatollah Khamenei akibat serangan militer yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel.
Pyongyang menyatakan sikapnya untuk berdiri bersama Teheran dalam menentukan masa depan kepemimpinan nasional mereka secara mandiri.
Otoritas di bawah kepemimpinan Kim Jong Un tersebut menegaskan bahwa mereka sangat menghormati kedaulatan politik bangsa Iran.
Pernyataan dukungan ini juga dibarengi dengan kritik tajam yang diarahkan kepada blok Barat dan sekutunya.
Pihak kementerian luar negeri di Pyongyang melabeli tindakan Washington dan Tel Aviv sebagai pemicu kekacauan besar.
"Kami menghormati hak dan pilihan rakyat Iran untuk memilih pemimpin tertinggi mereka," kata pejabat Kementerian Luar Negeri Pyongyang.
Kutipan tersebut menjadi penegas bahwa intervensi luar tidak akan mempengaruhi solidaritas diplomatik yang sudah terjalin.
Baca Juga: Spanyol Berani Lawan Gertakan Trump: Kami Tidak Takut!
Negara tersebut menilai bahwa tindakan agresif di wilayah Iran merupakan ancaman serius bagi kestabilan komunitas global.
Lebih lanjut, pihak Korea Utara menuduh adanya upaya sistematis untuk merusak tatanan sosial di Iran.
"Amerika Serikat dan Israel menghancurkan fondasi perdamaian dan keamanan regional dan meningkatkan ketidakstabilan di seluruh dunia," tambahnya.
Intervensi yang terjadi dianggap telah melampaui batas norma internasional mengenai integritas teritorial sebuah negara berdaulat.
Tindakan militer tersebut dipandang sebagai usaha untuk meruntuhkan sistem pemerintahan yang sah di mata rakyat Iran.
Oleh karena itu, Pyongyang mengajak komunitas internasional untuk menolak segala bentuk pemaksaan kehendak politik melalui kekerasan.
Pejabat terkait menegaskan bahwa perilaku destruktif tersebut seharusnya mendapatkan sanksi moral dari seluruh dunia.
Di sisi lain, hubungan antara Korea Utara dan Amerika Serikat sendiri memang masih berada dalam tensi yang tinggi.
Selama bertahun-tahun, Gedung Putih berupaya keras untuk menghentikan ambisi pengembangan senjata nuklir milik rezim Kim Jong Un.
Namun, segala bentuk tekanan diplomatik serta sanksi ekonomi yang dijatuhkan sejauh ini belum membuahkan hasil signifikan.
Pemerintahan Donald Trump baru-baru ini mencoba membuka kembali ruang dialog tingkat tinggi dengan pihak Korea Utara.
Harapan untuk menggelar pertemuan puncak kembali muncul demi meredakan ketegangan nuklir di semenanjung Korea.
Setelah sekian lama tidak memberikan respon, Kim Jong Un akhirnya memberikan sinyal mengenai kemungkinan adanya komunikasi.
Pemimpin tertinggi Korut itu mengisyaratkan bahwa kedua negara bisa menjalin hubungan jika status nuklirnya diakui.
Washington diminta untuk menerima kenyataan bahwa Pyongyang kini merupakan negara dengan kekuatan persenjataan nuklir yang nyata.
Bersamaan dengan isu diplomasi tersebut, aktivitas militer Korea Utara di dalam negeri justru semakin menunjukkan peningkatan.
Media resmi pemerintah melaporkan adanya pengawasan langsung oleh pemimpin tertinggi terhadap uji coba senjata terbaru.
Uji tembak dilakukan pada rudal jelajah strategis yang diluncurkan dari kapal perusak canggih bernama Choe Hyon.
Langkah ini merupakan kelanjutan dari rangkaian pengujian serupa yang telah dilakukan pada pekan-pekan sebelumnya.
Pyongyang mengklaim bahwa mereka sedang dalam fase serius untuk memodernisasi angkatan laut dengan hulu ledak nuklir.
Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa keamanan nasional mereka tidak bisa diganggu gugat oleh pihak manapun.
Kim Jong Un secara pribadi memberikan instruksi agar kapasitas pertahanan negara terus ditingkatkan tanpa henti.
Ia menggarisbawahi bahwa kekuatan nuklir adalah kunci utama dalam menjaga kedaulatan bangsa dari ancaman luar.
"Menekankan pentingnya memperluas pencegahan perang nuklir yang kuat dan andal," kata Kim Jong Un.
Dengan perkembangan ini, peta kekuatan militer di Asia Timur semakin menjadi sorotan dunia internasional di tahun 2026.
Berita Terkait
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- 31 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 10 Maret 2026: Sikat Diamond, THR, dan SG Gurun
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- Promo Alfamart dan Indomaret Persiapan Hampers Lebaran 2026, Biskuit Kaleng Legendaris Jadi Murah
Pilihan
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
-
Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Trump Ancam Timnas Iran: Mundur dari Piala Dunia 2026 Kalau Tak Mau Celaka
-
Eksklusif! PowerPoint yang Dibuang Trump Sebabkan Tentara AS Mati
-
Belanja Rp75 Ribu di Alfamart Bisa Tebus Murah: Minyak Goreng Rp36.900 hingga Sirup Marjan Rp6.900
Terkini
-
Kisah Rosid Slameto: Mengembangkan Bisnis Sajadah Traveling Custom hingga Pasar Jepang
-
Bertemu di Istana Wapres, Gibran Rangkul dan Beri Hampers Lebaran Rismon Sianipar
-
Pastikan Pemudik Nyaman, Satker PJN DIY: Jalan Yogyakarta Sudah Bebas Lubang
-
Termasuk Indonesia, 8 Negara Sebut Israel Langgar Hukum Internasional karena Blokade Al Aqsa
-
Pertempuran Udara: Iran Tembak Jatuh Pesawat Tanker AS di Langit Irak
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
-
KPK Sebut Yaqut Coba Suap Pansus Haji Pakai Dana Jemaah Khusus Rp17 Miliar
-
Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
AS Akui Tentaranya Tak Berdaya Kawal Kapal Tanker Lewati Selat Hormuz
-
Spanyol Berani Lawan Gertakan Trump: Kami Tidak Takut!