- KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek mengalami tabrakan di Stasiun Bekasi Timur pada Senin, 27 April 2026.
- Insiden dipicu saat KA Argo Bromo Anggrek menabrak rangkaian KRL yang berhenti akibat kecelakaan di perlintasan sebidang sebelumnya.
- Peristiwa tersebut mengakibatkan sejumlah penumpang mengalami luka-luka serta menyebabkan gangguan total pada jadwal perjalanan kereta api lintas Bekasi.
Suara.com - Suasana di kawasan Stasiun Bekasi Timur mendadak mencekam pada Senin (27/4/2026) malam. Sebuah kecelakaan hebat yang melibatkan dua rangkaian kereta api, yakni KRL Commuter Line tujuan Cikarang dan Kereta Api (KA) Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek, terjadi di emplasemen stasiun tersebut.
Insiden yang berlangsung sekitar pukul 20.52 WIB ini mengakibatkan sejumlah penumpang mengalami luka-luka dan gangguan total pada jadwal perjalanan kereta api lintas Bekasi.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun di lokasi kejadian, peristiwa tragis ini bermula dari insiden awal di perlintasan sebidang. Commuter Line (KPB-CKR) dilaporkan sempat menemper sebuah kendaraan roda empat di JPL 85 sebelum akhirnya berhenti di Jalur 1 Stasiun Bekasi Timur untuk penanganan darurat.
Namun, situasi berubah menjadi bencana ketika KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi melaju di jalur yang sama dan menabrak bagian belakang rangkaian KRL yang tengah berhenti tersebut.
Beredar kabar di media sosial melalui unggahan warganet bahwa kendaraan diduga menerobos perlintasan kereta saat KRL melaju. Mobil yang terlibat adalah sebuah taksi daring mobil listrik GreenSM jenis VinFast.
Dalam narasi yang beredar, ada taksi yang menabrak KRL di JPL lintasan dekat Bulak Kapal sehingga menyebabkan KRL berhenti. Akibatnya, rangkaian kereta lain yang berada di belakangnya, yakni KA Argo Bromo Anggrek terlambat merespon dan menabrak bagian belakang KRL.
Hal ini juga dilaporkan TMC Polda Metro Jaya. "Telah terjadi kecelakaan yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek rute Gambir–Surabaya bertabrakan dengan KRL di kawasan Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) sekitar pukul 20.50 wib. saat ini Personil dari Satlantas Polres Bekasi masih proses Penanganan kecelakaan kereta api di wilayah Bekasi timur tersebut.Insiden yang terjadi membuat jalur kereta untuk sementara belum bisa dilintasi," tulis TMC Polda Metro jaya pada Senin malam.
Meski demikian, hal ini belum dapat dipastikan. Pembaca bisa menunggu konfirmasi resmi, apakah benturan pertama tersebut menyebabkan KRL tertahan di Stasiun Bekasi Timur.
Di saat yang bersamaan, KA Argo Bromo Anggrek dengan nomor lokomotif 2061386 diduga belum mendapatkan sinyal berhenti (merah), sehingga tabrakan di jalur yang sama tidak dapat terhindarkan.
Baca Juga: Rel MRT Jakarta Fase 1 dan 2A Tersambung, Siap Meluncur di 2027
Benturan keras pada bagian buritan Commuter Line mengakibatkan kerusakan parah pada gerbong belakang. Sejumlah penumpang yang berada di dalam rangkaian KRL dilaporkan terpental, mengalami luka-luka, bahkan beberapa di antaranya pingsan saat proses evakuasi dilakukan oleh petugas gabungan dan warga sekitar.
Salah seorang penumpang yang selamat, Heri, menceritakan momen mencekam tersebut.
“Commuter Line mengalami hancur di bagian belakang. Kami semua langsung dievakuasi oleh petugas,” ujar Heri.
Hingga menjelang Senin (27/4/2026) tengah malam, petugas masih berjibaku melakukan evakuasi rangkaian yang ringsek serta memastikan seluruh penumpang telah tertangani secara medis.
Respons Resmi PT KAI
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta menyampaikan bahwa telah terjadi gangguan perjalanan kereta api di wilayah Bekasi Timur, tepatnya di emplasemen Stasiun Bekasi Timur KM 28+920 pada Senin (27/4) pukul 20.52 WIB.
Berita Terkait
-
KAI Masih Evakuasi dan Data Korban Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL di Stasiun Bekasi Timur
-
Tabrakan KRL Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, Basarnas Kerahkan Tim Evakuasi
-
KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur
-
Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Cerita Penumpang Nekat Lompat Keluar Gerbong Demi Selamatkan Diri
-
Tabrakan Hebat di Stasiun Bekasi Timur: KRL vs Argo Bromo Anggrek, Jeritan Penumpang Pecah!
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel
-
Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari
-
Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri
-
Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang
-
Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026
-
Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi
-
Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1
-
Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa
-
Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik
-
Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian