News / Nasional
Jum'at, 13 Maret 2026 | 19:37 WIB
Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya dalam konfrensi pers terkait kasus teror air keras terhadap ahtivis HAM Andrie Yunus di kantor YLBHI, Jakarta Pusat, Jumat (13/3/2026). [Suara.com/Yasir]
Baca 10 detik
  • KontraS tegaskan teror air keras tidak hentikan perjuangan hak asasi manusia.
  • Feri Amsari desak negara segera ungkap pelaku penyerangan brutal Andrie Yunus.
  • Novel Baswedan duga penyiraman air keras aktivis KontraS sebagai upaya pembunuhan.

Suara.com - Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Dimas Bagus Arya, menegaskan bahwa aksi penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, tidak akan menyurutkan langkah organisasi dalam membela hak asasi manusia dan demokrasi.

Pernyataan tersebut disampaikan Dimas di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Jakarta Pusat, Jumat (13/3/2026). Ia menilai serangan brutal ini merupakan sinyal bahaya bagi iklim demokrasi di tanah air.

“Ini bukan lagi sekadar alarm, melainkan marabahaya. Di bulan suci ini, terjadi tindakan yang sangat brutal dan zalim. Serangan ini adalah ancaman nyata bukan hanya bagi KontraS, tetapi bagi seluruh elemen pejuang demokrasi, mulai dari pers, mahasiswa, hingga buruh,” ujar Dimas.

Dimas menambahkan bahwa Andrie dikenal sebagai aktivis yang konsisten memperjuangkan hak-hak publik. Meski menghadapi intimidasi berat, ia memastikan KontraS akan terus bergerak maju.

“Teror ini tidak akan menghentikan langkah KontraS yang telah dibangun selama 28 tahun. Kami akan terus maju. We keep moving forward. Tatakae!” tegasnya.

Desakan untuk Negara dan Dugaan Upaya Pembunuhan

Dalam kesempatan yang sama, pakar hukum tata negara, Feri Amsari, mendesak Presiden, Kapolri, dan Jaksa Agung untuk serius mengusut tuntas kasus ini. Ia menekankan tanggung jawab negara dalam memberikan keadilan bagi warganya.

“Jika negara gagal mengungkap siapa pelaku kejahatan keji ini, maka kami menganggap negara sebagai bagian dari kejahatan tersebut,” ujar Feri.

Sementara itu, mantan penyidik KPK, Novel Baswedan, menilai serangan tersebut melampaui kekerasan biasa. Berdasarkan pengamatannya terhadap rekaman CCTV, Novel menduga serangan dilakukan secara terorganisir dengan niat yang lebih fatal.

Baca Juga: Ajak Warga Ikut Bongkar Pelaku Teror Air Keras Aktivis KontraS, Polri: Identitas Kami Lindungi

“Saya yakin serangan tersebut memiliki maksud untuk membunuh korban,” ungkap Novel.

Kronologi Kejadian

Andrie Yunus diserang oleh dua orang tidak dikenal di Jalan Salemba I, Jakarta Pusat, pada Kamis (12/3/2026) sekitar pukul 23.37 WIB. Insiden terjadi sesaat setelah Andrie menyelesaikan rekaman podcast bertema “Remiliterisasi dan Judicial Review UU TNI” di kantor YLBHI.

Saat melintas di kawasan Talang, dua pelaku yang berboncengan motor melawan arah tiba-tiba menyiramkan cairan air keras ke tubuh korban. Cairan kimia tersebut mengenai wajah, mata, dada, dan tangan, yang memicu rasa sakit luar biasa bagi korban.

Andrie kini tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Tim dokter mendiagnosis korban mengalami luka bakar hingga 24 persen dan dijadwalkan menjalani operasi transplantasi membran amnion guna memperbaiki jaringan mata yang rusak.

Load More