News / Nasional
Jum'at, 13 Maret 2026 | 19:48 WIB
Ketua Baznas, Sodik Mudjahid, memberikan keterangan pers setelah Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto - Gibran Rakabuming Raka beserta kabinet membayar zakat di Istana, Jumat (13/3/2026). [dokumentasi/Bazanas]
Baca 10 detik
  • Presiden Prabowo dan jajaran Kabinet menunaikan zakat di Istana Negara pada Jumat (13/3/2026) sebagai keteladanan publik.
  • Ketua Baznas menyatakan keteladanan pemimpin efektif memicu partisipasi publik dibandingkan sosialisasi konvensional.
  • Baznas sementara menghimpun Rp6 triliun pada Ramadan dan menargetkan total penghimpunan zakat nasional Rp60 triliun.

Baznas sendiri, pada Ramadan ini, dari 746 unit alhamdulillah sudah terkumpul Rp6 triliun,” ungkap Sodik.

Angka ini merupakan capaian sementara yang diprediksi akan terus melonjak seiring dengan mendekatnya Hari Raya Idul Fitri, di mana masyarakat biasanya mempercepat pembayaran zakat fitrah maupun zakat maal.

Lebih jauh, Baznas telah menetapkan target yang sangat ambisius untuk tahun anggaran ini, yaitu mencapai Rp60 triliun secara nasional.

Dana ini direncanakan akan dialokasikan secara sistematis untuk berbagai program pemberdayaan ekonomi, pendidikan, kesehatan, serta bantuan langsung bagi masyarakat yang membutuhkan (mustahik).

“Kita baru bulan ketiga, ditambah bulan Ramadan. Insyaallah dengan dukungan semua, mudah-mudahan kita bisa mencapai target yang 60 triliun,” ujar Sodik dengan nada optimistis.

Modernisasi Zakat untuk Generasi Muda dan Profesional Urban

Baznas di bawah kepemimpinan saat ini, terus berupaya melakukan digitalisasi dan penguatan tata kelola agar dana yang dihimpun dapat dipertanggungjawabkan secara syariah maupun regulasi negara.

Sodik Mudjahid kembali mengingatkan pentingnya menyalurkan zakat melalui lembaga resmi, agar dampak sosialnya dapat dirasakan secara kolektif dan terstruktur dalam skala nasional.

Kepercayaan yang diberikan Presiden Prabowo dengan membayar langsung di Istana Negara adalah jaminan atas kredibilitas lembaga tersebut.

Baca Juga: Prabowo Minta Pengusaha Batu Bara dan Kelapa Sawit Prioritaskan Kebutuhan Nasional

“Kepada masyarakat, sekali lagi kami mengimbau untuk membayar zakat. Istilah kami adalah zakat menolong umat dan zakat adalah penolong di akhirat,” tuturnya.

Hal ini sejalan dengan visi pemerintah untuk menjadikan zakat sebagai salah satu instrumen pendukung Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam aspek jaring pengaman sosial.

Menutup keterangannya, Sodik memastikan bahwa Baznas akan menjaga amanah tersebut dengan profesionalisme tinggi.

“Kami siap, Baznas siap menerima dan menyalurkan kepada mustahik sesuai dengan prinsip amanah dan sesuai dengan syariah,” katanya.

Dengan dukungan penuh dari Istana, kini bola panas berada di tangan masyarakat untuk turut serta menggerakkan roda ekonomi syariah demi Indonesia yang lebih sejahtera.

Load More