Bisnis / Energi
Jum'at, 13 Maret 2026 | 17:57 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan alias Zulhas (tengah). [Suara.com/Fakhri Fuadi Muflih].
Baca 10 detik
  • Presiden menginstruksikan percepatan swasembada energi dengan memanfaatkan komoditas pertanian seperti singkong, tebu, jagung, dan sawit.
  • Pemerintah akan mempercepat pengembangan singkong untuk diolah menjadi metanol sebagai sumber energi alternatif nasional.
  • Langkah lain meliputi pengalihan energi transportasi menuju listrik dan percepatan pembangunan pembangkit listrik berkapasitas 100 Gigawatt.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto meminta jajarannya mempercepat langkah untuk pelaksanaan swasembada energi. Salah satu upaya yang disiapkan adalah meningkatkan produksi bahan bakar alternatif berbasis komoditas pertanian seperti singkong, tebu, jagung, hingga sawit.

Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan alias Zulhas usai rapat koordinasi terbatas di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Ia mengatakan percepatan swasembada energi menjadi prioritas pemerintah di tengah dinamika geopolitik global yang mempengaruhi ketahanan energi berbagai negara.

"Atas perintah Bapak Presiden, perlu percepatan swasembada energi," ujar Zulhas.

Pemprov Lampung akan membuat perda mengenai tataniaga singkong. [ANTARA]

Menurut dia, pemerintah akan mempercepat pengembangan tanaman singkong yang nantinya akan diolah menjadi metanol sebagai salah satu sumber energi alternatif.

"Oleh karena itu, kita akan mempercepat pembangunan, perluasan, percepatan, dan perluasan singkong, tanaman singkong nanti akan dirubah menjadi metanol," ucapnya.

Selain singkong, pemerintah juga akan mempercepat pengembangan perkebunan sawit yang sebagian produksinya akan diarahkan untuk kebutuhan biofuel.

Zulhas menambahkan komoditas lain seperti tebu dan jagung juga akan dimanfaatkan sebagai bahan baku produksi etanol untuk mendukung program energi nasional.

"Kemudian percepatan pembangunan sawit yang akan sebagian untuk biofuel. Kemudian tebu dan jagung untuk etanol," kata dia.

Baca Juga: Program Gentengisasi Prabowo Dimulai di Jatiwangi, Pemerintah Borong Genteng UMKM Senilai Rp3 Miliar

Ia menjelaskan berbagai langkah tersebut merupakan bagian dari persiapan pemerintah dalam mempercepat kemandirian energi nasional.

"Secara bertahap, persiapan kita untuk mempercepat swasembada energi apalagi geopolitik seperti ini," ucapnya.

Selain mendorong produksi energi berbasis komoditas pertanian, pemerintah juga menyiapkan langkah lain untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, salah satunya dengan mendorong penggunaan kendaraan listrik.

"Dan juga akan merubah apa kita, motor-motor kita, dari bensin kemudian akan menjadi listrik," ungkap Zulhas.

Di sektor ketenagalistrikan, pemerintah juga akan mempercepat pembangunan pembangkit listrik kapasitas tinggi."Yang kedua energi juga, kita, listrik kita, akan dipercepat yang 100 Gigawatt," pungkasnya.

Load More