News / Nasional
Jum'at, 13 Maret 2026 | 20:10 WIB
Presiden Prabowo Subianto (Instagram/dpr_ri)
Baca 10 detik
  • Presiden Prabowo melarang jajaran menteri mengadakan open house dengan kemewahan berlebihan saat Sidang Kabinet Paripurna.
  • Larangan ini disampaikan agar para pejabat dapat memberikan contoh baik kepada masyarakat di tengah kesulitan saat ini.
  • Prabowo mengizinkan kegiatan terbatas demi menjaga roda perekonomian tetap berjalan, seperti mendukung UMKM dan katering.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto melarang jajaran menteri dan anggota kabinet untuk menggelar open house mewah. Menurutnya sebagai pejabat, mereka harus memberikan contoh.

"Ya kita juga saya kira harus memberi contoh open house atau apa jangan terlalu mewah-mewahan," kata Prabowo kepada para menteri dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Kepala negara tidak ingin para pejabat bermewah-mewahan di tengah kondisi masyarakat yang masih dalam keadaan sulit karena terdampak bencana.

Meski begitu, Prabowo menyampaikan bukan berarti tidak ada kegiatan sama sekali.

"Saudara kita di daerah bencana dan juga suasana ini kita kasih contoh ke rakyat tapi kita juga jangan total istilahnya tutup semua acara, kalau tidak ekonomi kita juga gak jalan nanti. Jadi warung-warung, katering, dan sebagainya, ekonomi kita harus berjalan," kata Prabowo.

Load More