- Pakar nilai ancaman nuklir Israel sebagai gertakan strategis untuk menakut-nakuti Iran.
- Penggunaan nuklir dinilai sebagai opsi terakhir Israel karena risiko kecaman dunia.
- Serangan nuklir di Teheran diprediksi memakan satu juta korban jiwa seketika.
Suara.com - Ketegangan di Timur Tengah memasuki fase krusial menyusul informasi mengenai kesiapan Israel meluncurkan senjata nuklir ke Iran di bawah perintah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Namun, menurut Pakar Keamanan Internasional dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Sugeng Riyanto, langkah tersebut memiliki dua kemungkinan makna strategis dalam kacamata geopolitik.
"Pertama, hal ini bisa dimaknai sebagai 'gertak sambal' untuk menakut-nakuti agar Iran tidak meluncurkan serangan yang lebih besar lagi," ujar Sugeng kepada Suara.com, Jumat (13/3/2026).
Makna kedua, laporan tersebut dapat dipahami sebagai bentuk keseriusan Israel yang mulai terdesak setelah menerima gempuran bertubi-tubi dari Iran.
Opsi Terakhir dengan Risiko Besar
Meski demikian, Sugeng meyakini bahwa penggunaan senjata pemusnah massal tetap menjadi pilihan terakhir bagi Israel. Ia menilai penggunaan nuklir akan membawa konsekuensi fatal bagi posisi Israel di mata internasional.
"Dalam pandangan saya, opsi nuklir adalah pilihan paling akhir. Sesiaf atau senekat apa pun Israel, dunia pasti akan mengutuk keras jika mereka menggunakannya. Itu risiko yang terlalu besar," tegas Dosen Hubungan Internasional UMY tersebut.
Sugeng menjelaskan bahwa secara hukum internasional, Israel memiliki celah karena tidak terikat pada Non-Proliferation Treaty (NPT) maupun Treaty on the Prohibition of Nuclear Weapons (TPNW). Meski menjalankan strategi ambiguitas nuklir dengan tidak pernah mendeklarasikan kepemilikannya secara resmi, banyak lembaga internasional meyakini Israel memiliki sekitar 80 hulu ledak nuklir yang siap digunakan dalam kondisi darurat.
Kekuatan Konvensional dan Sikap Kekuatan Global
Lebih lanjut, Sugeng menilai para aktor utama seperti Amerika Serikat, Israel, dan Iran saat ini masih cenderung mengandalkan kekuatan militer konvensional. Terkait potensi keterlibatan kekuatan besar lain seperti Rusia, Tiongkok, atau Korea Utara, Sugeng melihat mereka masih dalam posisi memantau situasi.
Baca Juga: Pecah Kongsi! AS Beri Waktu Seminggu ke Israel Selesaikan Perang Lawan Iran
"Dalam beberapa hari ke depan, mereka mungkin belum merasa perlu untuk terlibat langsung. Tiongkok cenderung pragmatis, sementara Rusia masih terfokus pada konflik di Ukraina. Keterlibatan negara-negara lain diperkirakan masih akan minim," jelas Sugeng.
Dampak Kemanusiaan yang Mengerikan
Sugeng memperingatkan bahwa jika skenario terburuk berupa perang nuklir terjadi, dunia akan mengalami guncangan hebat. Mengacu pada tragedi Hiroshima dan Nagasaki, satu hulu ledak nuklir modern dengan daya ledak 20 kiloton yang jatuh di pusat kota seperti Teheran dapat memakan korban jiwa dalam jumlah masif.
"Jika satu hulu ledak 20 kiloton diluncurkan dari Tel Aviv dan jatuh di Teheran tanpa mampu ditangkal, diperkirakan hampir satu juta orang bisa terbunuh dalam sekali serangan," ungkapnya.
Di sisi lain, kekuatan nuklir Iran sendiri masih menjadi tanda tanya. Meski memiliki banyak reaktor nuklir, seperti di Isfahan, belum ada bukti sahih bahwa Iran telah berhasil mengonversinya menjadi hulu ledak nuklir yang siap tempur.
"Reaktor nuklir yang banyak belum tentu bisa dikonversikan menjadi senjata nuklir," pungkas Sugeng.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
Terkini
-
Proaktif, BPJS Ketenagakerjaan Pastikan Perlindungan Korban Kecelakaan KRL Bekasi
-
Dinilai Kaburkan Nilai Yurisdiksi, Mahasiswa Desak MK Kabulkan Uji Materi UU Peradilan Militer
-
Peta Kekuatan Jelang Muktamar NU, Muncul 5 Poros 'Paslon' Pimpinan, Siapa Terkuat?
-
Izin Terancam Dicabut? Kemenhub Bentuk Tim dan Panggil Manajemen Green SM Buntut Kecelakaan KRL
-
Heboh Video Tahanan di Bandara, Begini Penjelasan KPK
-
11 Tahun Mengabdi di Kompas TV, Nur Ainia Eka Rahmadyna Gugur Dalam Musibah Kereta Bekasi
-
Jadwal Kereta Masih Terdampak Insiden Bekasi Timur, KA Parahyangan Terhambat 6 Jam Lebih
-
Target Beres Hari Ini! KCI Kebut Evakuasi KRL yang Tabrakan di Bekasi dan Audit Ulang Jalur
-
Cair Secepat Mungkin! Jasa Raharja Siapkan Rp50 Juta bagi Ahli Waris Korban Kecelakaan KRL di Bekasi
-
Usulan Aula Dansa Donald Trump Picu Perdebatan di Kongres AS soal Anggaran