News / Nasional
Sabtu, 14 Maret 2026 | 18:18 WIB
Presiden Prabowo Subianto melakukan diskusi bersama Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad di Istana Merdeka, Jakarta. (Instagram sekretariat.kabinet)
Baca 10 detik
  • Wakil Ketua DPR RI Dasco Ahmad menjelaskan strategi diplomasi pertahanan Indonesia di bawah Presiden Prabowo terkait pengiriman pasukan ke Gaza.
  • Misi utama pasukan Indonesia adalah menggantikan posisi fisik tentara Israel di zona-zona pemukiman konflik Palestina.
  • Prabowo ingin mengakhiri diplomasi "omon-omon" dengan tindakan nyata, memicu negara Islam lain untuk ikut bergerak.

Suara.com - Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengungkap logika strategis diplomasi pertahanan Indonesia, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Hal yang sama juga melatari keputusan Presiden Prabowo masuk Board of Peace bentukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, dan berencana mengirimkan pasukan perdamaian ke Gaza Palestina.

Dalam sebuah pernyataan yang dikutip melalui unggahan media sosial resmi koalisi pada Rabu (11/3/2026), Dasco membeberkan isi pembicaraan pribadinya dengan Prabowo mengenai motivasi di balik pengerahan militer Indonesia ke zona merah tersebut.

"Saya waktu itu bertanya, 'Pak kenapa sih, Pak?'" tanya Dasco kepada Prabowo perihal masuk BoP.

Pertanyaan ini mewakili rasa penasaran publik mengenai risiko besar yang diambil Indonesia dengan terjun langsung ke wilayah pendudukan.

Strategi "Take Over" Posisi Pasukan Israel

Berdasarkan penjelasan Prabowo kepada Dasco, misi ini memiliki tujuan teknis yang sangat spesifik, yakni secara fisik menggantikan kehadiran tentara Israel di zona-zona pemukiman atau wilayah yang selama ini menjadi pusat ketegangan.

Prabowo menekankan kehadiran pasukan Indonesia adalah solusi nyata untuk menciptakan ruang aman bagi warga Palestina.

Ia mengatakan, Prabowo kemudian menjelaskan bahwa wilayah yang akan dimasuki bukanlah zona kosong melainkan wilayah yang saat ini masih dalam kendali militer lawan.

Baca Juga: AS Tawarkan Hadiah Rp169 Miliar untuk Informasi Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei

"Kamu tahu tidak? Zona-zona yang akan kita masuki itu bukan wilayah kosong. Itu dikuasai tentara-tentara Israel," kata Dasco menirukan penjelasan presiden.

Logika di balik strategi ini, lanjut Dasco, adalah agar pasukan Indonesia dapat secara langsung mengambil alih fungsi perlindungan terhadap masyarakat Palestina.

Dengan kehadiran pasukan penjaga perdamaian dari Indonesia yang memiliki reputasi internasional yang baik, diharapkan intensitas kekerasan dapat ditekan secara signifikan.

"Jadi, kalau kita kirim TNI, pasukan Israel akan keluar dari sana. Otomatis kita yang menjaga saudara kita di sana," kata Dasco.

Mengakhiri Era "Omon-Omon" dalam Diplomasi

Selama ini, kritik terhadap dukungan negara-negara dunia terhadap Palestina sering kali tertuju pada minimnya tindakan nyata di lapangan.

Load More