- Kedubes Iran pada Sabtu (14/3/2026) mengecam serangan rudal AS dan Israel yang menewaskan 175 siswi di Sekolah Dasar Shajareh Tayyebeh.
- Iran menilai serangan tersebut melanggar hukum internasional dan terjadi saat upaya diplomasi meredakan ketegangan kawasan sedang berlangsung.
- Kedubes Iran menyerukan komunitas internasional bertindak nyata untuk menuntut pertanggungjawaban pelaku penyerangan korban anak-anak.
Suara.com - Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta mengecam keras serangan yang disebut dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap wilayah Iran yang mengakibatkan ratusan korban anak-anak.
Dalam pernyataan pers yang disampaikan Sabtu (14/3/2026), Kedubes Iran menyebut serangan rudal tersebut menghantam Sekolah Dasar Shajareh Tayyebeh di Kota Minab, Provinsi Hormozgan.
Akibat serangan itu, sebanyak 175 siswi dilaporkan tewas dan lebih dari 95 anak lainnya mengalami luka-luka.
“Anak-anak tak berdaya ini yang hanya hadir di kelas untuk belajar dan membangun masa depan yang cerah, menjadi korban kekerasan akibat serangan rudal yang tidak sejalan dengan hati nurani kemanusiaan maupun prinsip-prinsip hukum internasional,” demikian pernyataan Kedubes Iran.
Iran juga menilai serangan tersebut terjadi di tengah upaya diplomasi yang sedang ditempuh negaranya untuk meredakan ketegangan kawasan.
Menurut Kedubes Iran, pada saat serangan terjadi, perwakilan Iran sedang berada di meja perundingan untuk mencari solusi damai dan memperkuat stabilitas regional.
“Penargetan wilayah Iran dan serangan terhadap kawasan sipil tidak hanya merupakan pelanggaran terhadap kedaulatan nasional sebuah negara merdeka, tetapi juga pukulan nyata terhadap prinsip penyelesaian damai sengketa dalam sistem internasional,” tulis pernyataan itu.
Lebih lanjut, Iran menyebut penyerangan terhadap sekolah dan pembunuhan anak-anak merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional, termasuk prinsip perlindungan warga sipil dalam konflik bersenjata sebagaimana diatur dalam Konvensi Jenewa.
Kedubes Iran juga menyatakan bahwa pihak Amerika Serikat disebut telah mengakui serangan tersebut, yang menurut mereka semakin menegaskan adanya tanggung jawab langsung atas insiden tersebut.
Baca Juga: Viral TikToker Bongkar Lokasi Pertahanan Israel, Iran Diduga Langsung Mengebom
Dalam pernyataannya, Iran juga mengingatkan sejumlah tragedi serupa dalam sejarah, termasuk penembakan pesawat penumpang Iran oleh kapal perang Amerika Serikat pada 1988 yang menewaskan 290 orang, serta serangan berulang Israel terhadap wilayah sipil di Gaza.
Kedutaan Iran kemudian menyerukan kepada komunitas internasional, organisasi Islam, lembaga hak asasi manusia, serta organisasi perlindungan anak untuk tidak berdiam diri terhadap insiden tersebut.
“Kami meminta agar langkah nyata diambil untuk mengungkap kebenaran, menuntut pertanggungjawaban para pelaku, serta mencegah terulangnya tragedi serupa,” tulis Kedubes Iran.
Sebagai bentuk penghormatan kepada para korban, Kedutaan Besar Iran di Jakarta juga menggelar acara doa bersama dan peringatan pada Sabtu (14/3/2026) di kediaman Duta Besar Iran.
Acara tersebut turut dihadiri anak-anak Indonesia sebagai simbol solidaritas kemanusiaan bagi para korban.
“Kehadiran anak-anak Indonesia merupakan pesan empati bangsa-bangsa terhadap korban yang tidak bersalah,” tulis pernyataan itu.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Studi CISDI: 9 dari 10 Makanan Kemasan di Indonesia Tinggi Gula, Garam, dan Lemak
-
KPK 'Skakmat' Ancaman Gugatan Rp300 Triliun Noel: Fokus Sidang, Jangan Membangun Opini!
-
Periksa Suami Fadia Arafiq, KPK Telusuri 'Jalur Panas' Uang di Perusahaan Keluarga
-
Lawan KPK, Noel Ancam Gugat Rp 300 Triliun: 'Tak Ambil Satu Rupiah Pun, Semua untuk Buruh!'
-
KPK Bidik Peran Suami Fadia Arafiq di Pusaran Korupsi Proyek Outsourcing Pekalongan
-
Usut Tragedi Bekasi Timur: Usai Sopir Taksi Green SM, Besok Giliran Masinis Diperiksa Polisi
-
Kenapa Banyak Bajak Laut di Somalia? Kapal Honour 25 Berisi 4 WNI Disandera Perompak
-
Kilas Balik Misi Berdarah TNI Bebaskan Kapal Sinar Kudus dari Cengkeraman Perompak Somalia
-
10 Jam Terjepit Dalam Kereta, Kisah Endang Melawan Maut Usai Sempat Dikira Tim SAR Meninggal
-
Orang Tua Korban Daycare Little Aresha Ajukan Perlindungan dan Restitusi ke LPSK