-
Lima pesawat pengisian bahan bakar Amerika Serikat rusak parah akibat serangan rudal Iran.
-
Konflik memanas setelah AS menyerang Pulau Kharg dan Iran melakukan aksi balasan militer.
-
Mojtaba Khamenei bersumpah akan membalas kematian ayahnya terhadap pasukan Amerika Serikat dan Israel.
Namun pihak berwenang di Teheran memberikan pembelaan terkait aksi militer yang mereka lakukan beberapa hari lalu.
Pemerintah Iran menegaskan bahwa target mereka hanyalah pangkalan yang digunakan musuh untuk meluncurkan serangan ke Iran.
Menurut mereka langkah tersebut merupakan bentuk pertahanan diri yang mutlak harus dilakukan demi menjaga stabilitas nasional.
Kutipan tersebut mempertegas posisi Iran yang merasa terdesak oleh kehadiran militer asing di sekitar wilayah kedaulatan mereka.
Di sisi lain konfrontasi bersenjata antara pihak AS-Israel melawan Iran diprediksi masih akan berlangsung cukup lama.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara konsisten terus melontarkan ancaman keras terhadap pemerintahan yang ada di Teheran.
Trump menyatakan tidak akan menghentikan agresi militer sebelum ambisi politik dan strategisnya di kawasan tersebut terpenuhi.
Tujuan utama dari operasi militer AS ini adalah untuk melakukan pergantian rezim dan menghentikan total program nuklir.
Dunia internasional kini menyoroti bagaimana kebijakan keras ini akan mengubah peta kekuatan militer di daratan Timur Tengah.
Baca Juga: Drone Murah Iran Shahed-136 Berhasil Bikin AS dan Israel Pusing Karena Boros Biaya Amunisi
Situasi semakin rumit dengan munculnya sosok pemimpin tertinggi baru Iran yakni Mojtaba Khamenei yang sangat vokal.
Mojtaba memikul beban emosional yang besar setelah kehilangan orang-orang terdekatnya dalam serangan yang dilakukan pihak musuh.
Dia bersumpah akan menuntut balas atas kematian ayahnya Ayatollah Ali Khamenei serta istrinya dalam konflik ini.
Selain kehilangan anggota keluarga beberapa pejabat tinggi di sektor keamanan Iran juga turut menjadi korban jiwa.
Semangat balas dendam ini diperkirakan akan memicu serangan-serangan baru yang lebih mematikan di masa mendatang.
Perkembangan terbaru menunjukkan bahwa Amerika Serikat telah menggempur titik vital ekonomi Iran di Pulau Kharg.
Wilayah tersebut merupakan pusat ekspor minyak utama yang menjadi urat nadi perekonomian negara para mullah tersebut.
Gempuran terhadap infrastruktur energi ini langsung memancing reaksi keras dan balasan setimpal dari pihak militer Iran.
Aksi saling balas ini menciptakan siklus kekerasan yang menghancurkan berbagai fasilitas strategis di kedua belah pihak.
Masyarakat global kini mengkhawatirkan dampak ekonomi dari hancurnya fasilitas minyak di kawasan yang sangat krusial tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Hanya Kirim PDF Tanpa Balasan, Polres Jakpus Jelaskan Soal Aksi BEM UI Tak Ajukan Izin Resmi
-
3 Fakta Dugaan Korupsi MBG: Kejagung Geledah Enam Lokasi, DPR Minta Program Dihentikan
-
Jangan Adu Rakyat vs Rakyat, TB Hasanuddin Tegaskan Komcad Tak Boleh Hadapi Demo Mahasiswa
-
Nasib 21 Ribu Motor Listrik Era Dadan, Jadi Besi Tua atau Dipaksa Jalan Demi MBG?
-
Divonis 13 Tahun Penjara, Sejumlah Pakar Duga Ada Kejanggalan di Putusan Hukum Arief Pramuhanto
-
Partai Gelora Desak Penghapusan Threshold, Klaim DPR Buka Ruang Diskusi
-
Anis Matta Akui Partai Gelora Terganjal Logistik, Urusan Pendanaan Jadi Persoalan Besar
-
ICW: Vonis Rendah Pejabat BPK Tak Beri Efek Jera, Korupsi Terus Berulang
-
Warga Jakarta Bisa Masuk Gratis ke Ancol dan Ragunan, Cek Jadwal dan Caranya
-
Evaluasi MBG dan Krisis Regenerasi Petani Jadi Sorotan, Dudung Akui Program Perlu Ditata Ulang