- Sejumlah fraksi DPR RI mendukung opsi Presiden Prabowo mengurangi gaji pejabat akibat krisis global.
- Fraksi Golkar dan NasDem menekankan pentingnya kajian teknis dan simulasi sebelum pemotongan gaji diterapkan.
- Presiden mempertimbangkan efisiensi lain seperti WFH, mencontoh langkah ekstrem Pakistan menghadapi tekanan ekonomi.
Suara.com - Sejumlah fraksi partai politik di DPR RI secara resmi menyatakan dukungan terhadap opsi yang dipertimbangkan Presiden Prabowo Subianto untuk mengurangi gaji pejabat negara.
Kebijakan ini direncanakan menyasar anggota kabinet hingga anggota DPR RI sebagai langkah strategis dalam mengantisipasi dampak krisis global yang kian tidak menentu. Langkah efisiensi ini dipandang sebagai bentuk empati pemerintah terhadap kondisi ekonomi masyarakat luas.
Ketua Fraksi Golkar DPR RI, Muhammad Sarmuji, menyatakan kesiapannya jika kebijakan pemotongan gaji tersebut benar-benar diimplementasikan oleh negara.
Menurutnya, tindakan tersebut merupakan bagian dari upaya menciptakan kepekaan sosial serta penyesuaian diri terhadap dinamika ekonomi saat ini. Ia menekankan pentingnya persiapan teknis sebelum kebijakan tersebut dijalankan secara menyeluruh.
"Pemerintah harus sudah melakukan simulasi tentang apa saja yang bisa dilakukan untuk mengatasi keadaan," kata Sarmuji di Jakarta, Senin (16/3/2026).
Langkah simulasi tersebut dianggap krusial agar pemerintah memiliki gambaran utuh mengenai dampak dan efektivitas dari penghematan yang dilakukan.
Sarmuji menilai bahwa penyesuaian anggaran di level pejabat tinggi dapat menjadi sinyal positif bagi publik mengenai komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas nasional di tengah tekanan eksternal.
Sekretaris Fraksi Partai NasDem DPR RI, Ahmad Sahroni, turut memberikan pandangannya terkait upaya Presiden dalam mencari solusi kesejahteraan rakyat di tengah situasi global terkini.
Sahroni menyatakan bahwa pemerintah memang memiliki berbagai opsi untuk mengefisienkan anggaran belanja negara.
Baca Juga: Prabowo Tegaskan Tak Ada Rencana Ubah Batas Defisit 3 Persen, Kecuali Keadaan Darurat
Namun, ia memberikan catatan agar setiap kebijakan yang diambil, terutama yang bersinggungan dengan hak administratif pejabat, tetap melalui kajian yang mendalam.
"Apalagi yang terkait gaji, harus didiskusikan dengan sangat matang. Karena apabila tidak dikaji secara matang, efisiensi di pos gaji berpotensi memunculkan efek turunan," kata Sahroni sebagaimana dilansir Antara.
Sahroni mengingatkan bahwa setiap kebijakan fiskal memiliki dampak berantai yang harus diantisipasi sejak dini.
Meski memberikan catatan kritis terkait teknis pelaksanaan, ia menegaskan bahwa prinsip dasar DPR RI akan selalu selaras dengan pemerintah, terutama dalam menempatkan kepentingan rakyat sebagai prioritas tertinggi di atas kepentingan golongan atau individu.
Dukungan serupa datang dari Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi PAN, Eddy Soeparno. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan mengikuti seluruh arahan yang diberikan oleh Presiden Prabowo Subianto terkait langkah-langkah penyelamatan ekonomi.
Eddy menilai bahwa dalam situasi krisis, negara memang harus mendahulukan kepentingan rakyat banyak di atas segala-galanya.
Berita Terkait
-
Video Alumni 'Protes' ke Prabowo Gara-Gara Sekolahnya Baru Bagus Setelah Lulus Viral di Medsos
-
Prabowo Tegaskan Tak Ada Rencana Ubah Batas Defisit 3 Persen, Kecuali Keadaan Darurat
-
Di Tengah Krisis Global, MBG Jadi Penyelamat Pertumbuhan Ekonomi di Akar Rumput
-
Raffi Ahmad Pamer Hampers Lebaran dari Prabowo, Isinya Unik dan Tak Biasa
-
Prabowo Tegaskan Indonesia Tak Akan Gabung Aliansi Militer Mana Pun
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Mana yang Turun Duluan? Banner Demo Mahasiswa di DPR Sindir Kenaikan BBM hingga Jabatan Prabowo
-
Mangkir Lagi, KPK Pertimbangkan Jemput Paksa Fitri Assiddikki di Kasus CSR BI-OJK
-
Disambut Riuh Mahasiswa, Wapres Gibran Buka Pintu Setwapres untuk Pendemo
-
Ada Indikasi Kuat Pelanggaran HAM dalam Program MBG
-
DPR Gelar Rapat Tertutup Bahas Anggaran dengan BGN, Ada Apa?
-
Dana Pendidikan Dikuras Buat MBG, Pemerintah Terancam Gugatan Ganti Rugi Triliunan!
-
Guru Keluhkan MBG Ganggu KBM, Pembagian Makanan hingga Ompreng Sita Waktu Belajar
-
Bukan Gerakan Makar, Aliansi Cipayung: Cara Aparat Memperlakukan Kami Seolah Kami Melakukan Kudeta
-
Apakah Harga Minyak Dunia Kembali Normal Setelah AS - Iran Damai?
-
Diplomasi Prabowo Gagal? Malaysia Lebih Unggul Ambil Peluang Ketimbang Indonesia