- Sejumlah fraksi DPR RI mendukung opsi Presiden Prabowo mengurangi gaji pejabat akibat krisis global.
- Fraksi Golkar dan NasDem menekankan pentingnya kajian teknis dan simulasi sebelum pemotongan gaji diterapkan.
- Presiden mempertimbangkan efisiensi lain seperti WFH, mencontoh langkah ekstrem Pakistan menghadapi tekanan ekonomi.
"Jadi apa yang diusul Bapak Presiden saya kira sudah sangat lengkap, komprehensif, dan kita sepakat dengan apa yang beliau sampaikan," kata Eddy.
Sebelum memunculkan opsi pemotongan gaji, Presiden Prabowo Subianto telah mendorong berbagai langkah penghematan lainnya, termasuk konsumsi bahan bakar minyak (BBM).
Presiden juga mempertimbangkan kebijakan kerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara maupun sektor swasta sebagai upaya menekan mobilitas dan konsumsi energi nasional di tengah ancaman krisis energi global.
Sebagai referensi kebijakan, Presiden mencontohkan langkah-langkah ekstrem yang telah diambil oleh sejumlah negara lain, salah satunya Pakistan. Negara tersebut telah menerapkan kebijakan kritis untuk menyelamatkan ekonomi nasionalnya, termasuk pemberlakuan kerja dari rumah bagi pegawai pemerintah dan swasta hingga mencapai 50 persen. Selain itu, Pakistan juga telah memangkas hari kerja menjadi hanya empat hari dalam sepekan guna menekan biaya operasional negara.
Di Pakistan, penghematan dilakukan secara menyeluruh dengan mengurangi gaji anggota kabinet dan parlemen secara signifikan. Pemerintah setempat juga memangkas penggunaan BBM pada kendaraan dinas, membatasi operasional kendaraan operasional pemerintah, hingga menghentikan sementara sejumlah belanja non-prioritas.
Pengadaan kendaraan baru, alat pendingin ruangan (AC), hingga perabot kantor dihentikan total untuk mengalokasikan dana ke sektor yang lebih mendesak.
Presiden Prabowo menyampaikan bahwa berbagai contoh langkah ekstrem dari negara lain tersebut dapat menjadi bahan kajian mendalam bagi pemerintah Indonesia.
Kajian ini diperlukan untuk menentukan instrumen kebijakan penghematan mana yang paling relevan dan efektif untuk diterapkan di dalam negeri guna memastikan ketahanan ekonomi nasional tetap terjaga.
Baca Juga: Prabowo Tegaskan Tak Ada Rencana Ubah Batas Defisit 3 Persen, Kecuali Keadaan Darurat
Berita Terkait
-
Video Alumni 'Protes' ke Prabowo Gara-Gara Sekolahnya Baru Bagus Setelah Lulus Viral di Medsos
-
Prabowo Tegaskan Tak Ada Rencana Ubah Batas Defisit 3 Persen, Kecuali Keadaan Darurat
-
Di Tengah Krisis Global, MBG Jadi Penyelamat Pertumbuhan Ekonomi di Akar Rumput
-
Raffi Ahmad Pamer Hampers Lebaran dari Prabowo, Isinya Unik dan Tak Biasa
-
Prabowo Tegaskan Indonesia Tak Akan Gabung Aliansi Militer Mana Pun
Terpopuler
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 5 Rekomendasi Parfum di Indomaret yang Tahan Lama untuk Salat Id
Pilihan
-
Harry Styles Ungkap Perjuangan Jadi Penyanyi Solo Usai One Direction Bubar
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Dilema Window Shopping: Ketika Mal Cuma Jadi Katalog Fisik Buat Belanja Online
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
Terkini
-
Kronologi Baru Kasus Andrie Yunus: TAUD Ungkap Temuan Botol yang Dibuang Pelaku dari Motor
-
Tim Advokasi: Penyiraman Air Keras ke Aktivis Kontras Adalah Percobaan Pembunuhan Berencana
-
Mudik 2026, Cerita Perjuangan Perantau Kalimantan hingga Berkah Mudik Gratis BUMN
-
Kasatgas Tito dan Mensos Serahkan Bansos Rp100 Miliar untuk Korban Bencana di Sumatera
-
Mata Kanan Terluka Parah, Begini Kondisi Medis Korban Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
-
Israel Tuding Pelaku Penyerangan Sinagoga Michigan Adik Komandan Hizbullah
-
Siap Perang Terbuka! Iran Akhirnya Akui China dan Rusia Bantu Lawan AS-Israel
-
Zulkifli S. Ekomei Sebut Rismon Sianipar Bukan Membelot: Dia Pulang Kampung dan Misinya Sukses!
-
Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Diduga Aktor Terlatih, Polisi: Pelaku Memiliki Ketenangan
-
KPAI: Kematian Siswa SMAN 5 Bandung Momentum Hentikan Tradisi Geng Pelajar