- Krisis dan blokade Selat Hormuz, dipicu serangan AS-Israel dan balasan Iran, menekan produksi minyak Teluk Persia.
- Beberapa negara Teluk seperti Arab Saudi, Irak, dan Kuwait terpaksa mengurangi produksi karena fasilitas penyimpanan penuh.
- Total produksi minyak Teluk Persia turun antara 6,2 hingga 6,9 juta barel per hari dari tingkat Februari 2026.
Suara.com - Krisis dan teriolirnya Selat Hromuz berdampak pada produksi minyak.
Akibatnya, tingkat produksi minyak di seantero kawasan Teluk Persia anjlok hingga hampir 7 juta barel per hari (bpd).
Melansir ANTARA, Selasa (17/3/2026), lembaga kajian perminyakan Argus menyampaikan bahwa Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), dan Bahrain telah mengikuti langkah Irak dan Kuwait dalam membatasi produksi karena tidak bisa melanjutkan ekspor akibat penutupan Selat Hormuz.
Pembatasan produksi harus dilakukan mengingat fasilitas penyimpanan minyak yang ada terisi penuh semua dalam waktu singkat.
Karena hal tersebut, negara-negara Teluk mengurangi produksi minyak mereka sebesar 6,2 hingga 6,9 juta bpd dibandingkan tingkat produksi Februari, kata Argus.
Saudi Aramco, perusahaan BUMN minyak Saudi, telah menangguhkan operasi di tambang minyak lepas pantai Safaniya, Marjan, Zuluf, dan Abu Safa, menurut sejumlah sumber. Argus memperkirakan hal tersebut mengakibatkan produksi anjlok sekitar 2--2,5 juta bpd.
Menurut sumber lainnya, produksi minyak Irak yang pada Februari mencapai angka 4,42 juta bpd, jatuh ke angka 1,5--1,7 juta bpd sampai dengan 8 Maret, dan diperkirakan akan terus turun hingga angka 1,2--1,3 juta bpd.
Perusahaan minyak Kuwait KPC pada 7 Maret juga mengumumkan pengurangan produksi minyak dan tingkat penggunaan kilangnya. KPC mengumumkan keadaan kahar (force majeure) terkait pengiriman produk minyak mentahnya, sebagaimana pengumuman KPC yang didapat Reuters.
Produksi minyak Kuwait diketahui anjlok dari 2,59 juta bpd pada Februari menjadi 2 juta bpd saat ini, serta diperkirakan akan terus turun sampai angka 1,5 juta bpd karena menurunnya kapasitas kilang, menurut sumber kepada Argus.
Baca Juga: AS Desak Militer Jepang, Korsel, China hingga Eropa Buka Selat Hormuz, Realistis atau Sia-sia?
ADNOC, perusahaan minyak nasional UEA, pada 7 Maret mengumumkan beroperasi seperti biasa dengan memanfaatkan opsi ekspor lainnya untuk mengatasi masalah pengiriman produk akibat krisis di Selat Hormuz.
Tetapi, sumber Argus meyakini bahwa produksi minyak UEA telah jatuh ke angka 2,7 hingga 3 juta bpd dibandingkan tingkat produksi pada Februari yang mencapai 3,53 juta bpd.
Perusahaan minyak Bahrain, Bapco, pada 9 Maret juga mengumumkan keadaan kahar pada kilangnya, menurut laporan kantor berita nasional BNA. Kapasitas kilang di Bahrain ada pada angka 405.000 bpd.
Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran, termasuk Teheran, sehingga menimbulkan kerusakan infrastruktur dan korban jiwa.
Iran lantas melakukan serangan balasan terhadap wilayah Israel dan pangkalan militer AS di se-antero Timur Tengah.
Eskalasi yang terjadi di Iran telah memicu blokade "de facto" atas Selat Hormuz, sebuah jalur pelayaran yang penting bagi pengiriman minyak dan gas LPG dari negara-negara di Teluk Persia ke pasar dunia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- 7 Cushion Wudhu Friendly dengan Hasil Flawless Seharian, RIngan dan Aman di Kulit
- Heboh Lagi, Ahmad Dhani Klaim Punya Bukti Perselingkuhan Maia Estianty dengan Petinggi Stasiun TV
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Iran Kirim Proposal Negosiasi Baru, Trump Malah Siapkan Pasukan Darat di Selat Hormuz
-
Biaya Perang Iran Tembus Rp1600 T, Warga AS Bayar Mahal: Rp8 Juta per Bulan per Rumah
-
Pentagon Dituding Bohong! Biaya Perang AS vs Iran Tembus Rp1.600 Triliun
-
Balas Ancaman Trump, Panglima Militer Tegaskan Jari Tentara Iran Sudah di Pelatuk
-
Geger! Hacker 15 Tahun Bobol Basis Data Nasional, Pemerintah Prancis Kelimpungan
-
Sempat Bikin Geger, Kini Amien Rais Hapus Video Fitnah yang Singgung Prabowo dan Seskab Teddy
-
Modus Dua Sejoli Jadi Atlet NBA, Tipu Banyak Korban hingga Raup Rp56 Miliar
-
Donald Trump Tantrum Dikritik Kanselir Merz, 5000 Pasukan AS Ditarik dari Jerman
-
Qodari Sayangkan Amien Rais Jadi Korban Hoaks Terkait Teddy Indra Wijaya
-
Biarawati Diserang Orang Yahudi di Yerusalem, Kekerasan Anti-Kristen di Israel Kian Parah