- Presiden Trump mengkritik keras sekutu yang enggan berkontribusi keamanan di Selat Hormuz meskipun dilindungi AS selama ini.
- Permintaan AS untuk mengerahkan kapal penyapu ranjau direspon negatif oleh beberapa negara mitra utama secara terbuka.
- Eskalasi konflik Timur Tengah, termasuk serangan balik antara AS, Israel, dan Iran, mengganggu navigasi jalur energi vital.
Suara.com - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melontarkan kritik tajam terhadap sejumlah negara sekutu yang dinilai enggan berkontribusi dalam pengamanan jalur maritim vital di Timur Tengah.
Trump mengeluhkan sikap negara-negara yang selama ini berada di bawah perlindungan militer Amerika Serikat, namun menunjukkan keengganan saat diminta mengirimkan kapal penyapu ranjau ke Selat Hormuz.
Ketegangan di salah satu jalur perdagangan energi tersibuk di dunia tersebut meningkat drastis menyusul serangkaian insiden militer.
Trump mengungkapkan rasa frustrasinya terhadap respons para mitra internasional yang dianggap tidak sebanding dengan komitmen keamanan yang telah diberikan Washington selama puluhan tahun.
"Banyak negara telah memberi tahu saya bahwa mereka sedang menuju lokasi, beberapa sangat antusias, beberapa tidak. Beberapa adalah negara yang telah kami bantu selama bertahun-tahun," kata Trump pada Senin (16/3).
Pernyataan ini merujuk pada upaya Amerika Serikat untuk membentuk koalisi internasional guna memastikan kebebasan navigasi di Selat Hormuz.
Trump menekankan bahwa beban keamanan seharusnya dipikul bersama, terutama oleh negara-negara yang sangat bergantung pada pasokan energi yang melewati jalur tersebut.
"Kami ingin tahu, 'Apakah Anda memiliki kapal penyapu ranjau?' Mereka menjawab, 'Kami lebih suka tidak terlibat.' Selama 40 tahun, kami melindungi Anda, dan Anda tidak ingin terlibat dalam hal yang sangat kecil," ujarnya.
Sebelumnya, pada Sabtu, Trump secara spesifik telah meminta China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, Inggris, dan beberapa negara lain untuk mengirimkan kapal perang ke Selat Hormuz.
Baca Juga: Serangan AS ke Pulau Kharg, Upaya Trump Matikan Pasokan Minyak Iran
Permintaan ini muncul di tengah kekhawatiran global akan gangguan pasokan energi yang dapat memicu krisis ekonomi dunia.
Prancis dan beberapa negara Eropa lainnya dilaporkan tengah menyiapkan misi bersama untuk memastikan jalur aman bagi kapal tanker di tengah konflik Timur Tengah, menurut laporan Financial Times pada Minggu lalu.
Langkah ini diambil sebagai respons atas meningkatnya risiko serangan terhadap kapal-kapal komersial yang melintas di kawasan Teluk.
Selain persoalan di Selat Hormuz, Trump juga menyinggung keraguannya terhadap solidaritas aliansi pertahanan NATO.
Ia mengaku tidak yakin sekutu NATO akan membela Amerika Serikat jika terjadi serangan terhadap negaranya, sebuah pandangan yang kontras dengan komitmen kolektif yang selama ini dijunjung tinggi oleh aliansi tersebut.
Eskalasi konflik di kawasan ini mencapai titik kritis pada 28 Februari, ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di ibu kota Teheran.
Berita Terkait
-
Serangan AS ke Pulau Kharg, Upaya Trump Matikan Pasokan Minyak Iran
-
Analisis Militer: Iran Pakai Strategi 'Vietnam Kedua' yang Bikin AS Putus Asa
-
Donald Trump Naik Pitam, Keir Starmer Bersikeras Inggris Ogah Bantu AS Lawan Iran
-
Trump Ancam Serang Kuba, Presiden Miguel Daz Canel Siapkan 'Neraka' untuk Pasukan AS
-
AS Desak Militer Jepang, Korsel, China hingga Eropa Buka Selat Hormuz, Realistis atau Sia-sia?
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari APBD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
KPK Jadwalkan Pemeriksaan Saksi Kasus Fadia Arafiq, Pemkab Pekalongan Tegaskan Tak Ada Pengondisian
-
Tarif Transjabodetabek Mau Naik, Bos TJ Tetap Pertimbangkan Kantong Warga
-
NHM Raih Penghargaan PROPER Biru, Cerminan Kinerja Pengelolaan Lingkungan yang Taat
-
Judi Berkedok Permainan Anak Timezone Dibongkar di Jakarta, DPR Minta Bandar Dikejar
-
Ada Perbaikan Videotron, Jalur Cepat Semanggi Ditutup Lima Malam
-
KPK Dalami Dugaan Suap Rp21 Miliar Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama
-
Datang ke Jakarta Fair Bisa Sekalian Bayar Pajak Kendaraan, Begini Caranya
-
Jangan Tergiur SIM Instan! Korlantas: Hanya Polri Institusi Sah Terbitkan Izin Mengemudi
-
Viral Tawuran Berujung Curanmor di Karawang: Satu Pelaku Ditangkap, Polisi Buru Komplotan Lain
-
Alasan Elza Syarief Bela Gratis Lalu Tinggalkan Eks Wakil BGN di Kasus Korupsi MBG