- Negara-negara Eropa, termasuk Jerman dan Inggris, menolak permintaan AS untuk mengerahkan angkatan laut ke Selat Hormuz.
- Kepala Kebijakan Luar Negeri UE, Kaja Kallas, menegaskan fokus Eropa adalah keamanan maritim, bukan eskalasi konflik dengan Iran.
- Penolakan ini timbul karena Eropa mengutamakan solusi diplomatik dan meminta landasan hukum jelas sebelum pengerahan militer.
Suara.com - Negara-negara Eropa secara kolektif menyatakan penolakan terhadap seruan Amerika Serikat (AS) untuk mengerahkan kekuatan militer angkatan laut ke wilayah Selat Hormuz.
Sikap tegas ini diambil dengan menekankan bahwa blok Eropa tidak memiliki niat sedikit pun untuk terseret dalam eskalasi konflik militer yang kian memanas antara Washington dan Iran.
Penolakan ini menandai adanya keretakan strategis antara sekutu transatlantik dalam merespons situasi di Timur Tengah.
Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, memberikan pernyataan resmi pada Senin (16/3) usai melangsungkan pertemuan dengan para menteri luar negeri Uni Eropa di Brussels.
Dalam kesempatan tersebut, Kallas menegaskan posisi fundamental Eropa yang "tidak tertarik pada perang tanpa akhir."
Fokus utama Uni Eropa saat ini adalah memperkuat keamanan maritim tanpa harus memperluas cakupan operasi militer yang sudah ada.
Kallas menjelaskan bahwa meskipun Uni Eropa memiliki misi seperti Operasi Aspides di Laut Merah, tidak ada keinginan dari negara-negara anggota untuk memperluas jangkauan operasi tersebut hingga ke Selat Hormuz.
"Tidak ada yang ingin secara aktif terlibat dalam perang ini," ujar Kallas.
Ia menambahkan bahwa prioritas utama blok tersebut adalah menjaga kebebasan navigasi internasional sembari terus mengintensifkan berbagai upaya diplomatik untuk meredam ketegangan.
Baca Juga: Donald Trump Tantrum, Sebut Sekutu Tak Tahu Terima Kasih Usai Tolak Amankan Selat Hormuz
Senada dengan kebijakan pusat Uni Eropa, Menteri Luar Negeri Italia, Antonio Tajani, turut memberikan penekanan serupa.
Menurut Tajani, misi angkatan laut Uni Eropa yang saat ini berjalan memiliki tugas spesifik untuk mengawal kapal dagang dan melakukan operasi anti-pembajakan, namun mandat tersebut tidak dirancang untuk intervensi militer di Selat Hormuz.
“Kami bersedia memperkuat misi-misi ini,” kata Tajani, namun ia memberikan batasan jelas bahwa “saya rasa misi-misi tersebut tidak dapat diperluas hingga mencakup Selat Hormuz.”
Jerman sebagai kekuatan ekonomi terbesar di Eropa juga menunjukkan sikap yang tidak kalah keras. Kanselir Friedrich Merz secara terbuka menyatakan bahwa Berlin "tidak akan melakukannya" terkait pengiriman pasukan ke wilayah Teluk.
Merz justru mendesak semua pihak yang terlibat untuk segera mencari solusi politik guna mengakhiri konflik yang terjadi.
Menteri Pertahanan Jerman, Boris Pistorius, memberikan peringatan mengenai aspek legalitas internasional terkait pengerahan militer.
Berita Terkait
-
Bahlil soal WFH Akibat Krisis Energi: Akan Menghemat Impor Migas
-
Iran Tolak Main di AS! Minta FIFA Pindahkan Laga Piala Dunia 2026 ke Meksiko
-
Donald Trump Tantrum, Sebut Sekutu Tak Tahu Terima Kasih Usai Tolak Amankan Selat Hormuz
-
Selat Hormuz Masih Terisolir, Produksi Minyak Kawasan Teluk Anjlok Hampir 7 Juta Barel!
-
Pertama di Dunia! Malaysia Robek-robek Perjanjian Dagang dengan AS, Indonesia?
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Grab Perkuat Teknologi Keselamatan Transportasi Online, AI hingga AudioProtect Plus
-
Abdul Wahid Ajukan Banding, Merasa Kasusnya Direkayasa: Saya Cari Keadilan
-
Istana Tanggapi Putusan MK soal Anggaran MBG Harus Dipisah dari Pendidikan
-
Portofolio Digital Jadi Ijazah Baru, Senjata Gen Z Tembus Dunia Kerja?
-
Rugi Rp25,2 Miliar! Diana Pungky Polisikan Mantan Asisten Terkait Penggelapan dan TPPU
-
Ditantang karena Belum Periksa Raja Juli, KPK: Bukan Masalah Berani atau Tidak
-
Whooz Bikin UMKM Tak Perlu Lagi Investasi Server dan Jaringan
-
Piala Presiden 2026: Persija Bisa Tersingkir Meski Bantai PSMS Medan
-
Fahri Hamzah Usul Peradilan Etik, Pejabat Bisa Langsung Dipecat Sebelum Terjerat Korupsi
-
Review Serafina Makes Waves: Buku Bergambar Penuh Tawa dan Pelajaran Hidup