Bisnis / Energi
Selasa, 17 Maret 2026 | 16:05 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan WFH akan membuat pemerintah menghemat impor minyak. [Antara]
Baca 10 detik
  • Pemerintah mengkaji opsi kebijakan WFH sebagai upaya penghematan BBM antisipasi krisis energi global.
  • Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan pengkajian WFH dilakukan meskipun stok BBM nasional terkendali.
  • Perkembangan positif dari Timur Tengah, Iran mulai mengizinkan kapal non-AS/Israel melintasi Selat Hormuz.

Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa pemerintah tengah mengkaji penerapan work from home (WFH). Langkah ini dipertimbangkan sebagai salah satu upaya penghematan BBM guna mengantisipasi ancaman krisis energi global akibat konflik konflik di Timur Tengah.

"Memang ada beberapa langkah-langkah yang akan dilakukan, tapi sedang dikaji, lagi dikaji, tentang apakah kita butuhkan WFH. Tetapi, menurut saya, semua kemungkinan itu bisa terjadi," kata Bahlil saat ditemui wartawan di Kementerian ESDM, Jakarta pada Selasa (17/3/2026).

Bahlil menyebut meski stok BBM nasional dalam kondisi terkendali, upaya penghematan juga harus dilakukan.

"Di samping memang kita menghemat impor, itu juga menghemat pengeluaran bagi seluruh masyarakat yang ada di Indonesia," kata Bahlil.

Dia menegaskan hingga saat ini ketahanan energi nasional seperti BBM hingga listrik dalam keadaan terkendali. Untuk BBM stoknya berada di level di atas 20 hari, sementara listrik di angka 14 hari.

Di samping itu, kata Bahlil, terdapat kabar menggembirakan dari Timur Tengah. Iran disebutnya mulai melakukan buka-tutup di Selat Hormuz. Sejumlah kapal yang tidak terafiliasi dengan Amerika Serikat dan Israel mulai diizinkan melintasi jalur rantai pasok minyak global tersebut.

"Kita sedikit mendapat angin segar. Dengan Selat Hormuz, itu sudah mulai ada kebijakan tutup buka. Artinya, bagi kapal-kapal, bagi negara-negara yang bukan Israel dan Amerika, itu bisa sekarang untuk terjadi komunikasi. Dan ini sebenarnya adalah sebuah perkembangan yang positif," kata Bahlil.

Load More