- Pemerintah mengkaji opsi kebijakan WFH sebagai upaya penghematan BBM antisipasi krisis energi global.
- Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan pengkajian WFH dilakukan meskipun stok BBM nasional terkendali.
- Perkembangan positif dari Timur Tengah, Iran mulai mengizinkan kapal non-AS/Israel melintasi Selat Hormuz.
Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa pemerintah tengah mengkaji penerapan work from home (WFH). Langkah ini dipertimbangkan sebagai salah satu upaya penghematan BBM guna mengantisipasi ancaman krisis energi global akibat konflik konflik di Timur Tengah.
"Memang ada beberapa langkah-langkah yang akan dilakukan, tapi sedang dikaji, lagi dikaji, tentang apakah kita butuhkan WFH. Tetapi, menurut saya, semua kemungkinan itu bisa terjadi," kata Bahlil saat ditemui wartawan di Kementerian ESDM, Jakarta pada Selasa (17/3/2026).
Bahlil menyebut meski stok BBM nasional dalam kondisi terkendali, upaya penghematan juga harus dilakukan.
"Di samping memang kita menghemat impor, itu juga menghemat pengeluaran bagi seluruh masyarakat yang ada di Indonesia," kata Bahlil.
Dia menegaskan hingga saat ini ketahanan energi nasional seperti BBM hingga listrik dalam keadaan terkendali. Untuk BBM stoknya berada di level di atas 20 hari, sementara listrik di angka 14 hari.
Di samping itu, kata Bahlil, terdapat kabar menggembirakan dari Timur Tengah. Iran disebutnya mulai melakukan buka-tutup di Selat Hormuz. Sejumlah kapal yang tidak terafiliasi dengan Amerika Serikat dan Israel mulai diizinkan melintasi jalur rantai pasok minyak global tersebut.
"Kita sedikit mendapat angin segar. Dengan Selat Hormuz, itu sudah mulai ada kebijakan tutup buka. Artinya, bagi kapal-kapal, bagi negara-negara yang bukan Israel dan Amerika, itu bisa sekarang untuk terjadi komunikasi. Dan ini sebenarnya adalah sebuah perkembangan yang positif," kata Bahlil.
Berita Terkait
-
Perkuat Stok, Bahlil Buka Opsi Impor BBM dari Rusia
-
Selat Hormuz Masih Terisolir, Produksi Minyak Kawasan Teluk Anjlok Hampir 7 Juta Barel!
-
Trump Minta Tolong China Buka Selat Hormuz, Chuck Schumer: Anda Bercanda?
-
AS Desak Militer Jepang, Korsel, China hingga Eropa Buka Selat Hormuz, Realistis atau Sia-sia?
-
Bidik Nuklir dan Mineral Kritis, Bahlil Teken Kesepakatan Strategis dengan Jepang di Tokyo
Terpopuler
- Gaji Rp 8,2 M Belum Dibayar, Aktivis-Influencer Sedunia Tuntut Badan Propaganda Israel
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- Promo Alfamart 14-18 Maret 2026: Diskon Sirop dan Wafer Mulai Rp8 Ribuan Jelang Lebaran
- Kisah Unik Pernikahan Mojtaba Khamenei dan Zahra yang Gugur Dibom Israel-AS
Pilihan
-
AFC Resmi Coret Timnas Malaysia, Vietnam Lolos ke Piala Asia 2027
-
Iran Tolak Main di AS! Minta FIFA Pindahkan Laga Piala Dunia 2026 ke Meksiko
-
Arus Mudik H-4 Idulfitri, 100 Ribu Orang Sudah Berangkat dari Stasiun Gambir
-
Pertama di Dunia! Malaysia Robek-robek Perjanjian Dagang dengan AS, Indonesia?
-
Analisis Militer: Iran Pakai Strategi 'Vietnam Kedua' yang Bikin AS Putus Asa
Terkini
-
3 Rekomendasi Aplikasi Investasi Terbaik untuk Pemula di 2026
-
Perkuat Stok, Bahlil Buka Opsi Impor BBM dari Rusia
-
Batas Nikotin Diturunkan, Industri Kretek Disebut Bisa Kolaps
-
500 Pemudik Mengikuti Program Mudik Aman Berbagi Harapan 2026 dari Pegadaian Kanwil VIII Jakarta 1
-
Rekayasa Mudik Dikritik, Pelabuhan Penunjang Padat Merak Justru Lengang
-
Perang di Timur Tengah, BI Tahan Suku Bunga Biar Rupiah Makin Kuat
-
Diskon Tiket Mudik 30 Persen Disebut Justru Bebani Operator Kapal Ferry
-
Alasan Danantara Terbitkan Surat Utang Rp 7 Triliun
-
Fitur QRIS Ini Bisa Cair 3 Kali Sehari Bikin UMKM Makin Satset di Ramadan
-
Pembatasan Rokok Dikaji, Petani Tembakau Khawatir Serapan Anjlok