- Israel menghadapi ancaman krisis finansial akibat serangan militer terhadap Iran dipimpin Netanyahu dan Trump pada 28 Februari 2026.
- Serangan militer AS-Israel menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, namun belum menunjukkan tanda kemenangan signifikan.
- Agresi perang menyebabkan defisit anggaran Israel melonjak dari 3,9 persen menjadi 5,1 persen dari PDB.
Suara.com - Nafsu untuk mengalahkan Iran di medan perang ternyata menyeret Israel pada ancaman krisis finansial.
PM Israel Benjamin Netanyahu bersama Presiden AS, Donald Trump pada 28 Februari 2026 tanpa persetujuan dari PBB, menyerang Iran.
Serangan militer AS-Israel menewaskan pemimpin tertinggi Ali Khamenei. Serangan awal AS-Israel juga salah sasaran dan menghancurkan sekolah putri, menewaskan ratusan anak-anak.
Memasuki pekan ketiga agresi militer AS-Israel ke Iran ini belum ada tanda-tanda Netanyahu dan Trump meraih kemenangan.
Justru Israel dihadapkan pada situasi sulit yakni jebolannya anggaran pemerintah untuk biaya perang.
Salah satu media Israel, Calcalist dalam ulasannya menyebut Benjamin Netanyahu mengambil resiko besar dengan menggunakan miliaran shekel demi menang perang melawan Iran.
"Langkah ini langsung memicu lonjakan defisit anggaran negara. Dari target awal sekitar 3,9 persen, angka defisit melonjak hingga menembus 5,1 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB)," ulas media Israel itu.
Menurut Calcalist, pejabat Kementerian Keuangan sebenarnya mencoba menahan laju kenaikan anggaran. Namun tekanan kuat dari militer dan keputusan politik membuat upaya tersebut gagal total.
Pihak militer disebut mengancam jika dana besar tak digelontorkan maka ada hal yang tidak bisa dipenuhi militer.
Baca Juga: Donald Trump Tantrum, Sebut Sekutu Tak Tahu Terima Kasih Usai Tolak Amankan Selat Hormuz
Sementara itu, Menteri Keuangan Bezalel Smotrich disebut memilih tetap melanjutkan kebijakan, meski risiko fiskal meningkat.
Keputusan itu dinilai lebih didorong pertimbangan politik ketimbang ekonomi.
Netanyahu sendiri tetap mendukung penuh peningkatan anggaran militer.
Ia sebelumnya menegaskan ambisi mencapai kemenangan penuh dalam perang yang melibatkan beberapa front sekaligus, Iran dan Hizbulloh.
Namun dampak ekonomi mulai terasa. Laporan terbaru menunjukkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Israel untuk 2026 diturunkan signifikan, sementara beban utang negara terus meningkat.
“Defisit di atas 5 persen selama beberapa tahun akan berbahaya,” ungkap salah satu pejabat keuangan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Danantara Indonesia dan PLN Salurkan 5.000 Paket Perlengkapan Sekolah ke Tiga Provinsi di Indonesia
- 5 Kejanggalan Video Benjamin Netanyahu Terbaru, PM Israel Beneran Tewas?
- Media Iran Yakin Benjamin Netanyahu Sudah Meninggal Dunia, Video Ini Jadi Bukti
Pilihan
-
AFC Resmi Coret Timnas Malaysia, Vietnam Lolos ke Piala Asia 2027
-
Iran Tolak Main di AS! Minta FIFA Pindahkan Laga Piala Dunia 2026 ke Meksiko
-
Arus Mudik H-4 Idulfitri, 100 Ribu Orang Sudah Berangkat dari Stasiun Gambir
-
Pertama di Dunia! Malaysia Robek-robek Perjanjian Dagang dengan AS, Indonesia?
-
Analisis Militer: Iran Pakai Strategi 'Vietnam Kedua' yang Bikin AS Putus Asa
Terkini
-
4 Juta Warga DKI Tak Mudik, Kemenpar Dorong Tren Mudik ke Jakarta Saat Libur Lebaran
-
Warga Israel: Netanyahu dan Pejabat Aman Tentram, Kami Tiap Detik Bisa Mati Dirudal
-
Bantargebang Sudah Kritis, Pramono Anung Bakal Sanksi Warga Jakarta yang Tak Pilah Sampah
-
Sadis! Pasutri di Cirebon Habisi Nyawa Tukang Pijat Hamil 8 Bulan Demi Uang Rp83 Ribu
-
Pemulihan Pascabanjir Aceh Jelang Idul Fitri Disorot Media Asing
-
Kemnaker Koordinasikan Mudik Gratis dengan 230 Armada Bus bagi 12.690 Pekerja dan Ojol
-
Manjakan Pemudik dan Wisatawan, Transjakarta Aktifkan Rute Pelabuhan Serta Siagakan Bus Wisata
-
Respons Wacana Pemotongan Gaji Menteri, Purbaya: Gak Apa-apa, Sudah Kegedean Juga
-
Eropa Kompak Tolak Ajakan Trump Kirim Pasukan ke Selat Hormuz: Ini Bukan Perang Kami
-
WN India Berkali-kali Lecehkan Pramugari dalam Pesawat Singapore Airlines