- Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan dua kapal Pertamina terjebak di Selat Hormuz sedang dalam proses negosiasi.
- Kedua kapal tersebut adalah VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro, terhambat konflik AS-Israel dengan Iran.
- Iran mulai membuka jalur untuk kapal non-AS dan Israel, memungkinkan komunikasi bagi kapal Indonesia.
Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkap nasib dua kapal milik PT Pertamina International Shipping (PIS) yang terjebak di Selat Hormuz.
Bahlil mengungkap bahwa pemerintah tengah dalam proses negosiasi untuk mengeluarkannya dari kawasan perairan tersebut.
"Dalam negosiasi sekarang, ini kan antre panjang. Ini dalam negosiasi, kasih kami waktu ya. Masih negosiasi," kata Bahlil saat ditemui wartawan di Kementerian ESDM, Jakarta pada Selasa (17/3/2026).
Bahlil pun optimis proses negosiasi akan berhasil, terlebih saat ini Iran telah mulai membuka jalur tersebut untuk sejumlah kapal yang tidak terafiliasi Amerika Serikat dan Israel.
"Dengan Selat Hormuz, itu sudah mulai ada kebijakan tutup buka. Artinya, bagi kapal-kapal, bagi negara-negara yang bukan Israel dan Amerika, itu bisa sekarang untuk terjadi komunikasi," kata Bahlil.
Adapun kedua kapal milik Pertamina terjebak yakni VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro. Kedua kapal tidak bisa keluar dari Selat Hormuz akibat perang yang terjadi antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran.
Sebelum dilaporkan terjebak, kedua kapal diketahui sedang menjalankan tugas. Kapal Gamsunoro melayani kargo milik konsumen pihak ketiga (third party). Sementara, VLCC Pertamina Pride sedang dalam misi mengangkut pasokan minyak mentah (light crude oil) untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri.
Sejauh Iran telah mengizinkan beberapa kapal tanker pengangkut minyak dan gas untuk keluar dari Selat Hormuz. Di antaranya adalah kapal milik India, China, Pakistan, Prancis dan Italia.
Saat ini diperkirakan ada sekitar 700 kapal masih terjebak di Selat Hormuz. Sebanyak 400 di antaranya adalah kapal tanker dengan muatan sekitar 200 juta barel. Sebelumnya ada setidaknya 19 kapal yang telah dihantam misil maupun senjata lain di Teluk Persia.
Baca Juga: Bahlil Ungkap Stok BBM Lebaran di Tengah Ancaman Krisis Energi Timur Tengah
Iran sebelumnya bersumpah tak akan membiarkan satu tetes pun minyak keluar dari Selat Hormuz selama AS dan Israel terus menyerang wilayahnya. Adapun Selat Hormuz termasuk perairan internasional, jalur yang dilewati sekitar 20 persen minyak dunia.
Berita Terkait
-
Eropa Kompak Tolak Ajakan Trump Kirim Pasukan ke Selat Hormuz: Ini Bukan Perang Kami
-
Bahlil soal WFH Akibat Krisis Energi: Akan Menghemat Impor Migas
-
Iran Tolak Main di AS! Minta FIFA Pindahkan Laga Piala Dunia 2026 ke Meksiko
-
Perkuat Stok, Bahlil Buka Opsi Impor BBM dari Rusia
-
Bahlil Tawarkan Ekspor Listrik Surya ke Singapura, Kepri Disiapkan Jadi Kawasan Industri Hijau
Terpopuler
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Danantara Indonesia dan PLN Salurkan 5.000 Paket Perlengkapan Sekolah ke Tiga Provinsi di Indonesia
- 5 Kejanggalan Video Benjamin Netanyahu Terbaru, PM Israel Beneran Tewas?
- Media Iran Yakin Benjamin Netanyahu Sudah Meninggal Dunia, Video Ini Jadi Bukti
Pilihan
-
AFC Resmi Coret Timnas Malaysia, Vietnam Lolos ke Piala Asia 2027
-
Iran Tolak Main di AS! Minta FIFA Pindahkan Laga Piala Dunia 2026 ke Meksiko
-
Arus Mudik H-4 Idulfitri, 100 Ribu Orang Sudah Berangkat dari Stasiun Gambir
-
Pertama di Dunia! Malaysia Robek-robek Perjanjian Dagang dengan AS, Indonesia?
-
Analisis Militer: Iran Pakai Strategi 'Vietnam Kedua' yang Bikin AS Putus Asa
Terkini
-
Jelang Libur Panjang, IHSG Melonjak ke 7.106 Didorong Wall Street
-
Panen Cuan di Bulan Suci, UMKM Lokal Catat Kenaikan Penjualan Drastis
-
Bahlil soal WFH Akibat Krisis Energi: Akan Menghemat Impor Migas
-
3 Rekomendasi Aplikasi Investasi Terbaik untuk Pemula di 2026
-
Perkuat Stok, Bahlil Buka Opsi Impor BBM dari Rusia
-
Batas Nikotin Diturunkan, Industri Kretek Disebut Bisa Kolaps
-
500 Pemudik Mengikuti Program Mudik Aman Berbagi Harapan 2026 dari Pegadaian Kanwil VIII Jakarta 1
-
Rekayasa Mudik Dikritik, Pelabuhan Penunjang Padat Merak Justru Lengang
-
Perang di Timur Tengah, BI Tahan Suku Bunga Biar Rupiah Makin Kuat
-
Diskon Tiket Mudik 30 Persen Disebut Justru Bebani Operator Kapal Ferry