- Direktur Kontraterorisme Nasional AS, Joe Kent, mengundurkan diri karena menolak mendukung perang melawan Iran yang dinilai tanpa ancaman nyata.
- Kent menyatakan perang dipicu oleh tekanan politik kuat dari Israel dan lobi terkait, bukan ancaman langsung terhadap Amerika Serikat.
- Pengunduran diri ini menandai petinggi AS pertama yang mundur sejak serangan ke Iran pada 28 Februari 2026, menyebabkan korban jiwa signifikan.
Suara.com - Direktur Pusat Kontraterorisme Nasional Amerika Serikat, Joe Kent, mengundurkan diri dari jabatannya setelah menolak mendukung perang melawan Iran.
Dalam surat pengunduran diri yang dipublikasikan, Kent menyebut konflik tersebut tidak didasarkan pada ancaman nyata terhadap Amerika Serikat.
Kent, yang selama ini memberi nasihat kepada Presiden Donald Trump dan Direktur Intelijen Nasional, mengatakan ia tidak bisa lagi mendukung kebijakan militer saat ini.
“Saya tidak bisa dengan hati nurani mendukung perang yang sedang berlangsung. Iran tidak menimbulkan ancaman langsung terhadap negara kita,” tulis Kent seperti dilansir dari Aljazeera.
Ia bahkan menilai perang terjadi karena tekanan politik dari Israel dan kelompok lobi di Amerika.
“Jelas bahwa kita memulai perang ini karena tekanan dari Israel dan lobi kuatnya di Amerika,” katanya dalam surat tersebut.
Pengunduran diri Kent membuat ia jadi petinggi AS pertama yang mengundurkan diri serangan ke Iran pada 28 Februari 2026.
Kent menyoroti bahwa dalam hukum AS, serangan militer tanpa persetujuan Kongres harus didasarkan pada ancaman yang bersifat segera.
Kent juga mengingatkan bahwa Trump sebelumnya berjanji menghindari perang panjang di Timur Tengah.
Baca Juga: Trump Tak Bisa Jamin Keamanan, Presiden Meksiko: Timnas Iran Boleh Main di Negara Kami
“Anda memahami bahwa perang di Timur Tengah adalah jebakan yang merenggut nyawa patriot kita dan menguras kekayaan negara,” tulisnya.
Dalam surat itu, Kent turut menyinggung kematian istrinya yang tewas dalam serangan bom bunuh diri ISIS di Suriah pada 2019.
Ia menyebut tragedi itu terjadi dalam perang yang menurutnya dipicu oleh kepentingan politik luar negeri.
“Saya tidak bisa mendukung mengirim generasi berikutnya untuk bertempur dalam perang yang tidak memberi manfaat bagi rakyat Amerika dan tidak sebanding dengan nyawa yang hilang,” tegasnya.
Sejak perang dimulai, sedikitnya 13 tentara AS dilaporkan tewas, sementara korban di Iran mencapai lebih dari seribu orang.
Gedung Putih belum memberikan tanggapan resmi atas pengunduran diri Kent, yang sebelumnya dikenal sebagai veteran pasukan khusus dengan lebih dari sepuluh penugasan tempur di Timur Tengah.
Berita Terkait
-
Trump Tak Bisa Jamin Keamanan, Presiden Meksiko: Timnas Iran Boleh Main di Negara Kami
-
Pejabat Militer Israel Bongkar Detik-detik Ali Larijani Dihabisi di Rumah Aman
-
Iran Balas Operasi Gabungan, Rudal Hantam Kota Israel dan Pangkalan Amerika Serikat
-
Ring 1 Iran Disusupi Mossad? Foto Misterius Picu Isu Operasi Rahasia Dugaan Tewasnya Ali Larijani
-
Netanyahu Buka Suara! Kirim Pesan Keras ke Teheran Usai Klaim Tewaskan Ali Larijani
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Sepatu Lari Diadora Diskon 50 Persen di Sports Station, Harga Jadi Rp200 Ribuan
- 5 Cushion Matte untuk Menutupi Bekas Jerawat dan Noda Hitam, Harga Terjangkau
Pilihan
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
Terkini
-
Misteri Kematian Dokter Internship dr. Myta, Kemenkes Didesak Lakukan Investigasi Menyeluruh
-
Hubungan Memanas, Militer Iran Klaim Miliki Bukti AS Siapkan Konflik Baru
-
Arief Pramuhanto Disebut Korban Kriminalisasi Terberat, Pengacara: Tak Ada Aliran Dana
-
Skandal Chromebook, Prof Suparji: Langkah JPU Tuntut Penjara Ibrahim Arief Tepat
-
Sentil 'Akal-akalan' Aplikator, Driver Ojol: Potongan Terasa 30 Persen, Berharap pada Perpres Baru
-
May Day 2026, Menaker Yassierli Tegaskan Negara Komitmen Lindungi Pekerja hingga ke Tengah Laut
-
Tak Ditemui Pemerintah karena Demo di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Bubarkan Diri Janji Balik Lagi
-
Tak Puas Sampaikan Aspirasi di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Sempat Bakar Ban Coba Terobos Barikade
-
Momentum Hardiknas, BEM SI Demo di Patung Kuda Sampaikan 10 Tuntutan, Ini Isinya
-
Megawati Ingatkan Republik Milik Bersama, Tolak Alasan Biaya Mahal untuk Ubah Sistem Pemilu