- Diskusi lintas generasi di Jakarta Selatan menyoroti perlunya kepemimpinan intrinsik untuk mengatasi krisis sistemik bangsa.
- Beberapa tokoh mengkritik melemahnya moral pemimpin dan berubahnya partai politik menjadi entitas komersial saat ini.
- Kualitas kepemimpinan berdampak pada kebijakan strategis, termasuk pertahanan, dan perlunya kerendahan hati dalam berkuasa.
Ia menyebut kondisi ini membuat hanya kalangan tertentu yang bisa masuk ke dalam sistem kekuasaan.
“Format partai seperti sekarang membuat hanya orang super kaya yang bisa masuk. Demokrasi jadi nomor dua, yang penting kekayaan meningkat,” kata Feri.
Pandangan serupa disampaikan pengusaha Anton Supit yang menilai persoalan fiskal negara tidak akan selesai tanpa kepastian hukum dan tata kelola yang baik.
Ia menegaskan kritik yang disampaikan bukan untuk menjatuhkan pemerintah, melainkan sebagai bentuk kepedulian.
“Kita tidak ingin menjatuhkan pemerintah. Ini negara kita bersama, kita ingin semua selamat dan sukses,” ujarnya.
Tokoh antikorupsi Erry Riyana Hardjapamekas menekankan pentingnya kerendahan hati dalam menjalankan kekuasaan.
Menurutnya, pemerintah harus membuka ruang kritik agar tata kelola negara berjalan sehat.
“Kalau mau dikoreksi berarti mengakui negeri ini milik bersama, bukan milik perorangan. Dengan begitu governance bisa berjalan dan kesenjangan dipersempit,” katanya.
Diskusi ditutup dengan pandangan optimistis dari pakar hukum Arief T. Surowijoyo yang melihat kepedulian lintas generasi sebagai modal penting untuk perubahan.
Baca Juga: Arahan Presiden, Kemenpora Cairkan Bonus Sekaligus Tanggung Pajak Peraih Medali ASEAN Para Games
Ia menilai kesamaan keprihatinan menjadi tanda bahwa perbaikan bangsa masih mungkin dilakukan.
“Banyak yang pesimis, tapi saya justru optimistis. Kepedulian kita hari ini menunjukkan ada keinginan kuat untuk memperbaiki bangsa secara total,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
Arahan Presiden, Kemenpora Cairkan Bonus Sekaligus Tanggung Pajak Peraih Medali ASEAN Para Games
-
Pelabuhan Merak Padat, 75 Ribu Pemudik Menyeberang ke Sumatera
-
Tak Semua Pemain Timnas Indonesia Hadir TC di Jakarta, Siapa yang Dicoret?
-
Alarm Lini Depan Timnas Indonesia, Para Striker Tak Produktif Cetak Gol
Terpopuler
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Ragnar Oratmangoen Pecah Kebuntuan! Timnas Indonesia Ungguli Singapura 1-0
-
Ironi Febrie Adriansyah: Ngaku Dikriminalisasi Usai Sering Lakukan Itu Saat Berkuasa?
-
Mural HUT ke-81 di Sukoharjo, Angka 8 Bergambar Pria Gendut, Angka 1 Pria Kurus
-
Dianggap Tak Lazim, Wamenkop Buka Alasan Kopdes Merah Putih Dibangun di Gunung hingga Dekat TPA
-
Sudaryono Jawab Soal Bisulan Karena Telur: Saya Sengaja Pancing Ahli Gizi!
-
Rutinitas Skincare Kini Makin Simpel, Pemilik Kulit Sensitif Mulai Utamakan Pelembap yang Praktis
-
Vietnam Unggul 1-0 Atas Kamboja, Timnas Indonesia Masih Tanpa Gol, Garuda di Ujung Tanduk
-
Istana Akui Presiden Prabowo Pertimbangkan Destry Damayanti Jadi Gubernur BI
-
Misteri 2 Orang Bermasker Tinggalkan TKP Penemuan Jenazah Bos Konter HP Ambarawa
-
Rekam Jejak Aneh Wasit Oman Khalfan Al-Amouri Laga Singapura vs Timnas Indonesia