News / Nasional
Rabu, 18 Maret 2026 | 20:04 WIB
Aktivis 98, Ubedilah Badrun (tengah) di Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (18/3/2026). [Suara.com/Faqih]
Baca 10 detik
  • TNI telah mengumumkan empat prajurit (NDP, SL, BHW, ES) sebagai pelaku penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus.
  • Andrie Yunus, Wakil Koordinator KontraS, mengalami luka bakar 24% setelah disiram air keras pada Kamis (12/3/2026) malam.
  • Aktivis meminta pengusutan tuntas hingga aktor intelektual sebagai momentum kejujuran institusi militer saat ini.

Suara.com - TNI telah mengumumkan empat prajuritnya sebagai pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.

Aktivis 98, Ubedilah Badrun, meminta agar pengusutan dalang penyiraman terhadap Andrie Yunus harus menjadi titik balik kejujuran militer.

Sebab, saat ini kondisi keterbukaan informasi di era digital tidak lagi memungkinkan adanya fakta yang ditutupi, seperti pada masa Orde Baru.

"Era sekarang bukan era lagi zaman Orde Baru. Ini era digital society yang memungkinkan semua hal bisa dibongkar,” kata Ubedillah, dalam diskusi yang digelar Komrad Pancasila, bertajuk Usut Tuntas Penyerangan Andrie Yunus, di Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (18/3/2026).

“Jadi, saya kira mesti menjadi momentum penting untuk tentara jujur, ya siapa aktor intelektual di balik ini," imbuhnya.

Ubedillah menegaskan, jika telah terbukti melakukan aksi penyiraman air keras terhadap Andrie, maka para prajurit ini harus dijatuhi hukuman berat.

"Kalau aktornya adalah bagian penting dari tentara, ya beri sanksi berat, enggak apa-apa. Itu kan sejarah kelam yang harus ditelan oleh mereka," ujar Ubedilah Badrun.

Dalam menjatuhkan sanksi, Ubedillah mengatakan militer tidak boleh melakukan tebang pilih. Ia mencontohkan langkah hukum yang dilakukan oleh institusi Polri dalam mempidanakan petinggi mereka jika terjerat pidana.

Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) itu mengatakan, kasus Andrie Yunus dipandang sebagai ujian bagi institusi untuk membuktikan bahwa mereka telah beranjak dari pola lama menuju perubahan yang lebih transparan.

Baca Juga: Pemerintah Apresiasi Langkah Cepat Polri Identifikasi Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

"Sama juga ketika para jenderal polisi juga dipenjara kan, yang beberapa waktu yang lalu itu. Jadi menurut saya sudah waktunya kita harus berubah, jangan lagi menggunakan pola-pola yang lama itu," ucapnya.

Sementara itu, Koordinator Komrad Pancasila, Antony Yudha, meyakini bahwa aktor intelektual dalam kasus tersebut dapat terbongkar. Kini, tanggung jawab tersebut berada di tangan pihak berwenang untuk mengungkapnya.

"Minimal ketahuan eksekutornya siapa kan. Dari empat orang inilah yang harus digali informasinya ke mana gitu, instruksinya oleh siapa gitu. Ya minimal petunjuk awalnya sudah dapat gitu," kata Antony.

Diketahui, Komandan Puspom TNI Mayjen TNI Yusri Nuryanto menyatakan pihaknya telah menerima penyerahan empat tersangka yang diduga melakukan penganiayaan terhadap Andrie Yunus dari Denma Bais TNI. Adapun empat tersangka berinisial NDP, SL, BHW, dan ES.

Diketahui, Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal (OTK). Akibatnya, Andrie mengalami luka bakar hingga 24 persen.

Akibat kejadian tersebut, Andrie mengalami luka bakar serius, terutama di bagian mata kanan. Ia disiram air keras sepulang dari Kantor YLBHI usai melakukan siaran podcast bertajuk “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” pada Kamis (12/3/2026) sekitar pukul 23.00 WIB.

Load More