- Lima ribu jemaah Muhammadiyah tunaikan shalat Idulfitri di Gumuk Pasir Bantul.
- Tradisi shalat Id di Gumuk Pasir Bantul menjadi ikon religi mancanegara.
- Haedar Nashir imbau umat Muslim saling menghargai perbedaan penetapan Idulfitri.
Suara.com - Ribuan umat Muslim menunaikan shalat Idulfitri di kawasan ikonik Gumuk Pasir, Kretek, Bantul, Jumat (20/3/2026). Tradisi melaksanakan shalat Id di hamparan pasir ini diketahui telah berlangsung sejak tahun 1900-an silam.
Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kretek, Isyudi, menuturkan bahwa pemilihan lokasi ini berawal dari minimnya fasilitas lapangan di daerah tersebut. Kini, lokasi tersebut telah bertransformasi menjadi destinasi religi tahunan.
"Hingga saat ini, Gumuk Pasir telah menjadi ikon bagi pelaksanaan shalat hari raya di wilayah kami," ujar Isyudi, Jumat (20/3/2026).
Berdasarkan data panitia, sebanyak 5.505 jemaah memadati lokasi tersebut, yang terdiri dari 2.823 laki-laki dan 2.682 perempuan. Isyudi mengakui bahwa daya tarik Gumuk Pasir mengundang banyak warga dari luar daerah yang datang karena penasaran ingin merasakan sensasi beribadah di tengah gundukan pasir.
"Setiap tahun, lokasi ini menjadi rujukan bagi jemaah lokal maupun luar daerah," tambahnya.
Menyikapi adanya perbedaan waktu penetapan Idulfitri tahun ini, Isyudi mengajak umat Muslim untuk tetap memprioritaskan persatuan. Ia menekankan bahwa esensi Ramadan adalah melatih kedisiplinan, ketakwaan, serta empati sosial.
"Kami sudah terbiasa dengan perbedaan. Insyaallah kami tetap saling menghargai dan menghormati meskipun waktu pelaksanaan shalat hari raya tidak bersamaan," tegasnya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengimbau masyarakat agar tidak memperuncing perbedaan metode penetapan Idulfitri. Ia mengingatkan bahwa keberagaman pandangan adalah hal lumrah yang tidak sepatutnya memicu perpecahan.
"Kita tidak perlu mempertajam perbedaan. Kita sudah terbiasa dengan hal ini. Tidak perlu mencari pembenaran diri dengan memvonis pihak lain yang berbeda," ujar Haedar usai melaksanakan shalat Idulfitri di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).
Baca Juga: Bukan Lagi Lokal! Begini Cara Muhammadiyah Tetapkan Hari Raya Islam Berlaku Sedunia
Haedar juga berpesan kepada para tokoh agama untuk senantiasa mengeluarkan pernyataan yang menyejukkan guna menjaga suasana kondusif di tengah masyarakat. Ia menekankan pentingnya kekhusyukan ibadah demi mencapai kesalehan jiwa dan pikiran.
"Hindari ujaran yang dapat menimbulkan ketidakharmonisan. Selain itu, kami meminta para elite bangsa untuk memberikan teladan yang baik (uswatun hasanah) dalam menciptakan toleransi serta kemajuan bagi umat dan bangsa," pungkas Haedar.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
Kisah Cindy Wanner, Kematian Paling Misterius di California Hingga 30 Tahun Tak Terpecahkan
-
Habib Rizieq Sorot Pernyataan Prabowo soal Yaman, Sebut Terpengaruh 'Jenderal Baliho'
-
Merz Sebut Kebijakan Donald Trump 'Pukulan Telak', Jerman Tetap Upayakan Damai Dagang
-
Update Skandal Pasporgate Dean James: Gugatan NAC Breda Ditolak, Tinggal Tunggu Degradasi
-
KRL Rangkasbitung Alami Kendala, Perjalanan Hanya Sampai Stasiun Serpong
-
Update Tragedi Bekasi: 84 Korban Sudah Pulang, KAI Buka Pintu Klaim Biaya Medis dan Trauma Healing
-
Riau Jadi Titik Strategis, Menteri LH Gandeng Kepolisian Amankan Ekosistem Lingkungan
-
12 Orang Jadi Korban Penembakan Massal di Pesta Tepi Danau Arcadia
-
Satgas PRR Tuntaskan Huntara di Sumut dan Sumbar, Pembangunan Huntap Kian Dipercepat
-
Tanpa Perlindungan, Transisi Energi Ancam Hak Pekerja: Mengapa?