- Muhadjir Effendy tegaskan perbedaan hari Lebaran bukan bentuk ketidaktaatan pada pemerintah.
- PP Muhammadiyah imbau masyarakat hargai keberagaman metode penetapan hari raya Idulfitri.
- Ketaatan warga negara tidak diukur dari keseragaman tanggal pelaksanaan shalat Id.
Suara.com - Ketua Bidang Ekonomi, Bisnis, dan Industri Halal Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Muhadjir Effendy, memberikan tanggapan tegas terkait adanya perbedaan penetapan hari raya Idulfitri di Indonesia.
Ia menekankan bahwa masyarakat seharusnya sudah terbiasa dengan keberagaman metode penentuan hari kemenangan tersebut.
Muhadjir mengingatkan agar perbedaan waktu pelaksanaan shalat Id ini tidak disalahartikan oleh pihak-pihak tertentu sebagai bentuk ketidakpatuhan terhadap negara.
"Yang dimaksud taat kepada pemerintah itu bukan berarti lebarannya harus di tanggal yang sama," ujar Muhadjir saat memberikan keterangan kepada awak media usai melaksanakan shalat Id, Jumat (20/3/2026).
Menurut Muhadjir, ketaatan warga negara kepada pemerintah tidak boleh diukur hanya melalui keseragaman tanggal perayaan hari besar keagamaan.
"Jadi, baik yang merayakan Lebaran hari ini maupun besok, keduanya sama-sama taat kepada pemerintah. Hal ini yang perlu kita tekankan bersama," lanjutnya.
Ia juga menyoroti adanya upaya dari segelintir pihak yang mencoba menyudutkan kelompok tertentu karena perbedaan pilihan hari Lebaran dengan dalih agama maupun kepatuhan.
Muhadjir menegaskan bahwa persoalan ini bukanlah tentang kewajiban untuk selalu seragam demi dianggap patuh.
"Bukan itu urusannya. Ini bukan soal ketaatan yang harus diwujudkan dengan keseragaman waktu pelaksanaan, bukan," tegasnya.
Baca Juga: Khotbah Idulfitri Haedar Nashir: Peradaban Modern di Ambang Kehancuran Akibat Ulah 'Predator' Dunia
Ia meyakini bahwa setiap organisasi maupun pihak memiliki landasan argumen yang kuat dan sah dalam menentukan keputusan terkait penetapan 1 Syawal.
"Masing-masing sudah memiliki argumen yang sama-sama kuat, dan dalam demokrasi serta kebebasan beragama, itu sangat dimungkinkan," pungkas Muhadjir.
Sebagaimana diketahui, Pemerintah melalui Kementerian Agama RI menetapkan Idulfitri jatuh pada Sabtu (21/3/2026), berdasarkan perhitungan hilal yang dinyatakan belum memenuhi kriteria pada hari ini.
Sementara itu, Muhammadiyah merayakan Idulfitri lebih awal yakni pada hari ini, Jumat (20/3/2026).
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
Terkini
-
Jakarta Darurat Sampah: Pemprov DKI Percepat Pembangunan PSEL untuk Kurangi Beban Bantargebang
-
Jakarta Selatan Mulai Tergenang Banjir, Layanan Transjakarta Pangkas Rute
-
Siap Lawan Sikap Rasis, Habib Rizieq Ingatkan Prabowo Yaman Bukan Musuh
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Pembacokan Mengerikan di Cengkareng, Karyawan Pabrik Roti Tewas Bersimbah Darah
-
Kisah Cindy Wanner, Kematian Paling Misterius di California Hingga 30 Tahun Tak Terpecahkan
-
Habib Rizieq Sorot Pernyataan Prabowo soal Yaman, Sebut Terpengaruh 'Jenderal Baliho'
-
Merz Sebut Kebijakan Donald Trump 'Pukulan Telak', Jerman Tetap Upayakan Damai Dagang
-
Update Skandal Pasporgate Dean James: Gugatan NAC Breda Ditolak, Tinggal Tunggu Degradasi
-
KRL Rangkasbitung Alami Kendala, Perjalanan Hanya Sampai Stasiun Serpong