Suara.com - Mudik telah menjadi tradisi tahunan bagi masyarakat Indonesia saat Hari Raya Idul Fitri. Tidak afdhol rasanya momen Lebaran tanpa berkumpul bersama keluarga di kampung halaman.
Kerinduan semacam ini pula yang dialami Pandu Dewa Putra, guru Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 12 Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau. Pria berusia 26 tahun asal Batam itu sangat antusias untuk mudik agar dapat berlebaran bersama keluarga.
Maklum saja sejak pertama kali bertugas di Kepulauan Anambas dia belum pernah pulang kampung sama sekali. Dewa, sapaan akrabnya juga mengatakan, ada perbedaan yang ia rasakan dalam mudik kali ini dibandingkan dengan mudik pada tahun-tahun sebelumnya.
"Perbandingannya sangat kontras. Ini jadi mudik saya yang pertama saat sudah bekerja," kata Dewa saat dihubungi beberapa waktu lalu.
Dewa mengungkapkan, menjadi guru bimbingan konseling di SRT 12 Kepulauan Anambas merupakan pekerjaan pertamanya sejak ia lulus kuliah. Sebelum bergabung di Sekolah Rakyat, dia sempat melamar pekerjaan sebagai guru di beberapa sekolah swasta di Batam dan membuka les privat di rumahnya.
Les privat yang diberikan Dewa menyasar anak-anak jenjang SD dan SMA yang ada di sekitar rumahnya. "Ngajar yang paling dasar, kayak membaca, menghitung," ujarnya.
Setelah mendengar adanya lowongan pendaftaran sebagai guru di Sekolah Rakyat, ia pun mencoba peruntungannya. Usahanya membuahkan hasil. Dia lolos menjadi guru bimbingan konseling dengan penempatan di SRT 12 Kepulauan Anambas.
Dewa menjelaskan, alasannya ikut mendaftar sebagai guru di Sekolah Rakyat karena program pendidikan gratis ini bertujuan membantu anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Ia ingin ikut terlibat dalam proses tersebut.
Pria lulusan Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta itu pun mengaku, mudik tahun ini terasa berbeda karena dirinya lebih bersemangat untuk pulang kampung. Dewa bercerita, letak geografis Kepulauan Anambas yang sebagian besar dikelilingi oleh lautan, membuatnya sempat kesulitan mendapatkan tiket pulang ke Batam.
Baca Juga: Perkuat Pendidikan Papua, Komite Otonomi Khusus Nyatakan Siap Dukung Sekolah Rakyat
Awalnya, ia mencoba membeli tiket kapal Pelni, tetapi tidak ada waktu keberangkatan yang dirasa cocok. Dia kemudian berupaya mencari tiket kapal feri cepat dengan rute Kepulauan Anambas ke Batam. Namun, tiket kapal feri cepat pun habis dalam waktu sekejap.
Hal yang sama juga terjadi dengan tiket pesawat. Meski demikian, harapannya untuk mudik dan merayakan Lebaran bersama keluarga di Batam pun bisa terwujud.
"Akhirnya berdoa saja lah sama yang di atas, semoga ada (kapal) feri tambahan. Nah, ternyata ada," ungkap Dewa.
Dewa mengatakan, harus menempuh perjalanan selama hampir 12 jam untuk menuju kampung halamannya. Perjalanan dimulai dengan menggunakan speedboat dari Kepulauan Anambas ke ibukota kepulauan, Tarempa di Pulau Siantan dengan waktu tempuh sekitar 15 menit.
Kemudian dilanjutkan menggunakan kapal feri menuju Batam selama 10 jam. "Dari pelabuhan ke rumah lanjut perjalanan darat sekitar 50 menit," jelasnya.
Perbedaan lainnya yang dirasakan Dewa pada mudik tahun ini adalah ia pulang ke rumah dengan membawa banyak cerita mengenai Sekolah Rakyat. Terutama soal harapan anak-anak didiknya yang sedang dibangun dengan kerja keras.
"Saya sangat senang ketika siswa saya yang dari keluarga kurang mampu akhirnya bisa sekolah lagi, semangat mereka mengejar cita-cita begitu besar," katanya.
Dewa pun berharap suatu saat Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Sosial Saifullah Yusuf dapat mengunjungi SRT 12 Kepulauan Anambas.
"Saya berharap Bapak Presiden Prabowo dan Bapak Menteri Sosial Saifullah Yusuf, bisa datang ke SR Anambas untuk mengecek kondisi kami yang ada di utara Indonesia ini," harapnya. ***
Berita Terkait
-
Cepat dan Berkualitas, Brantas Abipraya Kebut Pembangunan Sekolah Rakyat di Sulsel & Kalsel
-
Terpopuler: Anggaran Sepatu Sekolah Rakyat Rp27 M Viral, 7 Parfum Lokal Wangi Kayak Habis Mandi
-
Satu Siswa Dapat 4 Pasang, Intip Penampakan Sepatu Sekolah Rakyat yang Dibanderol hingga Rp640 Ribu
-
Heboh Sepatu Rp 700 Ribu untuk Siswa Sekolah Rakyat, Gus Ipul Bongkar Faktanya!
-
Sepatu Sekolah Rakyat Merk Apa? Dianggarkan Sampai Rp700 Ribu per Pasang
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Kejagung Geledah Rumah Nurman Herin di Wilayah Bandung, Don Ritto Diperiksa oleh Tim 9
-
KPK: Penyidikan Korupsi CSR BI Satori dan Heri Gunawan Masih Berlanjut!
-
Timnas Indonesia di Ujung Tandung, John Herdman Akui Singapura Ujian Terberat di Piala AFF 2026
-
Belanja Gentlewoman Pakai Kartu BRI Dapat Cashback Rp300 Ribu!
-
Kasus Dokter Viral Komentari Pasien BPJS Berujung Putus Kontrak dengan RS Pusri
-
4 Shio yang Diprediksi Makin Bahagia dan Beruntung Besok 7 Agustus 2026
-
Wamendagri Ribka Haluk Turun Langsung Tinjau Penanganan Dugaan Keracunan MBG di Kabupaten Jayapura
-
Jauh dari Kampung, Warga Menteng Jaya Ragu Pindahkan Liga Aspal ke RPTRA Borobudur
-
Toyota Indonesia Sambut Rencana Insentif Kendaraan Listrik dengan Baterai Nikel
-
BPS Ungkap Tingkat Pengangguran di Riau per Mei 2026