- Pemerintah Sri Lanka menolak izin pendaratan dua pesawat tempur AS bersenjata rudal pada 26 Februari 2024.
- Keputusan penolakan tersebut diambil untuk menjaga posisi netral Sri Lanka di tengah konflik memanas Iran-AS.
- Sri Lanka juga menerima permintaan kunjungan kapal angkatan laut Iran pada hari yang sama, menegaskan sikap seimbang.
Suara.com - Pemerintah Sri Lanka menolak permintaan Amerika Serikat untuk mendaratkan dua pesawat tempur di bandara sipil Mattala.
Keputusan ini diambil demi menjaga posisi netral di tengah memanasnya perang AS-Israel melawan Iran.
Presiden Anura Kumara Dissanayake mengungkapkan bahwa permintaan tersebut diajukan pada 26 Februari, hanya dua hari sebelum AS dan Israel melancarkan serangan militer ke Iran.
“Mereka ingin membawa dua pesawat tempur dengan delapan rudal antikapal dari pangkalan di Djibouti,” ujarnya di parlemen dilansir dari Aljazeera.
Ia menegaskan, pemerintah langsung menolak permintaan tersebut.
“Kami menolak permintaan itu untuk menjaga netralitas Sri Lanka,” kata Dissanayake.
Tak hanya dari AS, Colombo juga menerima permintaan dari Iran pada hari yang sama.
Teheran meminta izin tiga kapal angkatan lautnya untuk melakukan kunjungan persahabatan ke Sri Lanka.
“Dengan dua permintaan di hadapan kami, keputusannya jelas,” ujar Dissanayake.
Baca Juga: Miguel Diaz-Canel Bakal 'Di-Maduro-kan', Pemerintah Kuba Tegas Melawan AS
Dissanayake menambahkan, “Jika kami mengatakan ‘ya’ kepada Iran, maka kami juga harus mengatakan ‘ya’ kepada AS.”
Keputusan ini diambil di tengah eskalasi perang AS-Israel melawan Iran yang memicu kekhawatiran global.
Serangan rudal dan drone di kawasan Timur Tengah telah mendorong lonjakan harga energi dan meningkatkan risiko konflik meluas.
Presiden AS Donald Trump bahkan menekan sekutu-sekutunya untuk terlibat lebih jauh.
Trump mengkritik negara-negara NATO yang menolak ikut mengamankan Selat Hormuz, jalur vital distribusi energi dunia.
Di tengah situasi tersebut, sejumlah negara memilih bersikap hati-hati.
Berita Terkait
-
Miguel Diaz-Canel Bakal 'Di-Maduro-kan', Pemerintah Kuba Tegas Melawan AS
-
Dituding Tak Loyal ke Pemerintah, Sardar Azmoun Dicoret dari Timnas Iran
-
Mojtaba Khamenei Klaim Musuh Allah Telah Tumbang, AS-Israel Disebut Salah Perhitungan
-
Lebaran 2026 di Zona Perang: Gaza, Iran, dan Lebanon Rayakan Idul Fitri Tanpa Sukacita
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan