Bola / Bola Dunia
Sabtu, 21 Maret 2026 | 11:57 WIB
Selebrasi Sardar Azmoun setelah menjebol gawang Qatar di semifinal Piala Asia 2023 (the-afc.com)
Baca 10 detik
  • Striker Sardar Azmoun dikeluarkan dari timnas Iran diduga karena unggahan foto tidak loyal kepada pemerintah setempat.
  • Keputusan pemecatan ini mengurangi signifikan peluang Azmoun bermain pada kompetisi Piala Dunia 2026 mendatang.
  • Foto bersama penguasa Dubai memicu kemarahan publik Iran di tengah isu ketegangan geopolitik kawasan Teluk.

Suara.com - Striker Sardar Azmoun, dilaporkan dicoret dari tim nasional Iran setelah dianggap melakukan tindakan tidak loyal terhadap pemerintah.

Keputusan ini membuat peluangnya tampil di Piala Dunia 2026 semakin kecil.

Media Iran menyebut pencoretan dipicu unggahan Azmoun di Instagram yang memperlihatkan dirinya bersama penguasa Dubai, Mohammed bin Rashid Al Maktoum.

Foto tersebut memicu kemarahan di tengah ketegangan antara Iran dan kawasan Teluk setelah serangan militer AS-Israel.

Seorang sumber internal tim nasional menyatakan keputusan itu telah diambil. “Azmoun telah dikeluarkan dari skuad,” demikian laporan yang dikutip dari Aljazeera.

Meski sempat menghapus unggahan tersebut, kritik keras terus berdatangan. Komentator olahraga Iran, Mohammad Misaghi, mengecam tindakan sang striker.

“Sangat disayangkan Anda tidak cukup memahami perilaku yang tepat di waktu seperti ini,” ujarnya.

Ia bahkan menambahkan, “Orang seperti itu tidak pantas mengenakan seragam tim nasional.”

Azmoun merupakan salah satu pemain kunci Iran dengan catatan 57 gol dari 91 pertandingan internasional sejak debutnya pada 2014.

Baca Juga: Usul Ditolak FIFA, Timnas Iran Pastikan Tampil di Piala Dunia 2026 tapi...

Azmoun saat ini bermain untuk klub Uni Emirat Arab, Shabab Al-Ahli.

Absennya Azmoun menjadi pukulan besar bagi Iran yang tengah bersiap menghadapi Piala Dunia 2026.

Situasi ini diperparah oleh konflik geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat dan sekutunya.

Federasi sepak bola Iran belum memberikan pernyataan resmi terkait kasus ini.

Load More