- Perayaan Lebaran 2026 di Timur Tengah seperti Beirut, Gaza, dan Iran diliputi kesuraman akibat konflik dan krisis ekonomi berat.
- Krisis multidimensi memaksa pengungsi Suriah, Alaa, di Beirut kehilangan tempat tinggal dan tidak merencanakan perayaan Idul Fitri.
- Kondisi ekonomi buruk di Gaza menyebabkan melonjaknya harga kebutuhan pokok, membatasi kemampuan masyarakat untuk merayakan hari raya.
Suara.com - Perayaan Lebaran 2026 terasa suram di berbagai wilayah Timur Tengah yang dilanda konflik dan krisis ekonomi.
Di Beirut, Gaza City, hingga Iran, warga kesulitan merasakan kebahagiaan hari raya Idul Fitri di tengah perang dan pengungsian massal.
Seorang pengungsi Suriah bernama Alaa mengaku tak memiliki rencana apa pun untuk merayakan Lebaran.
“Saya hanya mencari tempat untuk tidur. Saya bahkan tidak memikirkan Idul Fitri,” ujarnya dilansir dari Aljazeera.
Alaa sebelumnya tinggal di pinggiran selatan Beirut yang hancur akibat serangan Israel.
Kini, ia terpaksa tidur di ruang terbuka setelah gagal mendapatkan tempat di penampungan.
Situasi serupa terjadi di seluruh Lebanon, di mana lebih dari satu juta orang dilaporkan mengungsi.
Ketidakpastian kapan perang berakhir membuat masyarakat sulit merayakan hari besar keagamaan.
Di Iran, kondisi tak kalah berat akibat serangan berkelanjutan AS dan Israel serta krisis ekonomi yang sudah lebih dulu terjadi.
Baca Juga: Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
Warga kesulitan membeli kebutuhan Lebaran, bahkan aktivitas belanja di pasar tradisional menjadi berisiko.
Sementara itu di Gaza, tekanan ekonomi semakin parah akibat pembatasan barang yang masuk wilayah tersebut.
Harga kebutuhan pokok melonjak tajam, membuat banyak keluarga tidak mampu merayakan Idul Fitri seperti biasa.
“Secara kasat mata suasana Lebaran terlihat ramai, tapi secara finansial sangat buruk,” kata Khaled Deeb, warga Gaza berusia 62 tahun.
“Hanya raja yang bisa membeli buah dan sayur, bukan orang miskin seperti kami.”
Ia mengenang masa sebelum perang saat masih mampu memberi hadiah besar kepada keluarganya.
Berita Terkait
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Pramono Sebut Kebun Binatang Ragunan Bakal Tutup Saat Hari Pertama Lebaran, Buka Kembali Lusa
-
Pramono Anung dan Bang Doel Bakal Salat Idul Fitri di Balai Kota, Khatib Diisi Maruf Amin
-
Tantrum Harga Minyak Meroket, Trump Cap NATO Pengecut Karena Tak Mau Ikut Buka Selat Hormuz
-
Pengiriman Pasukan Perdamaian Indonesia ke Gaza Ditunda, Prabowo Tegaskan Bukan untuk Lucuti Senjata
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
AMMSI Dukung BGN Sesuaian Operasional SPPG: Tak Ada Ruang Bagi Dapur Bermasalah
-
Konvoi Berubah Maut, Tiga Remaja Diciduk dalam Kasus Pengeroyokan di Depan Terminal Grogol
-
KPK Dalami Asal-Usul Aset Silmy Karim yang Disita dalam Kasus Izin Tinggal WNA
-
GKR Hemas Ajak Generasi Muda Bangun Kepemimpinan Berbasis Nilai Budaya
-
GERD Kambuh, Dokter Tifa Pakai Kursi Roda usai Pemeriksaan di RS Polri
-
Maraton Geledah Tiga Lokasi di Bali, KPK Amankan Barang Bukti Kasus Pemerasan WNA
-
Penyakit Bawaan Ditemukan Saat Pemeriksaan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat di RS Polri
-
KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang Hasil Pemerasan WNA dalam Kasus Silmy Karim
-
Anak 5 Tahun Bongkar Dugaan Pembunuhan Ibunya di Tambora
-
KPK Cecar Yaqut soal Barang Bukti Kasus Korupsi Haji yang Telah Dikumpulkan Penyidik