-
Intelijen AS dan Israel gagal melacak keberadaan Mojtaba Khamenei selama perayaan tahun baru Nowruz.
-
Muncul spekulasi bahwa pemimpin baru Iran mengalami cedera parah dan sedang menjalani pemulihan.
-
CIA dan Mossad mencurigai adanya krisis komando di Teheran pasca gugurnya tokoh-tokoh penting.
CIA bahkan mulai melakukan verifikasi terhadap foto-foto lama di media sosial untuk mencari petunjuk baru.
Seorang pejabat Amerika Serikat yang identitasnya dirahasiakan memberikan komentar terkait absennya sang pemimpin dalam tradisi tersebut.
"Kami berharap melihat Mojtaba juga dalam bentuk tertentu. Dia tidak memanfaatkan kesempatan dan tradisi tersebut," kata pejabat AS tersebut.
Lebih lanjut ia memberikan penilaian bahwa situasi ini menunjukkan kondisi yang tidak menguntungkan bagi stabilitas.
"Ini adalah pertanda buruk," ujarnya lagi dengan nada penuh kekhawatiran.
Pakar keamanan Raz Zimmt menilai bahwa kemungkinan besar Mojtaba sedang mengendalikan urusan dari balik layar.
Faktor keamanan dan kondisi kesehatan yang belum pulih diduga kuat menjadi alasan ia tetap bersembunyi.
"Dalam keadaan luar biasa saat ini, kita tidak bisa mengharapkan dia untuk tampil di depan umum dan mungkin saja cedera yang dialaminya bahkan tidak memungkinkan dia untuk merilis video rekaman agar tidak memperlihatkan kepada publik seberapa parah kondisinya," kata Zimmt.
Di sisi lain pimpinan CIA menyatakan bahwa struktur pemerintahan Iran ternyata tidak langsung runtuh pasca-kematian Khamenei.
Baca Juga: Pegulat 19 Tahun Dieksekusi Iran, Ini Alasan Saleh Mohammadi Dihukum Mati
Meskipun demikian pihak Barat meyakini sedang terjadi guncangan hebat dalam rantai komando militer mereka.
Hingga saat ini pihak Israel belum bisa memastikan siapa yang memberikan instruksi strategis di Iran.
"Kami tidak memiliki bukti bahwa dialah yang benar-benar memberi perintah," kata seorang pejabat senior Israel.
Meskipun intelijen yakin Mojtaba masih hidup namun akses pertemuan tatap muka selalu ditolak dengan alasan keamanan.
Ketidakpastian ini semakin diperparah dengan kematian Ali Larijani yang tewas dalam serangan di Teheran.
AS dan Israel kini menduga bahwa kekuatan nyata Iran kemungkinan besar dipegang oleh Korps Garda Revolusi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Arus Balik Lebaran: 52.926 Penumpang Tiba di Jakarta, Pasar Senen Terpadat
-
Rumah di Kembangan Terbakar Saat Ditinggal Penghuninya Berlebaran
-
Pemerintah Prioritaskan Sekolah Tatap Muka, Menko PMK: Hindari Learning Loss
-
Kenaikan Suhu Bumi Melonjak 75 Persen, Sinyal Bahaya atau Fluktuasi Jangka Pendek?
-
Perisai Davids Sling Israel Gagal Tangkis Rudal Kiamat Iran, 2 Kota Zionis Hancur Lebur
-
Israel Makin Hancur dan Mossad Gagal Total, Benjamin Netanyahu Stress
-
Roket Bombardir Israel, Unit Khusus ZAKA 360 Konfirmasi Ada Zionis Tewas
-
Video Baru Benjamin Netanyahu Muncul Lagi, Dicurigai Gambar Lama karena Sudah Meninggal Dunia
-
Baru Diresmikan, Taman Bendera Pusaka di Jaksel Sudah Dipenuhi Sampah Berserakan
-
Asal Usul Viral Ejekan You're Fired, Cara Jenderal Iran Merendahkan Donald Trump Selama Perang