News / Internasional
Minggu, 22 Maret 2026 | 14:05 WIB
Serangan rudal Iran ke pangkalan militer gabungan AS-Inggris di Samudra Hindia memicu kekhawatiran baru tentang kemampuan jarak jauh rudal milik Teheran. [Tangkap layar X]
Baca 10 detik
  • Serangan rudal Iran mengenai pangkalan gabungan AS-Inggris di Diego Garcia, Samudra Hindia, memicu kekhawatiran baru.
  • Dua rudal yang ditembakkan sejauh 4.000 kilometer ini menunjukkan perkembangan program rudal Iran lebih cepat dari dugaan.
  • Serangan ini mengindikasikan ancaman rudal Iran berpotensi meluas melampaui Israel, mengarah ke Eropa dan AS.

Suara.com - Serangan rudal Iran ke pangkalan militer gabungan AS-Inggris di Samudra Hindia memicu kekhawatiran baru tentang kemampuan jarak jauh rudal milik Teheran.

Serangan yang menargetkan pulau Diego Garcia disebut menunjukkan bahwa program rudal Iran berkembang lebih cepat dari perkiraan AS dan sekutunya.

Pangkalan di Diego Garcia menjadi sasaran dua rudal yang ditembakkan dari wilayah Iran sejauh sekitar 2.500 mil atau lebih dari 4.000 kilometer.

Seorang pejabat Amerika mengatakan, “Satu rudal gagal di tengah penerbangan, dan satu lagi berhasil ditembak jatuh oleh kapal perang AS.” dilansir dari New York Times.

Pejabat tersebut mengakui jarak tembakan itu mengejutkan Washington.

“Peluncuran itu mengejutkan karena jangkauannya lebih jauh dari yang biasa kami lihat,” ujarnya.

Serangan rudal Iran ke pangkalan militer gabungan AS-Inggris di Samudra Hindia memicu kekhawatiran baru tentang kemampuan jarak jauh rudal milik Teheran. [Tangkap layar X]

Sementara itu, kepala Staf Militer Israel, Eyal Zamir, menyebut Iran menggunakan rudal balistik dua tahap.

“Iran menembakkan rudal balistik antarbenua dengan jangkauan sekitar 4.000 kilometer ke target Amerika,” katanya dalam pernyataan video seperti dikutip dari Aljazeera.

Menurutnya, serangan itu menunjukkan ancaman Iran tidak hanya bagi Israel.

Baca Juga: Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban

“Kemampuan militer Iran berpotensi mengancam Eropa, bukan hanya Israel,” tegas Zamir.

Serangan terjadi sebelum Inggris mengumumkan akan memberi akses lebih luas kepada militer Amerika di pangkalan-pangkalan strategis, termasuk Diego Garcia.

Seorang pejabat militer Barat menilai Iran mungkin ingin memaksa AS menyebar sistem pertahanan.

“Iran bisa saja mencoba membuat Amerika tidak hanya fokus melindungi pangkalan di Timur Tengah, tetapi juga wilayah lain,” kata pejabat tersebut.

Direktur Proyek Pertahanan Rudal di CSIS, Tom Karako, menyebut jarak tembakan kali ini di luar perkiraan publik.

“Jarak 2.500 mil berada di luar yang biasa mereka umumkan,” ujarnya.

Load More