-
Presiden Iran menjamin keamanan kapal non-afiliasi AS-Israel untuk melintasi jalur Selat Hormuz.
-
Parlemen Iran membantah keras adanya negosiasi dengan Amerika Serikat terkait konflik militer.
-
Eskalasi serangan berbalas menyebabkan gangguan besar pada produksi minyak dan pasar global.
Suara.com - Presiden Iran Masoud Pezeshkian secara resmi memberikan pernyataan terkait situasi terkini di jalur perairan Selat Hormuz.
Langkah strategis diambil pemerintah Teheran demi menjamin kelancaran transit bagi kapal-kapal yang tidak memiliki hubungan dengan Amerika Serikat.
Pezeshkian menekankan bahwa perlindungan diberikan khusus kepada armada laut yang tidak berafiliasi dengan Israel maupun pihak pendukungnya.
Informasi krusial ini disampaikan langsung dalam komunikasi via telepon bersama Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif pada hari Senin.
Pihak kantor kepresidenan Iran melaporkan bahwa koordinasi intensif akan terus dilakukan demi menjaga stabilitas kawasan perairan tersebut.
"Iran telah mengambil langkah untuk memastikan keamanan pelayaran lewat jalur air ini dan akan melakukan koordinasi yang diperlukan bagi kapal yang tidak berafiliasi dengan pihak agresor," kata Pezeshkian dalam percakapan telepon dengan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, seperti dikutip kantornya.
Pernyataan ini muncul sebagai respons atas ketegangan tinggi yang menyelimuti wilayah Teluk Persia dalam beberapa pekan terakhir.
Presiden Iran menegaskan bahwa hambatan di Selat Hormuz sebenarnya dipicu oleh tindakan militer yang dilakukan oleh pihak Washington.
Operasi bersama antara Amerika Serikat dan Israel disebut menjadi akar penyebab terjadinya blokade di jalur distribusi energi dunia tersebut.
Baca Juga: Kiamat Sudah Dekat Kalau Amerika Nekat Buka Paksa Selat Hormuz Iran
Ali Mousavi selaku perwakilan Iran di Organisasi Maritim Internasional turut memperkuat posisi negaranya melalui pernyataan resmi.
Ia menjelaskan bahwa akses lintas laut tetap terbuka bagi semua pihak selama bukan merupakan kapal dari negara musuh.
Prosedur koordinasi dengan otoritas Iran menjadi syarat mutlak bagi kapal yang ingin melewati Selat Hormuz dengan selamat.
Situasi geopolitik ini merupakan dampak berantai dari serangan udara yang dimulai pada tanggal 28 Februari lalu.
Saat itu, kekuatan militer AS dan Israel menyasar berbagai titik strategis di wilayah Iran termasuk pusat kota Teheran.
Agresi tersebut mengakibatkan kerusakan infrastruktur yang cukup masif serta menimbulkan korban jiwa dari kalangan penduduk sipil.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja
-
Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung