News / Internasional
Selasa, 24 Maret 2026 | 13:09 WIB
Ilustrasi warga Jepang (shutterstock)
Baca 10 detik
  • Jepang resmi melepas cadangan minyak negara mulai Kamis untuk atasi dampak perang Iran.

  • PM Sanae Takaichi berkoordinasi dengan Donald Trump guna menjamin keamanan jalur Selat Hormuz.

  • Cadangan minyak swasta dan negara dilepaskan bertahap untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Suara.com - Pemerintah Jepang mengambil langkah strategis dengan memutuskan untuk membuka akses cadangan BBM nasional milik negara.

Kebijakan krusial ini mulai diberlakukan secara resmi pada hari Kamis mendatang sesuai arahan pimpinan pusat.

Perdana Menteri Sanae Takaichi menyampaikan pengumuman tersebut secara langsung pada hari Selasa tanggal 24 Maret 2026.

Keputusan besar ini lahir dari rasa kekhawatiran yang mendalam terkait terganggunya rantai pasokan bahan bakar dunia.

Kondisi tersebut dipicu oleh eskalasi pertempuran yang melibatkan Amerika Serikat bersama Israel dalam melawan pihak Iran.

Seluruh detail operasional dibahas secara mendalam dalam sebuah pertemuan kabinet yang berlangsung secara khusus baru-baru ini.

Pemerintah berfokus pada mitigasi dampak buruk dari meningkatnya ketegangan di wilayah Timur Tengah terhadap laju ekonomi.

Langkah ini merupakan kelanjutan dari proses pelepasan cadangan minyak dari pihak swasta yang sudah berjalan.

Aktivitas penyaluran stok bahan bakar dari sektor privat tersebut diketahui telah dimulai sejak pekan yang lalu.

Baca Juga: Siasat Licin Iran Perpanjang Napas Perang Usai Mojtaba Khamenei Menghilang

Takaichi menjelaskan bahwa stok minyak dari negara-negara Timur Tengah di Jepang juga akan segera dimanfaatkan.

Rencana penggunaan cadangan minyak simpanan tersebut dijadwalkan akan terlaksana sepenuhnya pada pengujung bulan Maret ini.

Pemimpin Jepang tersebut menegaskan betapa pentingnya menjaga ketenangan di wilayah penghasil minyak bumi terbesar di dunia itu.

"Perdamaian dan stabilitas Timur Tengah sangat penting bagi Jepang dan komunitas internasional," katanya.

Pernyataan tersebut menekankan bahwa keseimbangan global sangat bergantung pada situasi keamanan yang ada di wilayah teluk.

Takaichi menjamin bahwa pihak Tokyo tidak akan tinggal diam dan terus bergerak secara aktif di jalur komunikasi.

Load More