-
Blokade Iran di Selat Hormuz melumpuhkan 95 persen arus pengiriman minyak mentah global saat ini.
-
Donald Trump memberikan ultimatum 48 jam kepada Iran untuk membuka blokade atau menghadapi kehancuran infrastruktur.
-
Konflik ini memicu lonjakan harga operasional kapal tanker dan mengancam keamanan infrastruktur informasi dunia.
Suara.com - Ketegangan bersenjata antara pihak Amerika Serikat dengan Iran kini telah memasuki masa krusial pada minggu keempat.
Wilayah Selat Hormuz bertransformasi menjadi titik paling berbahaya sekaligus penentu dalam peta konflik yang sedang memanas.
Jalur distribusi minyak mentah yang sangat vital bagi kebutuhan energi dunia tersebut saat ini dalam kondisi lumpuh total.
Pihak Teheran melakukan blokade besar-besaran yang mengakibatkan terhentinya arus pengiriman komoditas energi serta mengacaukan stabilitas dagang internasional.
Meskipun demikian, otoritas Iran mengklaim bahwa jalur perairan tetap bisa diakses oleh pihak manapun kecuali kapal yang berafiliasi dengan musuh mereka.
Kenaikan harga bahan bakar di pasar global menjadi efek domino yang tidak terhindarkan akibat gangguan di wilayah tersebut.
Bagi pihak Gedung Putih, normalisasi jalur pelayaran di selat tersebut kini menjadi prioritas utama baik dari sisi ekonomi maupun politik.
Langkah untuk membuka kembali akses tersebut diprediksi akan jauh lebih kompleks daripada kalkulasi militer di atas kertas.
Risiko eskalasi meningkat drastis dalam beberapa waktu terakhir yang menunjukkan betapa rapuhnya situasi keamanan di kawasan Teluk.
Baca Juga: Panik Diserang Balik Iran, Israel Tiba-tiba Ingat HAM dan Minta Tolong Dunia
Donald Trump bahkan telah memberikan peringatan keras melalui platform media sosial miliknya terkait konsekuensi penutupan jalur ini.
Pada sebuah unggahan di Truth Social, Trump mengeluarkan ultimatum 48 jam, yang secara tajam meningkatkan tekanan pada kepemimpinan Teheran.
Mantan presiden tersebut mengancam akan meluluhlantakkan pusat pembangkit listrik Iran jika blokade tidak segera dihentikan sepenuhnya.
Militer Iran tidak tinggal diam dan menyatakan bahwa agresi AS akan dibalas dengan serangan balik ke berbagai infrastruktur strategis.
Komando militer Iran menanggapi bahwa serangan semacam itu akan memicu serangan terhadap "infrastruktur energi, teknologi informasi, dan desalinasi" yang terkait dengan AS di seluruh wilayah.
Ancaman ini memberikan sinyal kuat bahwa peperangan bisa meluas hingga ke sektor teknologi dan pemenuhan air bersih.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
Usai Bertemu Wapres Gibran, Pengurus BEM UBK Akui Terima Uang: Baru Cair 20 Persen!
-
Kronologi BEM FH UBK Diinterogasi, Diduga Terima Uang Usai Bertemu Wapres Gibran
-
Tragis di Negeri Rantau, PMI Asal Aceh dan Bayinya Tewas Diduga Dibunuh di Malaysia
-
Iran vs Barat: Skema Asuransi Selat Hormuz Bisa Lumpuhkan Perdagangan Dunia
-
Profil Andy Burnham Calon PM Inggris: Penganut Manchesterism yang Diteriaki Bukan Messiah
-
Tangis Tertahan Keir Starmer: Mundur sebagai PM Inggris, Tekanan Partai Jadi Pemicu
-
Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi: Roy Suryo dan dr Tifa Segera Disidang di PN Jakarta Timur!
-
Akses KRL ke JIS Sudah Aktif: Ini Rute dan Jam Operasionalnya!
-
Niat ke Lombok Malah Dibuang ke Terminal Bayangan, WNA Uzbekistan Terlunta-lunta Ditipu Taksi Gelap
-
Ungkap Alasan Vonis 8 Tahun Bos Grup BJU Hendarto, Hakim: Hasil Korupsi Dipakai Judi!