- Juru bicara parlemen Iran menuduh negara Timur Tengah membantu rencana invasi AS terhadap Pulau Kharg, Iran.
- Iran mengancam akan menyerang infrastruktur vital negara pembantu jika upaya penguasaan Pulau Kharg dilakukan AS.
- Militer AS mengerahkan 4.200 personel tambahan ke Timur Tengah untuk memperkuat posisi terkait potensi serangan Iran.
Suara.com - Juru bicara parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menuding ada negara di Timur Tengah yang membantu Amerika Serikat dalam upaya invasi sebuah pulau milik Iran.
Ghalibaf memperingatkan upaya invasi itu akan dibalas Iran dengan menyerang infrastruktur vital di negara tersebut. Selain itu Iran juga disebut akan mengaktifkan proksinya di Yaman yakni Kelompok Houthi yang sejauh ini belum terlibat sama sekali dalam perang.
Meski demikian Ghalibaf menolak mengungkap negara mana yang dimaksud.
Adapun AS disebut-sebut berencana untuk menguasai Pulau Kharg, pusat terminal minyak Iran yang terletak di Teluk Persia. Sekitar 90 minyak produksi Iran disimpan dan dialirkan ke kapal-kapal tanker dari pulau tersebut.
"Militer Iran terus memantau pergerakan musuh dan jika mereka mengambil langkah apa pun kami akan menghantam infrastruktur vital di negara tersebut tanpa henti," kata Ghalibaf dilansir dari Al Jazeera, Kamis (26/3/2026).
Peringatan Ghalibaf itu disampaikan ketika AS diketahui sedang menggerakan sekitar 2000 pasukan dari Divisi Lintas Udara ke-82 ke Timur Tengah. Sementara sekitar 2200 personel pasukan Unit Ekspedisi Marinir AS, yang bisa melakukan pendaratan menggunakan kapal amphibi, juga akan tiba di Timur Tengah dalam beberapa hari ke depan.
Sebanyak 4200 pasukan ini akan memperkuat sekitar 50.000 pasukan AS yang sebelumnya telah bertugas di kawasan tersebut.
Di saat yang sama Presiden Donald Trump mengaku pihaknya sedang berunding dengan Iran untuk segera menghentikan perang di Teluk. Trump pada Kamis mendesak para pejabat Iran untuk lebih serius dalam perundingan jika tak ingin AS melancarkan serangan yang lebih besar pada akhir pekan nanti.
Trump disebut-sebut memiliki rencana untuk mengambil alih Pulau Kharg dari Iran. Rencana itu dipertimbangkan untuk melumpuhkan perekonomian Iran yang bergantung hampir sepenuhnya ke penjualan minyak.
Baca Juga: 2 Nama Pejabat Iran Dihapus dari 'Daftar Bunuh' Selama 5 Hari, Apa Maunya AS-Israel?
Pulau Kharg sendiri sempat dibom AS pada pekan lalu, tapi hanya menyasar instalasi militer bukan minyak.
Sementara itu sumber dari internal militer Iran kepada kantor berita Tasnim mengatakan bahwa jika Pulau Kharg direbut, maka Laut Merah yang juga menjadi jalur perdagangan dunia akan digempur Iran melalui proksinya di Yaman yakni Houthi.
Sejauh ini Kelompok Houthi belum terlibat dalam perang yang berlangsung sejak AS dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari lalu. Kantor berita Reuters pada Kamis mewartakan bahwa Houthi kini sedang bersiap untuk masuk dalam palagan pertempuran sebagai bentuk solidaritas terhadap Iran.
Para analis sepakat masuknya Houthi dalam konflik yang sudah berlangsung satu bulan ini akan semakin memperparah krisis ekonomi global. Alasannya karena Houthi akan menyasar Selat Bab el Mandeb, jalur perdagangan dunia yang menghubungkan antara Asia dan Eropa melalui Terusan Suez di Mesir.
Tidak hanya itu. Masuknya Houthi juga akan mengancam negara-negara Timur Tengah lainnya terutama Arab Saudi yang berbatasan langsung dengan Yaman. Arab Saudi berpotensi menghadapi serangan rudal dan drone Houthi selain dari Iran yang sudah berlangsung sejak hari pertama perang.
"Kami bersiaga penuh dan siap untuk semua kemungkinan," kata perwakilan Houthi kepada Reuters.
Berita Terkait
-
Israel Klaim Tewaskan Kepala Staf AL IRGC Iran di Kota Dekat Selat Hormuz
-
Tentara Amerika Gali Kuburannya Sendiri Jika Serang Pulau Kharg
-
Serangan AS ke Pulau Kharg, Upaya Trump Matikan Pasokan Minyak Iran
-
Fakta Unik Pulau Kharg Iran, Target Utama Pengeboman Terdahsyat Militer Amerika Serikat
-
Serangan ke Pulau Mungil Ini Akan Lumpuhkan Iran, Mengapa Belum Dilakukan AS dan Israel?
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar
-
3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan
-
Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal
-
Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan
-
Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee
-
KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui
-
BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo
-
Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan
-
Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya
-
PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan