- Perang 12 hari antara Amerika Serikat/Israel dan Iran terus berlanjut, dengan Iran membalas serangan bom ke wilayah tetangga.
- Pulau Kharg adalah terminal ekspor minyak utama Iran; kehancurannya dapat melumpuhkan ekonomi dan kemampuan Iran membiayai perang.
- Trump dan Netanyahu belum menyerang Kharg untuk menghindari lonjakan harga minyak dunia dan ancaman pembalasan Iran terhadap negara Arab.
Suara.com - Perang di Teluk sudah berlangsung 12 hari dan belum menunjukkan tanda-tanda akan berhenti. Amerika Serikat dan Israel terus mengebom Iran. Dan sebaliknya Iran membalas tida saja ke wilayah Israel, tapi juga ke negara-negara tetangganya di Timur Tengah.
Beberapa analis mengatakan ada satu cara mudah untuk mengakhiri perang ini dengan cepat: hancurkan Pulau Kharg, Iran dijamin akan lumpuh dan tak punya kekuatan lagi untuk melawan.
Tapi mengapa itu tak dilakukan Donald Trump dan Benyamin Netanyahu?
Mengenal Pulau Kharg
Terletak di ujung Teluk Persia, Pulau Kharg berjarak hanya 24 km dari daratan Iran. Panjangnya hanya sekitar 8 km dan lebar 4,5 km. Meski demikian, ia bernilai sangat strategis bagi perekonomian dan tentu saja militer Iran.
Sejak 1960an, Kharg sudah menjadi terminal ekspor minyak Iran. Fasilitas ini dibangun oleh Amoco, perusahaan minyak raksasa Amerika Serikat dan dinasionalisasi oleh Teheran setelah terjadinya Revolusi Islam Iran pada 1979.
Sekitar 90 persen minyak mentah yang diekspor Iran diangkut dari Pulau Kharg. Sebagian besar minyak tersebut dikirim ke China.
Dari pulau itu Iran mengalirkan 1,5 juta barrel minyak mentah per hari, jumlah yang berada di atas rata-rata produksi negara-negara anggota OPEC, organisasi kartel minyak dunia.
Ada fasilitas apa di Kharg?
Baca Juga: Terjebak di Jalur Neraka Hormuz, Begini Nasib 2 Kapal Raksasa Pertamina
Di pulau mungil ini terdapat tangki-tangki penyimpanan minyak raksasa milik Iran. Jadi minyak yang berasal dari daratan dialirkan menggunakan pipa bawah laut ke Pulau Kharg. Minyak mentah di tangki-tangki raksasa inilah yang akan dimasukkan ke kapal tanker untuk diekspor.
Kapasitas penyimpanan minyak mentah di Pulau Kharg mencapai 30 juta barrel. Sementara pelabuhannya bisa menampung delapan kapal tanker sekaligus. Fasilitas terminal di Kharg juga bisa mengalirkan 6 sampai 10 juta barrel minyak per hari.
Selain itu ada juga sebuah bandara di Pulau Kharg, yang biasa digunakan para pekerja.
Seberapa aman Pulau Kharg?
Iran memiliki pangkalan angkatan laut di Pulau Kharg. Tapi akan sukar bagi militer Iran untuk melindungi pulau tersebut jika AS dan Israel melancarkan serangan misil atau udara, mengingat sistem pertahanan udara Iran sudah lumpuh sejak awal-awal perang.
Tetapi dalam Perang Iran - Irak pada dekade 1980, pulau strategis ini pernah dibombardir oleh militer Sadam Husein meski dampak atau kerusakannya terbatas.
Bagaimana kondisi Pulau Kharg sekarang?
Sebelum AS dan Israel melancarkan serangan pada 28 Februari lalu, Iran menggenjot pengiriman minyak dari Pulau Kharg. Bahkan di tengah konflik, kapal-kapal tanker masih memuat minyak di pulau tersebut.
Tampaknya pemerintah Iran ingin sebanyak mungkin minyak mentah dari Kharg dikeluarkan agar tidak hangus dalam konfli bersenjata.
Meski demikian belum semua minyak Iran itu sudah sampai ke tempat tujuan. Banyak dari tanker yang memuat minyak di Pulau Kharg masih tertahan di Selat Hormuz.
Mengapa Iran lumpuh jika Pulau Kharg diserang?
Sebagian pendukung Trump di AS sudah mendorong agar Pulau Kharg diserang atau minimal direbut. Media konservatif AS Fox News bahkan mengatakan menyerang Kharg sesuai dengan doktrin Dominasi Energi Amerika - yang menjadikan AS sebagai produsen minyak dan gas utama dunia, sekaligus menjadikan energi sebagai alat geopolitik.
Jika Kharg diserang, demikian menurut para analis, sumber pendapatan terbesar Iran akan mati. Tanpa uang dari minyak, Iran tak bisa lagi membiayai perang, termasuk menyuntik dana untuk para proksinya di Yaman, Irak dan Lebanon. Tanpa uang dari minyak, program nuklir Iran juga bisa terhenti.
Beberapa analis optimistis, jika Pulau Kharg diserang atau direbut dari kendali Iran, maka perang akan berhenti sebelum Maret berakhir dengan kekalahan Teheran.
Mengapa Trump dan Netanyahu belum menyerang Pulau Kharg?
AS dan Israel sejauh ini fokus menghancurkan kemampuan militer Iran, terutama rudal dan drone. Selain itu Trump dan Netanyahu juga mengincar para petinggi politik serta militer Iran.
Meski demikian pada akhir pekan lalu Israel mengejutkan dunia dengan menyerang depot minyak Iran. Alhasil harga minyak dunia naik hingga 118 dolar AS per barrel, sebelum turun kembali pada pekan ini setelah Trump mengatakan perang akan segera berakhir.
Naiknya harga minyak akibat krisis di Selat Hormuz menjadi momok bagi dunia, terutama bagi negara-negara Asia dan Eropa yang menggantungkan sumber energi dari Teluk.
Para analis mengatakan serangan ke Pulau Kharg akan membuat harga minyak semakin melonjak, memicu inflasi di negara-negara Barat termasuk Amerika Serikat. Hal ini dihindari Trump, yang akan menghadapi pemilu midterm pada tahun ini.
Apa lagi jika Pulau Kharg diserang Iran dipastikan akan melakukan pembalasan dengan menyerang infrastruktur minyak negara-negara Arab sepert Qatar, Kuwait, Uni Emirat Arab dan Arab Saudi. (Bloomberg/The Guardian/NYT/Fox News]
Tag
Berita Terkait
-
Ketegangan Memuncak, Militer AS Hancurkan 16 Kapal Penebar Ranjau Iran di Selat Hormuz
-
Eks Jenderal AS Ungkap Bahaya Nyata Ranjau Iran bagi Kapal Tanker di Selat Hormuz
-
Dicap Pengkhianat, 5 Pemain Timnas Putri Iran Dapat Visa Australia
-
Iran Berhasil Ekspor Minyak Mentah ke China, Lolos dari Serangan AS-Israel
-
Selat Hormuz Membara, Bahlil Putar Haluan Impor Minyak ke Amerika
Terpopuler
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Promo THR Alfamart Maret 2026: Sirup Marjan dan Biskuit Lebaran Diskon Gila-gilaan, Mulai 6 Ribuan
- 5 Mobil Bekas untuk Jangka Panjang: Awet, Irit, Pajak Ringan, dan Ramah Kantong
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Dua Kali Blunder Kiper Tottenham Antonin Kinsky Bikin Igo Tudor Kehabisan Kata-kata
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
Terkini
-
5 Fakta PP Nomor 9 Tahun 2026 Terkait THR dan Pajak Bagi ASN, Polisi dan Pensiunan
-
Kebut Proyek 32.000 Kopdes Merah Putih, Zulhas: Gubernur dan Bupati Belikan Lahan
-
Bersih-bersih 'Geng' Pajak, Menkeu Purbaya Mutasi 2.043 Pegawai DJP: Yang Nakal Kita Singkirkan!
-
Pertamina Patra Niaga Raih Tiga Penghargaan di Anugerah BUMN 2026
-
Iran Berhasil Ekspor Minyak Mentah ke China, Lolos dari Serangan AS-Israel
-
Harga Saham TOBA Menguat Pada Sesi I IHSG, Ini Penyebabnya
-
IHSG Ditutup Datar di Sesi I, Peluang Rebound Masih Ada
-
RUU Perumahan Siap Digodok, Solusi Jitu Atasi Backlog dan Lahan?
-
Spesifikasi Rudal BrahMos yang Dibeli Indonesia, Harganya Capai Rp 7 Triliun
-
Fit and Proper Test Bos OJK, Friderica Widyasari: Ini Adalah Awal dari Era Baru!